02, 2026
Nasional

Ahli IPB Ungkap Fakta Dentuman Keras di Bojonegoro, Meteor atau Gempa

Suara dentuman keras di Bojonegoro memicu spekulasi. Dosen IPB, Givo Alsepan, menekankan perlunya kajian ilmiah untuk menentukan sumbernya secara akurat.]]>

Bagus Nugroho
Bagus Nugroho Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ahli IPB Ungkap Fakta Dentuman Keras di Bojonegoro, Meteor atau Gempa

Ahli IPB Ungkap Fakta Dentuman Keras di Bojonegoro, Meteor atau Gempa

BOJONEGORO - Suara dentuman keras yang terdengar di beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, beberapa waktu lalu menjadi perbincangan hangat. Warga yang mendengar suara tersebut sempat panik dengan berbagai spekulasi muncul, mulai dari gempa bumi hingga jatuhnya meteor. Untuk mengungkap kebenaran di balik fenomena tersebut, tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan investigasi mendalam.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang bekerja sama dengan IPB, Dr. Ahmad Rifai, menjelaskan bahwa timnya telah menganalisis data dari berbagai sumber untuk menentukan penyebab suara misterius tersebut. "Kami telah menganalisis data seismograf, data suara, serta laporan dari warga di lokasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa fenomena ini bukanlah gempa bumi biasa," ujar Ahmad dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BPBD Bojonegoro.

Analisis Data Seismograf Menunjukkan Hasil Negatif

Menurut Ahmad, data dari seismografi BMKG yang terdekat dengan lokasi tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi pada saat suara itu terdengar. "Tidak ada gelombang seismik yang terdeteksi pada rentang waktu suara itu terdengar. Ini berarti bukan gempa bumi yang menyebabkan dentuman keras tersebut," jelasnya.

Tim ahli IPB yang dipimpin oleh Prof. Dr. Budi Santoso, seismolog ternama dari Fakultas Teknik Pertanian IPB, menambahkan bahwa jika benar gempa bumi, seismografi BMKG seharusnya mendeteksinya. "Meskipun gempa bumi berskala kecil, seismograf modern yang dimiliki BMKG seharusnya tetap dapat mendeteksinya. Namun tidak ada data yang menunjukkan adanya gempa pada saat itu," papar Budi.

Fenomena Suara Atmosfer atau Skyquake

Setelah mempertimbangkan berbagai kemungkinan, tim ahli menduga fenomena ini lebih cenderung terkait dengan aktivitas atmosfer. "Berdasarkan analisis kami, kemungkinan besar ini adalah fenomena yang disebut sebagai 'skyquake' atau suara atmosfer. Fenomena ini disebabkan oleh getaran udara di atmosfer yang bisa diakibatkan oleh berbagai faktor," jelas Prof. Budi.

Salah satu teori yang dikemukakan tim adalah adanya aktivitas alam yang jarang terjadi, seperti ledakan metana di bawah tanah atau tekanan atmosfer yang tiba-tiba berubah. "Bojonegoro dikenal sebagai daerah dengan aktivitas gas metana yang cukup tinggi. Mungkin saja ada akumululasi gas di bawah tanah yang tiba-tiba meledak, menghasilkan suara keras seperti yang dilaporkan warga," tambahnya.

Tidak Ada Bukti Jatuhnya Meteor

Sementara itu, spekulasi tentang jatuhnya meteor juga turut diperiksa oleh tim. "Kami telah memeriksa laporan warga dan memeriksa area sekitar lokasi suara. Hingga saat ini, tidak ditemukan bukti jatuhnya meteor atau tumbukan benda asing dari luar angkasa," ujar Dr. Rifai.

Ia menambahkan bahwa jika benar jatuhnya meteor, seharusnya ada jejak seperti kawah, tanda pembakaran di permukaan tanah, atau sisa-sisa meteorit. "Kami telah melakukan pencarian di area yang dilaporkan sebagai lokasi suara, tetapi tidak menemukan bukti fisik yang menunjukkan jatuhnya benda dari angkasa," paparnya.

Kesimpulan Ahli dan Saran kepada Masyarakat

Berdasarkan hasil investigasi, tim ahli IPB dan BMKG menyimpulkan bahwa fenomena suara keras di Bojonegoro kemungkinan besar bukanlah gempa bumi atau jatuhnya meteor. "Hasil analisis kami menunjukkan bahwa ini adalah fenomena atmosfer yang jarang terjadi. Meskipun tidak berbahaya, kami tetap akan melakukan monitoring lebih lanjut untuk memahami penyebab pastinya," jelas Prof. Budi.

BPBD Bojonegoro dalam siaran resminya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpanik dengan berbagai isu yang beredar. "Berdasarkan hasil investigasi tim ahli, fenomena ini tidak berbahaya dan tidak menunjukkan adanya bahaya bencana alam yang akan datang. Kami masyarakat untuk tetap waspada namun tidak panik," ujar Kepala BPBD Bojonegoro, Agus Sutrisno.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus memantau situasi dan akan memberikan informasi resmi jika ada perkembangan baru. "Kami akan terus bekerja sama dengan IPB dan BMKG untuk memantau fenomena serupa di masa depan," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Bagus Nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter