Dunia sepak bola Inggris digemparkan dengan kekalahan telak yang dialami Arsenal dalam babak ketiga Piala FA melawan tim kasta keempat, Oldham Athletic. The Gunners, yang sebelumnya dianggap sebagai salah satu tim terkuat di Inggris, harus menelan pil pahit dengan skor 2-1 dalam laga yang berlangsung di Boundary Park, Sabtu (30/01/2021).
Kekalahan ini menandai pengulangan dari catatan buruk yang terjadi 35 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1986 ketika Arsenal juga tersingkir di babak yang sama oleh tim divisi empat lainnya, York City. Kali ini, Oldham Athletic berhasil mengulangi sejarah dengan mengalahkan Arsenal secara dramatis di menit-menit akhir pertandingan.
Laga Berlangsung Dramatis hingga Menit Akhir
Pertandingan berlangsung cukup sengit dari menit pertama. Oldham Athletic, yang bermain di divisi League Two, tampil dengan semangat tinggi dan tidak gentar menghadapi lawan yang jauh di atas kelasnya. Sementara itu, Arsenal yang mengandalkan skuad cadangan tampak kurang fokus dan terlihat kurang kompak di lini pertahanan.
Gol pertama lahat dari kaki pemain Oldham Athletic, Callum Slater, pada menit ke-32. Gol tersebut tercipta dari kesalahan bek Arsenal yang tidak mampu mengantisipasi serangan balik cepat dari tim tuan rumah. Slater berhasil menaklukkan kiper Arsenal dengan tendangan keras dari luar kotak penalti.
Arsenal mencoba membalas melalui berbagai serangan, namun pertahanan Oldham yang sangat kompak membuatnya kesulitan menemukan celah. Baru di babak kedua, Arsenal berhasil menyamakan skor melalui gol buatan Eddie Nketiah pada menit ke-67. Gol tersebut memberikan harapan bagi The Gunners untuk bisa meraih kemenangan.
Namun, drama terjadi di menit ke-90+3. Oldham Athletic berhasil mencetak gol kemenangan melalui sepakan dari jarak jauh yang gagal diantisipasi kiper Arsenal. Gol tersebut membuat skuad asuhan Mikel Arteta harus pulang dengan tangan hampa dan memicu reaksi kemarahan di kalangan pendukung Arsenal.
Reaksi dari Pihak Terkait
Mikel Arteta, pelatih Arsenal, mengakui kekalahan ini adalah sangat menyakitkan bagi seluruh pihak klub. "Kami tidak bermain seperti yang kami inginkan. Kami tidak menunjukkan standar yang seharusnya ditampilkan Arsenal. Oldham laya memenangkan pertandingan hari ini karena mereka bermain lebih baik dan memiliki semangat juara," ujarnya dalam sesi konferensi pers usai pertandingan.
Sementara itu, pelatih Oldham Athletic, Frankie Bunn, tidak menyangka bisa membawa timnya meraih kemenangan atas lawan seberat Arsenal. "Ini adalah momen yang tak terlupakan bagi kami dan pendukung Oldham. Kami datang ke sini untuk berjuang keras dan memberikan yang terbaik. Pemain-pemain menunjukkan karakter yang luar biasa dan pantas mendapat apresiasi," kata Bunn dengan penuh haru.
Pendukung Arsenal pun tidak menutupi kekecewaannya. Banyak di antara mereka yang menyatakan kekecewaan dengan performa tim, terutama menging Arsenal adalah klub besar yang seharusnya mampu mengatasi lawan yang jauh di bawah kelasnya. Beberapa di antaranya bahkan meminta manajemen klub untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa tim.
Dampak bagi Liga dan Masa Depan Arsenal
Kekalahan ini tentunya memberikan dampak buruk bagi momentum Arsenal di ajang Liga Primer Inggris. Sebelumnya, tim sedang menunjukkan tanda-tanda pemulihan performa setelah awal musim yang buruk. Kini, kekalahan telak ini dianggap dapat mengganggu konsistensi tim.
Dari sisi kompetisi, kekalahan ini membuat Arsenal harus tersingkir dari salah satu kompetisi paling bergengsi di Inggris. Piala FA yang selama ini menjadi salah satu harapan bagi klub untuk meraih trofi musim ini kini pupus, mengingat performa di Liga Primer juga belum memuaskan.
Bagi Oldham Athletic, kemenangan ini adalah keberhasilan yang luar biasa dan menjadi bukti bahwa dalam sepak bola, siapa pun bisa mengalahkan siapa pun asalkan bermain dengan maksimal. Tim kasta keempat ini kini akan melaju ke babak selanjutnya dengan keyakinan penuh untuk melanjutkan perjalanan mereka di kompetisi ini.
Sejarah 35 tahun lalu kini terulang dengan kekalahan Arsenal oleh tim kasta keempat. Kini, pertanyaan besar yang muncul adalah apakah Arsenal mampu bangkit dari kekalahan ini dan fokus pada kompetisi Liga Primer, ataukah kejadian ini akan memicu gelombang kritik yang lebih besar terhadap performa tim sepanjang musim ini.
Komentar (0)