27, 2026
Internasional

Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor, Manajemen Persib Minta Suporter Tak Ada Aksi Balas Dendam

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/26/6adf1d451bd9e-bobotoh-asal-bogor-berusia-16-tahun-berinsial-ark-tewas-mengenaskan-di-jalan-raya-jakarta-bogor_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bobotoh Tewas Dibacok di Bogor, Manajemen Persib Minta Suporter Tak Ada Aksi Balas Dendam

Seorang pendukung Persib Bandung atau yang akrab disapa Bobotoh tewas mengenaskan akibat ditusuk di wilayah Bogor. Korban berinsial ARK (16 tahun) warga asal Bogor menjadi korban kekerasan dalam insiden yang menyayat hati ini. Kejadian ini terjadi pada Jumat (27/10/2023) malam di Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di dekat kawasan Gunung Putri.

Menurut keterangan Kepala Polres Bogor AKBP Budi Santoso, korban ARK ditemukan dalam keadaan tewas dengan luka bacok di bagian tubuhnya. "Korban ditemukan warga di pinggir jalan dengan lulus bacok di bagian dada dan perut. Tim medis yang datang ke lokasi tidak bisa membantu lagi karena korban sudah dalam keadaan meninggal dunia," ujar Budi Santoso saat dikonfirmasi.

Awalnya, ARK bersama teman-temannya sedang berkumpul di sebuah warung di sekitar lokasi kejadian. Konflik bermula saat terjadi percekcokan antara kelompok pendukung Persib dengan kelompok pendukung tim lawan yang tidak disebutkan namanya. "Ada pertengkaran antar kelompok suporter yang sedang nongkrong di warung. Konflik itu kemudian memanas dan berujung pada kekerasan," jelas Budi.

Saksi mata mengatakan bahwa ARK menjadi sasaran serangan karena dianggap mencoba menghentikan perkelahian antar kelompok. "Korban mencoba berdamai dengan menarik temannya yang sedang bertengkar. Namun, tidak disangka korban justru diserang oleh orang tak dikenal dari kelompok lawan," ucap salah satu saksi yang tidak mau disebutkan namanya.

Respons Manajemen Persib

Dikonfirmasi terkait insiden ini, Manajemen Persib Bandung menyatakan duka cita yang mendalam atas tewasnya seorang Bobotoh yang masih berusia 16 tahun. "Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas kejadian tragis yang menimpa ARK. Keluarga besar Persib ikut berduka cita atas kehilangan salah satu suporter setia kami," tulis pernyataan resmi yang dikeluarkan Manajemen Persib.

Manajemen Persib juga meminta kepada seluruh suporter untuk tetap tenang dan tidak terpancing melakukan aksi balas dendam. "Kami meminta kepada seluruh Bobotoh untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi untuk melakukan aksi balas dendam. Mari kita serahkan penegakan hukum kepada pihak berwajib," tegas pernyataan tersebut.

Perwakilan suporter Persib, Yayan, juga mengecam keras tindakan kekerasan yang menelan korban jiwa. "Kami mengecam keras tindakan kekerasan yang tidak terpuji ini. Kita mendukung penegakan hukum yang maksimal atas pelaku kejahatan ini. Ini bukan budaya Bobotoh," ujar Yayan.

Penyelidikan Polisi

Pihak kepolisian telah mengamankan beberapa saksi dan sedang melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap motif dan identitas pelaku. "Kami sudah mengamankan beberapa saksi dan sedang memeriksa mereka. Tim penyidik juga sedang mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian," jelas Budi Santoso.

Polisi menyatakan bahwa insiden ini diduga terkait perselisihan antar kelompok suporter. "Sementara ini, kita fokus mengungkap motif perselisihan ini dan siapa saja yang terlibat. Kami akan memproses sesuai dengan aturan berlaku," tambahnya.

Untuk membantu penyelidikan, polisi juga meminta informasi dari masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut. "Kita mengimbau masyarakat yang tahu tentang kejadian ini untuk segera melapor ke polisi. Setiap informasi sangat berarti bagi penyelesaian kasus ini," pungkas Budi.

Kondisi Olahraga Indonesia

Insiden ini kembali menyoroti masalah kekerasan dalam dunia olahraga, khususnya di kalangan suporter. Berbagai pihak menyoroti perlunya penanganan yang lebih serius dari pihak terkait untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

"Ini bukan kali pertama terjadi insiden kekerasan antar kelompok suporter. Kita perlu solusi sistematis dari berbagai pihak, mulai dari klub, pengurus suporter, hingga pemerintah," ujar ahli sosiologi olahraga, Dr. Rudi Santoso.

Menko Polhukam Mahfud MD juga menanggapi insiden ini dengan menyatakan akan memastikan penegakan hukum berjalan adil. "Kita tidak akan mengizinkan adanya aksi kekerasan dalam olahraga. Apalagi menimbulkan korban jiwa. Polisi harus bertindak tegas," ujar Mahfud.

Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali meminta semua pihak bersikap bijak dan tidak terpancing emosi. "Olahraga harus menjadi sarana positif, bukan untuk kekerasan. Mari kita dukung penegakan hukum dan jangan ada lagi aksi balas dendam yang akan memperkeruh situasi," pungkas Zainudin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter