30, 2026
Nasional

Bibit Siklon Tropis 91B Picu Potensi Hujan Lebat di Sumatra Bagian Utara

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bibit Siklon Tropis 91B Picu Potensi Hujan Lebat di Sumatra Bagian Utara

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan adanya bibit siklon tropis 91B yang berpotensi memicu hujan lebat di sebagian wilayah Sumatra bagian utara. Sistem siklon ini saat ini berada di perairan barat Sumatera dan diprediksi akan bergerak perlahan menuju arah barat laut dalam beberapa hari ke depan.

Kepala Pusat Meteorologi BMKG, Dodo Gunarto, menjelaskan bahwa meskipun bibit siklon tropis 91B belum mencapai kategori siklon tropis yang lengkap, sistem ini sudah berkontribusi meningkatkan aktivitas hujan di sekitarnya. "Kondisi ini akan memicu potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau," ujar Dodo dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/7).

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah yang berpotensi terdampak. Wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, dan Bengkulu diminta waspada terhadap potensi bencana alam yang dapat disebabkan oleh hujan deras tersebut. "Kami masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti anjuran dari pemerintah daerah setempat," tambah Dodo.

Dampak Potensial dan Persiapan

Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas hujan lebat yang dipicu oleh bibit siklon tropis 91B berpotensi menimbulkan beberapa dampak negatif, seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BMKG, Mulyono R. Prabowo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memantau ketinggian muka air di sejumlah sungai di wilayah Sumatera Utara.

"Kami telah mengimbau pemerintah daerah untuk mempersiapkan tim siaga bencana dan menyiapkan sarana prasana penanggulangan bencana. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas di dekat sungai atau daerah rawan longsor selama cuaca ekstrem berlangsung," ujar Mulyono.

Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan tim respons cepat untuk membantu penanganan bencana yang mungkin terjadi. "Kami telah mengaktifkan posko operasional di wilayah Sumatera Utara dan Riau. Tim SAR juga telah disiagakan untuk melakukan evakuasi jika diperlukan," jelas Suharyanto.

Mekanisme Pembentukan Siklon Tropis

Bibit siklon tropis 91B terbentuk dari adanya konvergensi angin di permukaan laut yang dipadukan dengan kondisi suhu permukaan laut yang cukup hangat. Menurut Kepala Divisi Prediksi BMKG, Aldi Taufik, kondisi ini memungkinkan terjadinya penguapan yang intensif dan pembentukan awan konvektif.

"Suhu permukaan laut di perairan barat Sumatera saat ini berkisar antara 29-30 derajat Celsius, yang merupakan kondisi ideal untuk pembentukan siklon tropis. Namun, untuk menjadi siklon tropis yang lengkap, sistem ini masih membutuhkan waktu dan kondisi atmosfer yang mendukung," jelas Aldi.

BMKG menambahkan bahwa bibit siklon tropis 91B merupakan salah satu dari beberapa sistem tropis yang terbentuk di wilayah perairan Indonesia pada musim hujan tahun ini. Meskipun belum menjadi siklon tropis penuh, potensinya untuk memicu hujan ekstrem tetap menjadi perhatian serius.

Proyeksi Cuaca Jangka Pendek

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, dalam lima hari ke depan, wilayah Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau akan mengalami peningkatan aktivitas hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan ini disertai angin kencang dengan kecepatan mencapai 40-60 kilometer per jam.

"Selain hujan, gelombang laut di perairan barat Sumatera juga diperkirakan akan tinggi, mencapai 3-5 meter. Kami masyarakat nelayan dan pengguna transportasi laut untuk berhati-hati dan menghindari kegiatan di laut selama kondisi ini berlangsung," tambah Aldi.

Pemerintah daerah setempat telah meminta masyarakat untuk siap-siap menghadapi potensi bencana dengan melakukan berbagai langkah antisipatif. Beberapa daerah telah mempersiapkan tempat pengungsian darurat dan melakukan pengecekan terhadap infrastruktur yang rentan terdampak bencana.

BMKG berkomitmen untuk terus memantau perkembangan bibit siklon tropis 91B dan akan memberikan update terbaru mengenai potensi dampaknya. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan cuaca ekstrem.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter