25, 2026
Politik

Cak Imin Dorong Keterlibatan Pesantren Cegah Karhutla dengan Cara Ini

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/08/31/6a957f22e28b4-ketua-umum-partai-kebangkitan-bangsa-pkb-muhaimin-iskandar-alias-cak-imin_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Cak Imin Dorong Keterlibatan Pesantren Cegah Karhutla dengan Cara Ini

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin menyerukan pesantren untuk turut serta dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, lembaga pendidikan yang berbasis pesantren memiliki potensi besar dalam membentuk kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan hidup, terutama dalam mencegah bencana karhutla yang sering terjadi di Indonesia.

Dalam sebuah acara diskusi yang diselenggarakan beberapa waktu lalu, Cak Imin menjelaskan bahwa pesantren sebagai pusat pendidikan dan dakwah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap alam. Ia menekankan bahwa pendekatan agama dalam mengajarkan perlindungan lingkungan sangat efektif karena akan menjangkau hingga ke tingkat dasar masyarakat.

Pendekatan Agama dan Lingkungan Hidup

Cak Imin mengungkapkan bahwa ajaran agama, khususnya Islam, memiliki banyak landasan untuk menjaga lingkungan hidup. Menurutnya, konsep khalifah fil ardh (pemimpin di bumi) menunjukkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan merawat alam. "Dalam ajaran Islam, menjaga lingkungan adalah bentuk ibadah. Ini bukan sekadar masalah etika, tapi juga kewajiban religius," ujarnya.

Ia mencontohkan bahwa banyak pesantren yang sudah menerapkan program penghijauan dalam kurikulumnya. Pesantren-pesantren tersebut mengajarkan murid-muridnya untuk menanam pohon, mengelola sampah, serta memahami pentingnya kelestarian hutan. "Kita perlu memperluas program ini hingga ke seluruh pesantren di Indonesia. Dengan cara ini, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tapi juga pusat perubahan untuk lingkungan," tambahnya.

Program Aksi Konkret

Untuk mewujudkan ide tersebut, Cak Imin mengusulkan beberapa program aksi konkret yang dapat dilakukan pesantren. Pertama, integrasi materi pendidikan lingkungan dalam kurikulum pesantren. Kedua, penyelenggaraan program penghijauan massal seperti penanaman pohon dan rehabilitasi lahan kering. Ketiga, pembentukan kelompok pemantau lingkungan yang terdiri dari santri dan kyai.

"Kita juga bisa melibatkan pesantren dalam program penanggulangan karhutla yang sudah ada. Misalnya, pesantren dapat menjadi posko informasi atau pusat pelatihan untuk masyarakat sekitar tentang cara mencegah kebakaran hutan," paparnya.

Kolaborasi dengan Pemerintah dan Lembaga Lain

Cak Imin menekankan bahwa kolaborasi antara pesantren dengan pemerintah serta lembaga lain menjadi kunci kesuksesan program ini. Menurutnya, pemerintah dapat memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana, sementara pesantren memberikan sumber daya manusia yang berbasis nilai-nilai agama.

"Kita perlu sinergi antara berbagai pihak. Pemerintah, LSM, komunitas, dan pesantren harus bekerja sama. Pesantren dengan jaringannya yang luas bisa menjadi agen perubahan yang efektif," ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa PKB siap menjadi fasilitator dalam kolaborasi tersebut. Partai akan memfasilitasi pertemuan antara para kiai, pemerintah daerah, dan lembaga lingkungan untuk membahas program-program konkret yang dapat diwujudkan.

Tanggapan Positif dari Kalangan Pesantren

Usulan ini mendapat respons positif dari kalangan pesantren. Beberapa kiai dan pimpinan pesantren menyatakan siap mendukung program ini. Menurut mereka, pendekatan agama dalam masalah lingkungan sangat relevan dan akan diterima baik oleh masyarakat.

"Kami sangat mendukung inisiatif ini. Pesantren memang seharusnya tidak hanya fokus pada pendidikan agamanya saja, tapi juga ikut serta dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa, termasuk masalah lingkungan," kata several kiai yang memilih tidak disebutkan namanya.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meski demikian, Cak Imin mengakui bahwa ada beberapa tantangan yang harus diatasi dalam mewujudkan program ini. Pertama, perlu adanya keseriusan dari semua pihak untuk mengimplementasikan program ini secara konsisten. Kedua, diperlukan pendanaan yang memadai untuk mensukseskan berbagai kegiatan yang direncanakan.

"Tantangan utamanya adalah bagaimana membuat program ini berkelanjutan. Bukan hanya sekali dua kali kegiatan, tapi harus menjadi budian di pesantren. Untuk itu, perlu dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan masyarakat," jelasnya.

Harapan Jangka Panjang

Dengan adanya keterlibatan pesantren dalam pencegahan karhutla, Cak Imin berharap dapat tercipta perubahan paradigma di masyarakat tentang perlindungan lingkungan. Menurutnya, jika generasi muda yang dididik di pesantren sudah memiliki kesadaran lingkungan sejak dini, maka di masa depan akan tercipta masyarakat yang peduli terhadap alam.

"Ini adalah investasi untuk masa depan. Jika kita berhasil menanamkan nilai-nilai lingkungan di santri, maka mereka akan menjadi agen perubahan di masing-masing komunitas nanti. Dengan begitu, bencana karhutla dapat dicegah secara lebih efektif," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter