Aksi Kemanusiaan Slemania di Laga PSS Vs Borneo FC, Galang Donasi Masker untuk Korban Karhutla Kalimantan
Derby Jawa Tengah antara PSS Sleman melawan Borneo FC di Stadion Maguwoharjo pada pekan lalu bukan hanya menjadi pertandingan sepak bola biasa. Laga yang berakhir dengan skor 1-1 itu menjadi ajang untuk menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi kemanusiaan yang digagas oleh kelompok suporter Slemania. Aksi yang diberi nama "Slemania Peduli Kalimantan" ini menggalang donasi berupa masker untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan.
Inisiatif dari Suporter untuk Sesama
Gerakan ini dimulai oleh Komando Suporter Slemania (KSS) sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi saudara sebangsa di Kalimantan. Menurut Ketua KSS, Rudi Santoso, ide muncul setelah melaporkan berita tentang karhutla yang meluas di Kalimantan beberapa waktu lalu. "Kami melihat betapa sulitnya para korban mendapatkan masker yang memadai, terutama anak-anak dan lanjut usia. Sebagai pecinta sepak bola, kami ingin mengambil kesempatan ini untuk membantu mereka," jelas Rudi.
Aksi ini berlangsung selama pertandingan berlangsung. Suporter Slemania mengajak rekan suporter dari Bonek Arek Suroboyo (pendukung Borneo FC) untuk bergabung dalam gerakan kemanusiaan ini. Mereka menyiapkan beberapa gerai donasi di sekitar stadion yang dapat diakses oleh semua penonton.
Mekanisme Donasi yang Terstruktur
Mekanisme donasi yang digunakan terbilang sederhana namun terstruktur. Setiap penonton yang datang ke stadion diimbau untuk membawa masker bekas dalam kondisi masih layak pakai. Selain itu, para suporter juga menyediakan kotak donasi uang tunai yang hasilnya akan digunakan untuk membeli masker baru. "Kami menerima donasi dalam bentuk uang tunai dan masker bekas yang masih layak pakai. Masker bekas akan dibersihkan secara steril sebelum didistribusikan," terang Rudi.
Tidak hanya dari penonton, para pemain dan official kedua tim juga turut berpartisipasi dalam aksi ini. Beberapa pemain PSS dan Borneo FC memberikan donasi secara langsung dan turun ke gerai donasi untuk mengajak suporter lain berpartisipasi. "Ini adalah momen yang indah, di mana rivalitas dalam sepak bola dapat dihilangkan untuk kebaikan bersama. Kami bangga dapat berpartisipasi dalam aksi ini," ujar Kapten PSS, Fachruddin Aryo.
Respons Positif dari Berbagai Pihak
Aksi ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Pihak keamanan dan panitia penyelenggara memberikan dukungan penuh dalam menyediakan fasilitas untuk gerai donasi. Bahkan, beberapa sponsor resmi klub juga turut memberikan bantuan berupa masker baru dan uang tunai.
"Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari suporter. Ini menunjukkan bahwa sepak bola tidak hanya soal olahraga, tetapi juga dapat menjadi ajang untuk kebaikan. PSS Sleman dan Borneo FC mendukung sepenuhnya aksi ini," kata Juru Bicara PT PSS Sleman, Budi Santoso.
Hasil Donasi dan Rencana Distribusi
Dari aksi yang berlangsung selama pertandingan, berhasil terkumpul sekitar 10 ribu masker bekas dan donasi uang tunai sebesar Rp 50 juta. Dari hasil donasi tersebut, panitia akan membeli sekitar 15 ribu masker baru yang akan dikirim ke Kalimantan.
Dampak dan Dampak Jangka Panjang
Aksi "Slemania Peduli Kalimantan" ini tidak hanya membantu korban karhutla secara langsung, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kelompok suporter lain untuk melakukan hal serupa. Beberapa kelompok suporter dari klub lain sudah menyatakan minat untuk menggandakan aksi ini di pertandingan selanjutnya.
"Ini adalah bukti bahwa suporter dapat menjadi agen perubah sosial. Kita menunjukkan bahwa kecintaan terhadap klub dapat diarahkan untuk membantu sesama," tambah Rudi.
Dampak jangka panjang dari aksi ini diharapkan dapat membangun kesaduran sosial di kalangan suporter. Selain itu, diharapkan dapat terjalin kerjasama antar kelompok suporter untuk kegiatan kemanusiaan di masa depan.
Untuk mengawasi kelancaran distribusi, panitia akan mempublikasikan secara terbuka rekap donasi dan hasil distribusi melalui media sosial resmi KSS. "Transparansi adalah kunci kepercayaan. Kami ingin semua pihak tahu bagaimana donasi mereka digunakan," pungkas Rudi.
Komentar (0)