25, 2026
Teknologi

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Disengat Tawon Vespa di Bojonggede Bogor

Serangan tawon vespa di Bojonggede, Bogor, mengakibatkan seorang anak berusia 6 tahun meninggal. Tiga korban lainnya dalam kondisi membaik setelah perawatan.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Disengat Tawon Vespa di Bojonggede Bogor

Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Disengat Tawon Vespa di Bojonggede Bogor

BOJONGGEDE - Seorang bocah berusia 6 tahun dinyatakan meninggal dunia setelah disengat tawon Vespa (Vespula sp.) di wilayah Bojonggede, Bogor. Kecelakaan tragis ini terjadi pada Rabu (15/5) siang dan menjadi perhatian serius masyarakat setempat terkait bahaya serangga yang semakin marak di beberapa wilayah.

Korban bernama Ahmad Fauzan Al Farisi (6), warga RT 04/RW 07, Kelurahan Bojonggede, Kecamatan Bojonggede, Bogor. Menurut keterangan Kepala Polsek Bojonggede, Kompol Eko Purnomo, kejadian bermula saat korban sedang bermain di halaman rumahnya bersama teman-teman seusianya.

"Saksi mata mengatakan korban sedang bermain di halaman rumah saat tiba-tiba disengat seekor tawon Vespa. Korban sempat terlihat panik dan berlari masuk ke dalam rumah," ujar Eko Purnomo saat dikonfirmasi, Kamis (16/5).

Setelah disengat, korban mengeluhkan rasa sakit di bagian leher dan wajah. Orang tua korban yang mendengar tangisan anak segera mendatangi dan melihat kondisi Ahmad Fauzan yang sudah memucat dan kesulitan bernapas. Korban langsung dibawa ke Puskesmas Bojonggede untuk mendapatkan pertolongan pertama.

"Ketika tiba di Puskesmas, kondisi korban sudah sangat memprihatinkan. Tim medis segera memberikan penanganan darurat namun sayangnya setelah beberapa jam upaya penyelamatan, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 15.30 WIB," jelas Kepala Puskesmas Bojonggede, dr. Siti Aminah.

Gejala Reaksi Alergi yang Ditimbulkan

Menurut dr. Siti, tawon Vespa dikenal memiliki sengat yang sangat menyakitkan dan berbahaya, terutama bagi individu yang memiliki alergi terhadap racun serangga tersebut. "Tawon Vespa menyuntikkan racun yang mengandung protein asit melittin yang dapat menyebabkan reaksi alergi mulai dari ringan hingga anafilaksis yang berbahaya jiwa," jelasnya.

Gejala awal setelah disengat tawon Vespa biasanya berupa rasa sakit terbakar di area sengatan, pembengkakan, dan kemerahan. Namun pada penderita alergi, gejalanya dapat berkembang menjadi lebih serius seperti sesak napas, penurunan tekanan darah, dan shock anafilaksis dalam hitungan menit.

"Dalam kasus Ahmad Fauzan, diduga korban memiliki reaksi alergi ekstrim terhadap sengatan tawon Vespa. Gejala muncul sangat cepat dan kondisinya memburuk dengan pesat, sehingga tim medis tidak sempat melakukan intervensi yang optimal," tambah dr. Siti.

Tingkat Kematian Akibat Sengatan Tawon Vespa

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat ratusan kasus kematian akibat sengatan serangga, termasuk tawon Vespa. Meskipun tidak seberbahaya tawon Asia (Asian giant hornet), tawon Vespa tetap dianggap berbahaya karena sengatannya yang bisa menyebabkan reaksi alergi fatal.

"Kematian akibat sengatan tawon biasanya disebabkan oleh reaksi alergi sistemik atau anafilaksis, bukan karena racunnya yang mematikan secara langsung. Pada individu alergi, tubuh bereaksi berlebihan terhadap protein dalam racun serangga tersebut," jelas Dr. Budiawan, spesialis alergi dari RS Cipto Mangunkusumo.

Upaya Pencegahan dan Edukasi Masyarakat

Tragedi ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terkait bahaya tawon Vespa yang semakin banyak terlihat di permukiman. Tawon jenis ini cenderung membangun sarang di tempat-tempat teduh seperti genteng, pohon, atau sudut-sudut rumah.

Pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara mengenali tawon Vespa, langkah pencegahan sengatan, serta penanganan pertolongan pertama jika terkena sengatan serangga. "Kami akan bekerjasama dengan puskesmas dan dinas kesehatan untuk memberikan edukasi kepada warga, khususnya orang tua dan pengasuh anak," tambahnya.

Sementara itu, keluarga korban masih berduka atas kepergian Ahmad Fauzan. Orang tua korban belum bisa memberikan keterangan lengkap karena masih terlalu terpukul atas kejadian tersebut. "Kami masih syok dan bersedih. Anak kami yang satu-satunya ini tiba-tiba pergi meninggalkan kami," ucap ayah korban, Hasan (35) dengan suara terbata-bata.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Bogor untuk lebih waspada terhadap serangan serangga berbahaya. Pihak berwenang diharapkan dapat melakukan langkah-langkah preventif untuk mengurangi populasi tawon Vespa di permukiman agar tidak ada lagi korban jiwa di kemudian hari.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter