Detik-Detik Rig Minyak Tenggelam di Laut, 1 Pekerja Tewas-4 Hilang
Tragedi menimpa industri migas di perairan Indonesia. Sebuah rig minyak tenggelam di tengah laut, menewaskan satu pekerja dan menyebabkan empat orang lainnya hilang. Kejadian ini terjadi pada Selasa (15/11) pagi di wilayah perairan utara Pulau Jawa, sekitar 120 kilometer dari pantai Jepara, Jawa Tengah.
Rig minyak yang bernama "Pacific Explorer" itu tenggelam secara tiba-tiba saat sedang dalam proses pengeboran minyak. Menurut keterangan dari PT Nusantara Energy Resources, operator rig tersebut, bencana terjadi ketika cuaca laut sedang buruk dengan gelombang setinggi 4-5 meter.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan laporan saksi mata dan rekaman CCTV yang berhasil diselamatkan, bencana dimulai sekiti pukul 09.30 WIB saat rig diguncang gempa bumi bawah laut berkekuatan 5,5 skala Richter. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada struktur pendukung rig.
"Kita sedang dalam operasi rutin ketika tiba-tiba rig diguncang guncangan hebat. Beberapa pipa retak dan air laut mulai masuk dengan cepat," ujar Ahmad Fauzi, Kepala Shift di rig yang berhasil selamat.
Upatan evakuasi segera dilakukan oleh kru yang berada di rig. Namun, karena kondisi yang darurat, evakuasi hanya berhasil dilakukan bagi 25 dari 30 pekerja yang ada di rig saat itu.
Tim SAR Terjun Tindak Lanjuti
Bertepatan dengan laporan hilangnya pekerja, Basarnas langsung mengirimkan tim SAR gabungan. Tim terdiri dari kapal patroli Basarnas, kapal milik TNI AL, dan dua helikopter milik TNI AU.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung di area sekitar lokasi tenggelamnya rig. Tim SAR menghadapi tantangan kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan arus laut yang kuat.
Korban dan Korban Luka
Dari 25 pekerja yang berhasil dievakuasi, satu orang dinyatakan tewas di tempat. Korban bernama Hendri (45) warga Jakarta, tewas mengenaskan akibat tertimpa puing-puing struktur rig saat hendak melarikan diri.
Empat pekerja lainnya masih dalam kondisi hilang. Mereka diduga terpisah dari kelompok utama saat gelombang besar menerjang. Identitas korban hilang adalah Budi Santoso (38), Eko Prasetyo (32), Maya Sari (29), dan Ahmad Rizki (41).
Respon Pemerintah dan Perusahaan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said, segera menginstruksikan kepada seluruh perusahaan migas untuk melakukan inspeksi keselamatan di seluruh fasilitas operasionalnya.
Sementara itu, PT Nusantara Energy Resources mengumumkan akan membantu seluruh biaya evakuasi, penyelamatan, dan pemulihan korban. Perusahaan juga menyatakan akan memberikan kompensasi bagi keluarga korban tewas dan hilang.
Dampak Operasi Migas
Bencana ini berdampak pada operasi pengeboran minyak di sekitar wilayah tersebut. PT Nusantara Energy Resources mengumumkan sementara waktu menghentikan semua aktivitas operasional di sekitar lokasi kejadian hingga investigasi selesai.
Industri migas Indonesia yang kini tengah fokus pada peningkatan produksi internal harus menghadapi tantangan baru dalam menjaga keselamatan operasional, terutama menghadapi potensi bencana alam yang semakin tidak menentu.
Komentar (0)