28, 2026
Teknologi

2 WN Arab Saudi Tikam 2 Ojol dan Satpam di Bali Usai Diusir dari Kelab Malam

Dua pria Arab Saudi menusuk tiga orang di Pecatu, Bali, usai diusir dari kelab malam. Korban yakni satpam dan 2 pengemudi ojol.]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

2 WN Arab Saudi Tikam 2 Ojol dan Satpam di Bali Usai Diusir dari Kelab Malam

Dua Warga Negara Arab Saudi Tikam Dua Ojol dan Satpam di Bali

Dua warga negara Arab Saudi ditangkap polisi setelah melakukan aksi tikaman terhadap dua pengemudi ojek online (ojol) dan seorang satpam di wilayah Kuta, Bali. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Sabtu (15/7) dini hari, diyakini terkait insiden sebelumnya di mana kedua WNA tersebut diusir dari sebuah klub malam.

Kepala Polres Badung AKBP Ida Bagus Putu Yudhistira mengatakan, pelaku yang diketahui bernama Mohammad Alshammari (28) dan Meshal Almutairi (22) menyerang para korban menggunakan senjata tajam setelah terjadi cekcok di sebuah tempat hiburan malam.

Kronologi Peristiwa

Menurut keterangan polisi, peristiwa bermula saat kedua WNA tersebut mengunjungi sebuah klub malam di Jalan Raya Kuta sekitar pukul 02.00 WITA. Mereka kemudian diusir oleh pengelola klub malam karena diduga mengganggu pengunjung lain.

Setelah diusir, kedua WNA tersebut kemudian menyewa ojek online untuk membawa mereka ke lokasi penginapan. Namun, tiba di dekat gerbang penginapan di Jalan Legian, mereka menolak membayar tarif transportasi.

Mengetahui hal itu, dua pengemudi ojek online mencoba menagih biaya layanan. situasi kemudian memanas hingga berujung adanya perkelahian antara kedua pihak.

Penyerangan Senjata Tajam

Menurut laporannya, dalam perkelahian itu, kedua WNA tersebut mengeluarkan senjata tajam dan menyerang dua ojol yang sedang menagih biaya. Kedua korban ojol luka-luka akibat ditusuk di bagian tubuhnya.

Upaya penyerangan tidak berhenti di situ. Seorang satpam yang bertugas di dekat lokasi mencoba melerai namun ikut menjadi korban dan ditusuk di bagian tubuhnya oleh kedua pelaku.

Saksi mata yang berada di sekitar lokak melihat kejadian dan segera melaporkan ke pihak kepolisian. Polisi yang mendapat laporan segera datang ke lokasi dan melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku yang kabur setelah melakukan aksi kejahatan.

Penangkapan dan Penyelidikan

Setelah melakukan penyelidikan singkat, polisi berhasil mengidentifikasi dan menangkap kedua WNA tersebut di sebuah kos-kosan di Jalan Raya Kerobokan sekitar tiga jam setelah peristiwa terjadi. Dari tangan mereka, polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam aksi penyerangan.

Kedua korban yang mengalami luka tusukan langsung dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar untuk mendapat perawatan medis. Diketahui kondisi korban masih dalam pengawasan medis karena luka yang dialami cukup serius.

Polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap kedua pelaku untuk mengungkap motif pasti dari perbuatan mereka. "Kami sedang memeriksa apakah ada pihak lain yang terlibat dalam peristiwa ini ataukah ini hanya aksidental yang terjadi karena emosi," jelas Kapolres.

Tanggapan Pihak Terkait

Insiden ini menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama terkait keamanan di wilayah wisata Bali. Ketua DPD II ASPP Pemuda Bali, I Made Sudarsana, meminta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas para pelaku agar tidak ada lagi korban jiwa.

Pihak klub malam tempat insiden pertama terjadi juga dimintai keterangan oleh polisi. Mereka menegaskan bahwa kebijakan mengusir kedua WNA tersebut dilakukan karena mereka melanggar peraturan yang berlaku di tempat hiburan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Arya Sugiartha, mengaku prihatin dengan kejadian ini. "Kejadian seperti ini tentu berdampak pada citra pariwisata Bali. Kami akan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk memastikan keamanan wisatawan terjaga," ujarnya.

Kedua WNA saat ini masih dalam penahanan di Polres Badung dan akan menjalani proses hukum sesuai peraturan yang berlaku. Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat dalam aksi kejahatan tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter