28, 2026
Politik

DPR Ajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

DPR Ajak Rawat Persatuan lewat Kerja Nyata di Hari Sumpah Pemuda

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda yang diperingati set tanggal 28 Oktober, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan kesatuan melalui kerja nyata. Ajakan ini disampaikan dalam sebuah acara peringatan yang digelar secara meriah di Gedung Nusantara, Jakarta, pada Rabu (28/10/2023). Ketua DPR Puan Maharani menekankan bahwa persatuan bukan sekadar slogan, melainkan komitmen kolektif yang harus diwujudkan dalam setiap aspek kehidupan bangsa.

Sejarah dan Makna Sumpah Pemuda

Hari Sumpah Pemuda memperingati momen penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928, 192 pemuda dari berbagai etnis, budaya, dan latar belakang berbeda berkumpul di Jakarta dan mengucapkan Sumpah Pemuda yang menegaskan persatuan Indonesia dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah penting dalam proses pembentukan kesadaran nasional Indonesia.

Dalam pidatonya, Puan Maharani menyoroti bahwa semangat persatuan yang ditanakan para pemuda 95 tahun lalu masih sangat relevan hingga kini. "Sumpah Pemuda bukan hanya sekadar cerita masa lalu, tetapi menjadi inspirasi bagi kita untuk terus memperkokoh persatuan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini," ujarnya.

Komitmen DPR untuk Persatuan Bangsa

DPR menunjukkan komitmennya dalam membangun persatuan melalui berbagai program kerja yang telah dan akan dilaksanakan. Salah satu program unggulan adalah Program Nasional Kaderisasi Pemuda yang bertujuan untuk membangun generasi muda yang berakhlak mulia, berintelektualitas tinggi, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat.

"Kami melihat generasi muda sebagai aset berharga dalam membangun persatuan bangsa. Melalui program kaderisasi ini, kami berharap mampu mencetak pemimpin masa depan yang mampu memimpin dengan bijaksana dan menyatukan berbagai elemen masyarakat," jelas Puan.

Selain itu, DPR juga aktif mendorong program pemberdayaan UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Program ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi yang sering menjadi penyebab disintegrasi sosial. "Ketika ekonomi rakyat sehat, otomatis akan tercipta keadilan sosial yang menjadi fondasi persatuan," tambahnya.

Peran Berbagai Pihak dalam Mewujudkan Persatuan

Dalam kesempatan itu, DPR juga mengajak berbagai pihak untuk turut serta dalam membangun persatuan bangsa. Pemerintah daerah diimbau untuk membuat kebijakan yang inklusif dan tidak diskriminatif. Dunia usaha dihimbau untuk menyerap tenaga kerja secara merata tanpa memandang latar belakang etnis atau agama.

Lembaga pendidikan diminta untuk mengedepankan nilai-nilai kebangsaan dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran. "Pendidikan adalah fondasi utama dalam menanamkan nilai persatuan sejak dini. Melalui pendidikan, kita bisa membangun generasi yang cinta tanah air dan menghargai perbedaan," kata Puan.

Organisasi kemasyarakatan juga diundang untuk berperan aktif sebagai penjaga persatuan. Mereka diminta untuk menjadi wahana komunikasi antar komunitas serta mediator dalam menyelesaikan konflik yang mungkin timbul.

Tantangan Persatuan di Era Digital

DPR mengakui bahwa persatuan bangsa di era digital menghadapi tantangan baru yang lebih kompleks. Informasi cepat menyebar namun tidak selalu akurat, seringkali menimbulkan provokasi dan hoaks yang merusak persatuan.

Menutup sambutannya, Puan Maharani mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengingat kembali semangat para pemuda 1928 yang bersatu padu dalam cita-cita merdeka. "Mari kita jadikan Hari Sumpah Pemuda ini sebagai momentum untuk membangun Indonesia yang lebih baik, persatuan kita adalah kekuatan kita," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter