Azizah Salsha Laksanakan Aksi Nyata Penanganan Karhutla di Banjarbaru
Kota Banjarbaru kembali diguncang oleh ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau tahun ini. Respons cepat dan komprehensif datang dari Wali Kota Banjarbaru, Hj. Azizah Salsha, yang langsung turun tangan memberikan bantuan penanganan kepada masyarakat terdampak. Aksi nyata ini menunjukkan komitmen kuat pemkot dalam mengatasi masalah yang menjadi perhatian nasional maupun internasional.
Pembagian Bantuan Langsung ke Masyarakat Terdampak
Dalam serangkaian kegiatan penanganan karhutla, Wali Kota Azizah Salsha memimpin langsung pembagian bantuan kepada warga yang terkena dampak asap pekat dan potensi kebakaran. Bantuan yang disalurkan berupa masker khusus untuk melindungi pernapasan dari partikel-partikel halus yang berbahaya, air mineral dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan hidrasi, serta alat-alat sederhana seperti sapu dan ember untuk antisipasi kebakaran lahan di permukiman.
"Kami hadir di tengah-tengah masyarakat untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kondisi asap pekat yang berlangsung beberapa pekan terakhir tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kesehatan warga menjadi prioritas utama kami," ujar Azizah Salsha saat memimpin penyerahan bantuan di salah satu titik penyebaran asap di wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara.
Peningkatan Kapasitas Tim Penanggulangan Karhutla
Selain penyaluran bantuan, Pemerintah Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Azizah Salsha juga fokus pada peningkatan kapasitas tim penanggulangan karhutla. Beberapa alat berat seperti mobil pemadam kebakaran dan excavator telah disiapkan untuk mengantisipasi munculnya api di lahan gambut yang rawan terbakar. Tim juga dibekali dengan pelatihan khusus mengenai teknik-teknik penanganan kebakaran gambut yang lebih efektif dan aman.
"Kita tidak hanya bertindak reaktif ketika api sudah muncul, tetapi juga proaktif dengan mempersiapkan sumber daya manusia dan alat yang memadai. Tim kami dilatih khusus karena kebakaran gambut memerlukan penanganan yang berbeda dibandingkan kebakaran hutan biasa," jelas Azizah yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Golkar Banjarbaru tersebut.
Kolaborasi dengan Berbagai Pihak
Penanganan karhutla di Banjarbaru tidak dilakukan secara mandiri oleh pemerintah daerah. Azizah Salsha menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk TNI/Polri, instansi terkait seperti BPBD, serta partisipasi aktif masyarakat dan relawan. Kolaborasi ini terbukti efektif dalam pemantauan dini dan penanganan cepat saat titik api ditemukan.
"Kita tidak bisa mengatasi masalah karhutla sendirian. Butuh sinergi semua elemen masyarakat. Dengan kolaborasi ini, kita bisa memetakan area-area rawan dan melakukan pencegahan lebih dini," tambahnya sambil menyebutkan bahwa sudah terbentuk posko-posko penanggulangan karhutla di beberapa titik strategis di kota.
Pencegahan dan Edukasi Masyarakat
Pemerintah Kota Banjarbaru juga mengerahkan sumber dayanya untuk program pencegahan dan edukasi masyarakat. Berbagai kegiatan sosialisasi tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan serta cara mencegahnya telah digelar di kelurahan-kelurahan. Tim edukasi juga menyebarkan pesan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
"Pencegahan adalah kunci utama. Kita harus mencegah sejak dini agar tidak ada lagi korban jiwa dan kerugian materiil yang ditimbulkan kebakaran hutan dan lahan. Edukasi kepada masyarakat sangat penting untuk membentuk kesadaran kolektif," ujar Azizah yang menekankan bahwa pihaknya akan terus melakukan upaya preventif hingga musim kemarau berakhir.
Komitmen Jangka Panjang
Dengan berbagai aksi yang telah dilakukan, Azizah Salsha menunjukkan komitmen jangka panjang dalam mengatasi masalah karhutla di Banjarbaru. Pemerintah kota berencana melakukan berbagai program rehabilitasi lahan gambut serta penanaman kembali vegetasi yang telah rusak akibat kebakaran. Selain itu, penataan ruang terpadu dan pengendalian penggunaan lahan juga menjadi fokus utama untuk mencegah terulangnya bencana serupa di masa depan.
"Kami tidak hanya fokus pada penanganan di musim kemarau saja. Ini adalah komitmen jangka panjang untuk menjaga Banjarbaru dari ancaman karhutla. Kita perlu solusi sistemik dan berkelanjutan," pungkas Azizah Salsha, menandakan bahwa penanganan karhutla bukan lagi sekadar program musiman, tetapi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan di kota yang ia pimpin.
Komentar (0)