5 Kekalahan Paling Memalukan Arsenal Sepanjang Sejarah
Dalam sejarah panjang Arsenal yang membuahkan banyak trofi dan prestige, ada juga momen-momen kelam yang sulit dilupakan. Sebuah klub besar seperti The Gunners tidak luput dari kekalahan yang memalukan, baik di kancah domestik maupun internasional. Berikut adalah lima kekalahan paling menyakitkan yang pernah dialami Arsenal dalam sejarahnya.
1. Kekalahan 1-8 dari Manchester United (2011)
Mungkin kekalahan paling memalukan dalam sejarah modern Arsenal terjadi pada Agustus 2011 saat mereka ditaklukkan Manchester United dengan skor telak 1-8. Pertandingan di Old Trafford ini menjadi salah satu kekalahan terbesar Arsenal di liga sejak 1912. Setelah Robin van Persie mencetak gol pembuka untuk Arsenal, United membalas dengan serangan beruntun melalui Wayne Rooney, Ashley Young, Danny Welbeck, dan dua gol dari Nani. Patrice Evra menambah keunggulan United sebelum babak pertama usai. Di babak kedua, United terus mendominasi dengan Rooney mencetak hat-trick dan Dimitar Berbatov menambah dua gol lagi. Kekalahan ini menjadi bahan ejekan bagi banyak pendukung klub lain dan menandai periode krisis bagi Arsenal di bawah manajer Arsène Wenger.
2>2. Kekalahan 2-8 dari Manchester United (1927)
Sebelum kekalahan 1-8 di era modern, Arsenal pernah mengalami kekalahan dengan skor tak kalah memalukan dari Manchester United pada tahun 1927. Pada saat itu, United menang 8-2 atas Arsenal di Old Trafford. Kekalahan ini menjadi salah satu kekalahan terbesar Arsenal di liga sepanjang masa dan menandai periode sulit bagi klub di awal sejarah mereka di divisi utama sepak bola Inggris. Meskipun Arsenal akan membangun tim yang dominan beberapa tahun setelahnya, kekalahan ini tetap menjadi bagian dari sejarah kelam yang sulit dilupakan.
3. Kekalahan dari Wigan Athletic di Piala FA (2013)
Dalam salah-satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala FA, Arsenal tersingkir di babak kelima oleh Wigan Athletic pada Maret 2013. Setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 di Emirates Stadium, pertandingan replay di DW Stadium dimenangkan Wigan dengan skor 3-1. Kekalahan ini sangat memalukan karena Arsenal diunggulkan sebagai salah satu favorit juara sementara Wigan berada di posisi depan zona degradasi di Premier League. Bahkan lebih memalukan lagi, Wigan melaju untuk memenangkan Piala FA tahun itu setelah mengalahkan Manchester City di final. Kekalahan ini mengakhiri harapan Arsenal meraih gelar domestik musim 2012-2013 dan menambah tekanan pada Wenger.
4. Kekalahan dari Bradford City di Piala Liga (2013)
Hanya beberapa bulan setelah kekalahan memalukan dari Wigan, Arsenal mengalami kekalahan lainnya yang tak kalah menyakitkan. Di babak perempat final Piala Liga, Arsenal ditaklukkan Bradford City dengan skor 3-2 setelah perpanjangan waktu. Bradford, yang saat itu bermain di divisi tiga, menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak gol di menit akhir untuk membalikkan keadaan. Kekalahan ini menjadi salah satu kekalahan paling memalukan bagi klub dari divisi atas di ajang piala domestik dalam sejarah modern sepakbaola Inggris. Arsenal yang bermain dengan skuad utama gagal mengantisipasi serangan dari tim yang jauh di bawah mereka dalam peringkat.
5. Kekalahan dari Fleetwood Town di Piala FA (2020)
Pada Januari 2020, Arsenal mengalami salah satu kekalahan paling memalukan dalam sejarah modern mereka saat tersingkir di babak ketiga Piala FA oleh Fleetwood Town. Fleetwood, yang bermain di League One (divisi ketiga), menang 4-2 setelah adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1. Arsenal yang bermain dengan skuad campuran gagal mempertahankan keunggulan mereka dan kebobolan di menit-menit akhir. Kekalahan ini menjadi bahan ejekan bagi banyak orang dan menunjukkan ketidakmampuan Arsenal dalam menghadapi tim-tim divisi bawah dalam ajang piala. Kekalahan ini juga menandai titik terendah bagi Unai Emery sebagai manajer Arsenal sebelum dipecat tak lama kemudian.
Kekalahan-kekalahan ini meskipun menyakitkan, telah menjadi bagian dari sejarah Arsenal dan mengajarkan pelajaran berharga bagi klub. Dalam sepak bola, bahkan klub terbesar pun bisa mengalami kekalahan memalukan, yang kemudian menjadi motivasi untuk bangkit kembali dan memperbaiki performa di masa depan.
Komentar (0)