Banjir Lahar Semeru Jebol Tanggul Sungai, Warga Lumajang Diimbau Waspada
Gunung Semeru kembali menunjukkan kekuatannya dengan mengakibatkan banjir lahar yang berhasil jebol tanggul sungai di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Banjir lahr ini terjadi pada Rabu pagi (15/11) dan mengakibatkan beberapa wilayah terendam dengan material vulkanik. Pemerintah setempat telah mengimbau warga untuk tetap waspada dan siap mengungsi jika diperlukan.
Berdasarkan informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, banjir lahr ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyunung puncak Gunung Semeru. Hujan intensitas tinggi ini memicu longsiran material vulkanik dari puncak gunung dan mengalir ke arah hilir melalui alur sungai yang ada. Banjir lahr ini kemudian berhasil jebol tanggul sungai yang dibangun untuk mengendalikan arus material vulkanik.
Dampak Banjir Lahar
Dampak langsung dari banjir lahr ini terlihat di beberapa desa di kecamatan Candipuro dan Kedungjajang. Sejumlah rumah warga terendam setinggi 50-100 centimeter dengan material vulkanik berupa pasir, kerikil, dan lumpur. Selain itu, akses jalan di beberapa titik juga terputus akibat ditutupi material vulkanik.
"Kondisi saat ini warga masih dalam keadaan aman. Tim BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan membantu warga yang terdampak," ujar Kepala BPD Lumajang, Budi Santoso, dalam konferensi pers yang digelar di ruang rapat DPRD Lumajang.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengaktifkan posko darurat dan menyiapkan tempat pengungsian sementara di tiga lokasi, yaitu SDN Candipuro 1, SMPN 1 Candipuro, dan Gedung Olahraga (GOR) Lumajang. Tempat pengungsian ini sudah dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti selimut, makanan, dan air minum.
Upaya Penanggulangan
Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan sedang melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak. Selain itu, tim juga membersihkan akses jalan yang terputus akibat ditutupi material vulkanik. "Kita prioritaskan evakuasi warga lansia, ibu hamil, dan anak-anak ke tempat pengungsian yang aman," kata Budi.
Untuk mencegah bencana lebih lanjut, pemerintah setempat telah memasang papan peringatan di sejumlah titik rawan banjir lahr. Selain itu, tim juga melakukan monitoring terus-menerus terhadap aktivitas Gunung Semeru.
Kondisi Gunung Semeru
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) terus mengalami aktivitas vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadi 65 gempa tektonik dan 15 gempa vulkanik dalam rentang waktu 24 jam terakhir.
"Kami mewaspadai potensi longsiran lahr lagi terutama saat hujan turun. Oleh karena itu, kami mengimbau warga untuk tidak beraktivitas di sekitar alur sungai yang berpotensi terkena longsiran lahr," jelas Kepala PVMBG, Hendra Gunawan.
Ia menambahkan bahwa PVMBG telah meningkatkan status Gunung Semeru menjadi Level III (Siaga) sejak Oktober lalu. Status ini menunjukkan adanya potensi erupsi dengan jarak jangkauan lahr hingga 13 kilometer dari puncak.
Respons Pemerintah
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah memerintahkan jajarannya untuk segera turun ke lapangan. "Saya meminta semua OPD terkait untuk bekerja maksimal dalam menangani bencana ini. Jangan sampai ada korban jiwa lagi," ujar Khofifah.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang. "Kita akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan update kepada masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Presiden Joko Widodo telah memerintahkan Menteri Sosial (Mensos) dan Kepala BNPB untuk segera membantu korban bencana di Lumajang. "Pemerintah pusat akan membantu seluruh kebutuhan korban bencana di Lumajang," kata Jokowi melalui pesan singkatnya.
Rencana Evakuasi Massal
BPBD Lumajang bersiap melakukan evakuasi massal jika diperlukan. "Kita sudah siapkan kendaraan darurat dan personel untuk evakuasi massal. Jika diperlukan, kita akan memindahkan warga ke tempat pengungsian yang lebih aman," jelas Budi.
Ia menambahkan bahwa pihaknya juga sedang mempersiapkan bantuan berupa sembako, alat kesehatan, dan tenda untuk korban bencana. "Bantuan ini akan didistribusikan secara merata kepada korban," katanya.
Dengan kondisi Gunung Semeru yang masih aktif, warga di sekitar wilayah rawan bencana diimbau untuk selalu waspada dan siap-siap mengungsi jika diperlukan. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan akan memberikan update terbaru kepada masyarakat.
Komentar (0)