Erick Thohir Pastikan Nasib Piala Asia 2027 Ditentukan Rapat Exco AFC di Thailand
Presiden PSSI Erick Thohir mengungkapkan bahwa nasib Indonesia sebagai tuan rumah Piala Asia 2027 akan ditentukan dalam rapat Eksekutif Komite (Exco) AFC di Thailand pada 18 November 2026. Pernyataan ini dikeluarkan usai rapat koordinasi antara pemerintah dan PSSI terkait persiapan penyelenggaraan turnamen sepakbola terbesar di Asia tersebut.
Dalam rapat yang berlangsung di Kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Thohir menegaskan bahwa Indonesia tetap komitmen menjadi tuan rumah Piala Asia 2027. Namun, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar keputusan akhir bisa ditetapkan.
Kompleksitas Persiapan Tuan Rumah
"Kami telah menyampaikan persiapan kami ke AFC. Ada beberapa aspek yang masih perlu kami sempurnakan, terutama terkait infrastruktur dan standar stadion," ujar Thohir saat konferensi pers usai rapat.
Thohir menjelaskan bahwa AFC memiliki kriteria ketat bagi tuan rumah, mulai dari kualitas stadion, fasilitas pendukung, hingga kemampuan manajerial. Indonesia saat ini tengah fokus membangun beberapa stadion baru dan memperbaiki yang sudah ada untuk memenuhi standar AFC.
"Kami sedang dalam proses renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno, beberapa stadion di Surabaya, dan juga persiapan stadion di Makassar. Semua ini dilakukan untuk memastikan semua venue memenuhi persyarat AFC," tambahnya.
Tantangan yang Dihadapi
Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi, mengakui ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam persiapan penyelenggaraan Piala Asia 2027. Salah satu yang paling signifikan adalah masalah visa dan imigrasi bagi para tim peserta dan pendukungnya.
"Kami sedang berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM untuk menyederhanakan proses visa bagi para peserta dan penggemar yang akan datang ke Indonesia. Ini menjadi salah satu prioritas utama kami," jelas Yunus.
Selain itu, persiapan logistik dan transportasi juga menjadi perhatian serius. Dengan 24 tim yang akan berpartisipasi, distribusi tim ke berbagai kota tuan rumah membutuhkan perencanaan yang matang.
Persiapan Operasional dan Keamanan
Kepala Satuan Tugas (Satgas) Piala Asia 2027, Fachry Lubis, menyatakan bahwa persiapan operasional sedang berjalan maksimal. Satgas telah membentuk beberapa sub tim yang masing-masing menangani aspek tertentu.
"Kami memiliki tim terpisah untuk operasional, keamanan, promosi, dan fasilitas. Setiap tim memiliki target dan timeline yang jelas. Kami juga telah melakukan survei ke beberapa negara yang pernah menyelenggarakan turnamen serupa untuk mempelajari best practicenya," ujar Fachry.
Untuk keamanan, pihaknya berkoordinasi dengan TNI/Polri untuk memastikan semua aspek keamanan terpenuhi. "Kita tidak boleh mengambil risiko dalam hal keamanan. Semua protokol akan kami siapkan dengan matang," tambahnya.
Reaksi Publik dan Ekspektasi
Kabar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2027 disambut antusias oleh masyarakat. Banyak pihak berharap turnamen ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan citra Indonesia di mata dunia.
"Ini kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan Indonesia menyelenggarakan event internasional besar. Para atlet kita juga akan mendapat pengalaman berharga," ujar seorang penggemar sepakbola, Ahmad Rizki.
Di sisi lain, ada pula kekhawatiran tentang kesiapan Indonesia. Beberapa pihak menyoroti masalah infrastruktur yang masih belum merata di beberapa daerah.
Target Akhir 2026
Erick Thohir menegaskan bahwa target utama adalah mendapatkan persetujuan akhir dari AFC pada November 2026. "Kami akan menunjukkan kemajuan kami dalam rapat-rapat mendatang. Semua persiapan akan kami lakukan dengan maksimal," pungkasnya.
Dengan waktu kurang dari dua tahun, Indonesia memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Namun, semangat dan komitmen tinggi menjadi motor utama dalam persiapan penyelenggaraan Piala Asia 2027.
Komentar (0)