30, 2026
Olahraga

Cerita Baihakki Khaizan soal Tekel yang Mematahkan Pergelangan Kaki Boaz Solossa di Piala Final AFF 2004: Sama Sekali Tidak Ada Niat

Hesti Nasution
Hesti Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Baihakki Khaizan Bantah Ada Niat Sengaja Cedera Boaz Solossa di Final AFF 2004

Dunia sepakbola Indonesia masih ingat dengan insiden yang terjadi di final Piala AFF 2004 antara Singapura dan Indonesia. Insiden yang melibatkan Baihakki Khaizan dan Boaz Solossa menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah turnamen tersebut. Kini, Baihakki Khaizan memberikan klarifikasi soal insiden yang mengakibatkan Boaz Solossa mengalami patah tulang pergelangan kaki tersebut.

Menurut Baihakki, insiden tersebut benar-benar tidak disengaja. Ia mengaku hanya melakukan tekel normal dalam sebuah pertandingan sepakbola yang sengit. "Sama sekali tidak ada niat saya untuk melukai Boaz Solossa. Saya hanya melakukan tekel seperti biasanya dalam sebuah pertandingan," ujar Baihakki dalam wawancara terbarunya.

Insiden di Final AFF 2004

Pada final Piala AFF 2004, pertandingan antara Singapura dan Indonesia berlangsung sangat sengit. Skor imbang 1-1 memakai pertandingan lanjutan ke perpanjangan waktu. Di menit-menit akhir, Boaz Solossa yang sedang mengancam gawang Singapura dilanggar oleh Baihakki Khaizan. Insiden tersebut mengakibatkan Boaz Solossa mengalami patah tulang pergelangan kaki dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Insiden tersebut menjadi titik balik dalam pertandingan. Tanpa Boaz Solossa, performa tim Indonesia menurun dan akhirnya Singapura berhasil memenangkan pertandingan melalui gol tunggal gol kemenangan dicetak oleh Noh Alam Shah di menit 107. Kemenangan tersebut membawa Singapura meraih gelar juara untuk kedua kalinya.

Reaksi Setelah Insiden

Setelah insiden tersebut, banyak reaksi dari berbagai pihak. Beberapa pihak menuding Baihakki melakukan tekel sengaja untuk mengeliminasi Boaz Solossa yang dianggap sebagai ancaman utama bagi pertahanan Singapura. Sementara itu, pihak Singapura membantah adanya niat buruk dari pemainnya tersebut.

Baihakki mengaku sempat merasa bersalah setelah melihat kondisi Boaz Solossa yang terbaring di lapangan dengan cedera serius. "Saya merasa sedih melihatnya terluka. Tapi dalam sepakbola, insiden seperti itu bisa terjadi kapan saja. Saya tidak sengaja," ujarnya.

Klarifikasi Baihakki Khaizan

Dekat dua puluh tahun setelah insiden tersebut, Baihakki Khaizan kembali membuka suara memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa tekel yang dilakukan kepada Boaz Solossa bukanlah tindakan sengaja. Menurutnya, dalam kecepatan dan intensitas pertandingan seperti itu, kadang-kadang insiden tidak diinginkan bisa terjadi.

Baihakki juga menyampaikan salam untuk Boaz Solossa. "Saya harap Boaz sudah sembuh total dan tidak ada dampak jangka panjang dari cedera tersebut. Dia adalah pemain hebat dan saya menghormati karirnya," tambahnya.

Dampak bagi Karir Kedua Pemain

Insiden tersebut memberikan dampak signifikan bagi karir kedua pemain. Bagai Boaz Solossa, cedera tersebut membuatnya harus absen dari lapangan hijau selama berbulan-bulan. Ia harus menjalani proses rehabilitasi yang panjang sebelum bisa kembali bermain dengan optimal.

Sementara itu, bagi Baihakki Khaizan, insiden tersebut membuat namanya diingat oleh penggemar sepakbola Indonesia. Namun, ia tetap melanjutkan karirnya dengan baik dan menjadi salah satu bek terbaik yang pernah dimiliki Singapura.

Pengalaman dari Insiden

Baihakki mengakui bahwa insiden tersebut menjadi pengalaman berharga baginya dalam menjalani karir sebagai pemain profesional. "Setelah insiden ini, saya menjadi lebih waspada dalam melakukan tekel. Saya belajar untuk lebih mengontrol emosi dan menghormati lawan," ujarnya.

Ia juga berharap insiden seperti ini tidak akan terulang lagi dalam sepakbola. "Sepakbola adalah olahraga yang seharusnya menyenangkan dan kompetitif, bukan tempat untuk menyakiti lawan. Saya berharap para pemain bisa saling menghormati di lapangan hijau," pungkas Baihakki.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Nasution

Analis pasar modal dengan pengalaman lebih dari satu dekade di industri.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter