Titik balik sebuah agenda ekonomi biasanya tidak terlihat di angka makro, melainkan di momen ketika infrastuktur pendukungnya resmi berdiri. Peresmian Garuda Spark Global Hub pada Rabu (26/8/2026) berpotensi menjadi salah satunya.
Tesisnya lugas: ekonomi digital memungkinkan Indonesia menambah devisa tanpa mengirim kontainer, cukup lewat ekspor jasa teknologi, produk digital, dan royalti kekayaan intelektual yang lahir dari ekosistem dalam negeri.
Prasyaratnya adalah kapasitas pengetahuan, dan di situlah target 4 juta talenta digital menjadi krusial. Latar lengkapnya dapat disimak pada laporan peresmiannya.
Komentar (0)