Demonstrasi Besarkan Di Bundaran HI, Pramono Imbau Massa Aksi Tetap Damai
Kepala Badan Nasional Penanggulang Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Kompol) Pramono Rajagukguk mengimbau massa aksi yang akan digunakan besok di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, untuk tetap menjaga ketertiban dan keamanan. Demonstrasi yang direncanakan akan digunakan pada Rabu (27/9/2023) ini diprediksi akan menarik perhatian banyak pihak.
Pramono menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasinya secara konstitusional. Namun, hak tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab untuk menjaga keamanan dan ketertiban umum. "Kita menghormati setiap aspirasi yang disampaikan secara damai. Tetapi, kami juga mengingatkan agar tidak ada provokasi atau tindakan yang dapat mengganggu ketertiban," ujar Pramono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (26/9/2023).
Penyiapan Personel Khusus
Pihak kepolisian telah menyiapkan personel khusus untuk mengamankan jalannya demonstrasi besok. Sebanyak 2.000 personel gabungan dari Polri dan TNI akan diterjunkan di sekitar Bundaran HI dan jalur-jalur protokol yang dilalui para demonstran. Personel tersebut akan dibagi menjadi beberapa satuan tugas, mulai dari satuan pengamanan inti, satuan patroli, hingga satuan respon cepat.
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Awi Setiyono menambahkan bahwa pihaknya telah memetakan jalur aksi yang akan dilalui para demonstran. "Jalur aksi telah disepakati bersama untuk memastikan tidak terjadi gangguan bagi kegiatan masyarakat lainnya. Kami juga akan menyiapkan posko-posko di sepanjang jalur aksi," jelas Awi.
Pencegahan Aksi Anarkis
BNPT bersama Polri telah melakukan berbagai upaya pencegahan untuk memastikan tidak ada aksi anarkis yang terjadi selama demonstrasi. Pramono menyatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan intelijen untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan. "Kita telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk panitia demonstrasi, untuk memastikan jalannya aksi berjalan aman dan damai," ujarnya.
Selain itu, BNPT juga telah melakukan sosialisasi kepada para calon demonstran tentang pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi. "Kami mengimbau agar para demonstran tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya lainnya. Juga hindari melakukan tindakan yang dapat dianggap provokatif," tambah Pramono.
Aspirasi Publik Tetap Ditunggu
Meskipun ada imbauan untuk menjaga keamanan, pihak kepolisian menyatakan tetap membuka ruang bagi aspirasi publik. Awi Setiyono menegaskan bahwa pihaknya akan mendengar setiap aspirasi yang disampaikan secara damai. "Kami akan memfasilitasi setiap aspirasi yang disampaikan dengan cara yang konstruktif. Tetapi, kami juga akan tegas mengambil tindakan jika ada pihak yang mencoba mengganggu ketertiban," jelasnya.
Demonstrasi yang direncanakan besok diprediksi akan menarik ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Beberapa organisasi massa telah menyatakan akan turut serta dalam aksi tersebut untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait isu-isu yang sedang hangat diperbincangkan.
Koordinasi Antar Instansi
Untuk mendukung pengamanan demonstrasi, BNPT dan Polri telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait, termasuk TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD). Koordinasi ini bertujuan untuk memastikan respons cepat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama aksi berlangsung.
Pramono menegaskan bahwa koordinasi ini penting untuk menjaga situasi tetap terkendali. "Kita harus bekerja sama untuk memastikan tidak ada tumpang tindih atau kekosongan dalam pengamanan. Setiap instansi memiliki peran yang jelas dan saling melengkapi," ujarnya.
Imbauan kepada Media Massa
Selain kepada massa aksi, Pramono juga mengimbau media massa untuk memberikan liputan yang bertanggung jawab terkait jalannya demonstrasi. "Media massa diharapkan dapat menyampaikan informasi secara akurat dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Hindari memberitakan berita hoaks atau informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan," pesannya.
Ia menambahkan bahwa liputan media yang sehat dapat membantu menciptakan situasi yang kondusif selama demonstrasi berlangsung. "Dengan informasi yang akurat, masyarakat dapat memahami situasi dengan jelas dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak benar," jelasnya.
Reaksi dari Panitia Demonstrasi
Terpisah, panitia demonstrasi menyatakan siap mengimbau para peserta untuk tetap menjaga ketertiban selama aksi. "Kami sepakat dengan imbauan dari BNPT dan Polri. Aksi kita bersifat konstruktif dan damai. Kami akan memastikan tidak ada peserta yang melakukan tindakan anarkis," kata Ketua Panitia Demonstrasi Ahmad Rizki dalam keterangannya.
Rizki menegaskan bahwa aksi besok merupakan bentuk demokrasi yang sah untuk menyampaikan aspirasi. "Kita menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat. Tetapi, kita juga harus menjaga nama baik organisasi kita dengan berperilaku yang teratur," tambahnya.
Pengamanan Menuju Lokasi Aksi
Polri akan menutup sejumlah ruas jalan protokol di Jakarta Pusat selama digelarnya demonstrasi. Penutupan jalan akan dilakukan mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai aksi. Para pengguna kendaraan umum diminta untuk mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan.
"Kita akan memasang rambu-rambu penutupan jalan dan petunjuk arah. Kami juga akan menyiapkan pengendali lalu lintas di titik-titik kritis untuk memastikan arus lalu lintas tetap lancar," jelas Kepala Satlantas Jakarta Pada Kompol Eko Daryanto.
Pasca Demonstrasi
Setelah aksi selesai, Polri akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait jalannya demonstrasi. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan pengamanan serta identifikasi potensi masalah yang perlu diantisipasi dalam aksi serupa di kemudian hari.
"Kami akan mendengar masukan dari berbagai pihak, termasuk dari panitia demonstrasi, untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan. Tujuan kita sama, yaitu menciptakan ruang aspirasi yang aman dan damai," pungkas Pramono.
Komentar (0)