28, 2026
Teknologi

Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

BPI Danantara menunjuk Danareksa sebagai pengelola kawasan industri terintegrasi. Transformasi bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi]]>

Teguh Setiawan
Teguh Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

Danantara Siapkan Model Bisnis Baru Danareksa, Target Mulai 2027

Perusahaan induk holding BUMN, Danareksa, melalui anak usahanya PT Danantara Infrastruktur Indonesia (Danantara) tengah menyiapkan model bisnis baru yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi induk usaha. Strategi ini merupakan bagian dari transformasi bisnis yang sedang dilakukan Danareksa untuk menghadapi tantangan dan peluang di era ekonomi digital dan transisi energi.

Model Bisnis Inovatif untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

Direktur Utama Danantara, Budi Santoso, mengungkapkan bahwa model bisnis baru ini fokus pada pengembangan infrastruktur digital dan energi terbarukan sebagai pilar utama pertumbuhan perusahaan di masa depan. Menurutnya, transformasi ini menjadi penting mengingat pergeseran tren global yang semakin mengarah pada ekonomi berbasis teknologi dan keberlanjutan lingkungan.

"Kami sedang mengembangkan model bisnis yang mengintegrasikan infrastruktur digital dengan proyek energi terbarukan. Tujuannya adalah menciptakan sinergi antara dua sektor yang memiliki potensi besar untuk memberikan nilai tambah bagi Danareksa dan nasib," ujar Budi dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual beberapa waktu lalu.

Target Implementasi dan Proyeksi Pertumbuhan

Model bisnis baru ini direncanakan akan mulai diimplementasikan pada tahun 2027. Danantara telah menyiapkan rencana aksi jangka pendek dan menengah untuk memastikan persiapan berjalan sesuai jadwal. Rencana ini mencakup penyiapan dana, pengembangan sumber daya manusia, serta studi kelayakan terhadap berbagai proyek infrastruktur digital dan energi terbarukan yang akan dikembangkan.

Dalam proyeksi awal, model bisnis ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Danareksa mulai tahun 2028. Perusahaan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% per tahun setelah implementasi model bisnis baru ini berjalan penuh.

Fokus pada Infrastruktur Digital dan Energi Terbarukan

Infrastruktur digital yang menjadi fokus utama meliputi pengembangan pusat data, jaringan 5G, serta platform digital untuk layanan pemerintah dan sektor swasta. Sementara itu, di sektor energi terbarukan, Danantara berencana mengembangkan proyek-proyek pembangkit listrik tenaga surya, angin, dan hidro listrik berskala besar.

"Kami melihat ada celah besar di pasar untuk infrastruktur digital di Indonesia, khususnya dalam mendukung program digitalisasi pemerintah dan transformasi digital industri. Di sisi lain, transisi energi menjadi prioritas nasional yang memberikan peluang besar bagi kami untuk berkontribusi," tambah Budi.

Kolaborasi dengan Pihak Eksternal

Untuk mewujudkan rencana ini, Danantara berencana melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari sektor swasta maupun mitra internasional. Kolaborasi ini mencakup pembentukan joint venture dengan perusahaan teknologi terkemuka, serta kerja sama dengan pemerintah daerah dalam pengembangan infrastruktur di wilayah.

"Kami bukan ingin berjalan sendiri. Transformasi ini membutuhkan ekosistem yang kuat, dan kami siap bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki visi serupa untuk kemajuan Indonesia," jelas Budi.

Persiapan Sumber Daya dan Teknologi

Sebagai bagian dari persiapan, Danantara sedang melakukan peningkatan kapabilitas sumber daya manusia melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi di bidang teknologi digital dan energi terbarukan. Perusahaan juga sedang melakukan studi teknis dan analisis pasar untuk memastikan setiap proyek yang akan dikembangkan memiliki dasar yang kuat.

"Kami memahami bahwa tantangannya besar, tetapi kami juga yakin dengan potensi yang ada. Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh pihak, kami percaya model bisnis baru ini akan sukses," ujar Budi dengan optimistis.

Dampak bagi Ekosistem Bisnis Nasional

Penerapan model bisnis baru ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi Danareksa, tetapi juga bagi ekosistem bisnis nasional secara keseluruhan. Melalui pengembangan infrastruktur digital dan energi terbarukan, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital, menciptakan lapangan kerja baru, serta mendukung pencapaian target netralitas karbon Indonesia.

Kepala Eksekutive Danareksa, Rina Wijaya, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari komitment perusahaan untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. "Kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan finansial, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang positif. Transformasi bisnis ini adalah cara kami mewujudkan komitmen tersebut," kata Rina.

Visi Jangka Panjang Danareksa

Dengan implementasi model bisnis baru ini, Danareksa menargetkan dapat menjadi pemain utama di sektor infrastruktur digital dan energi terbarukan di Indonesia pada tahun 2030. Visi ini sejalan dengan arahan pemerintah dalam membangun ekonomi digital dan transisi energi yang berkelanjutan.

"Transformasi ini adalah langkah strategis untuk memastikan Danareksa tetap relevan dan berkontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia di masa depan. Kami siap menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada," pungkas Rina.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Setiawan

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter