Fasilitas di NTB dan NTT Belum Lengkap, Pramono Anung: Jakarta Siap Bantu Gelar PON 2028
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membantu penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2028 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam kunjungan kerjanya ke NTB dan NTT, Pramono mengevaluasi kesiapan infrastruktur olahraga di kedua provinsi tersebut.
Menurut Pramono, meskipun kedua provinsi memiliki potensi alam yang luar biasa, kesiapan fasilitas olahraga masih memerlukan peningkatan agar dapat menyelenggarakan event multi-event olahraga terbesar di Indonesia tersebut. "Jakarta siap membantu. Kita punya pengalaman dalam menyelenggarakan event-event besar seperti Asian Games 2018," ujar Pramono saat ditemui di Mataram, NTB, Rabu (27/10/2026).
Evaluasi Infrastruktur Olahraga
Dalam kunjungan kerjanya yang berlangsung selama tiga hari, Pramono beserta rombongan telah mengunjungi beberapa fasilitas olahraga di NTB dan NTT. Di NTB, rombongan meninjau Stadion Pamekasan, GOR Senggigi, dan beberapa fasilitas olahraga lainnya. Sementara di NTT, mereka mengunjungi Stadier Tambolaka, GOR Kupang, dan kompleks olahraga di Kabupaten Ende.
Evaluasi menunjukkan bahwa beberapa fasilitas masih memerlukan perbaikan dan peningkatan. "Beberapa stadion dan GOR yang kami kunjungi masih dalam kondisi yang belum memadai untuk menyelenggarakan event skala nasional. Khususnya terkait standar internasional untuk atlet-atlet tingkat nasional bahkan internasional," jelas Pramono.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengakui bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memenuhi standar PON. "Kami bersyukur Bapak Gubernur DKI Jakarta datang memberikan arahan dan bantuan. Ini sangat membantu kami dalam persiapan menuju PON 2028," ujar Zulkieflimansyah.
Bantuan dari DKI Jakarta
Pramono menjelaskan bahwa bantuan yang akan diberikan DKI Jakarta tidak hanya berupa dana, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengalaman dalam penyelenggaraan event olahraga. "Jakarta siap mengirim tim ahli untuk membantu merancang dan merevitalisasi fasilitas olahraga di sini. Kita juga bisa membantu pelatihan tenaga teknis dan penyelenggara event," tambahnya.
Salah satu contoh bantuan konkret yang akan diberikan adalah renovasi Stadion Pamekasan agar memenuhi standar AFC. "Kami akan bantu merancang ulang stadir ini agar bisa digunakan untuk pertandingan sepak bola internasional. Ini penting karena setelah PON, fasilitas ini harus tetap bermanfaat untuk masyarakat," jelas Pramono.
Sementara itu, Gubernur NTT, Viktor Laiskodat, menyambut baik rencana bantuan dari DKI Jakarta. "Kami butuh bantuan teknis dan pengalaman Jakarta yang sudah sukses menyelenggarakan Asian Games. Dengan bantuan tersebut, kami yakin PON 2028 akan berjalan sukses," ujar Viktor.
Persiapan Menuju PON 2028
PON XX 2028 direncanakan akan diselenggarakan secara bergilir di NTB dan NTT dengan beberapa cabang olahraga yang akan dilaksanakan di masing-masing provinsi. Rencananya, NTB akan menjadi tuan rumah untuk cabang olahraga air, sementara NTT akan menggelar cabang olahraga yang berhubungan dengan gunung dan hutan.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata NTB, Muhammad Arifin, menyatakan bahwa persiapan telah dimulai sejak tahun 2025. "Kami sudah membuat master plan penyelenggaraan PON. Namun, masih banyak hal yang perlu diperbaiki, terutama fasilitas olahraga dan akomodasi untuk atlet dan official," jelas Arifin.
Pramono menambahkan bahwa DKI Jakarta juga akan membantu dalam hal promosi dan pariwisata. "PON 2028 ini adalah kesempatan emas untuk mempromosikan keindahan NTB dan NTT ke seluruh Indonesia bahkan dunia. Jakarta siap membantu promosi melalui berbagai platform," ujarnya.
Tantangan yang Dihadapi
Menurut Pramono, tantangan terbesar dalam penyelenggaraan PON di NTB dan NTT adalah infrastruktur transportasi dan komunikasi. "Akses ke beberapa lokasi event masih terbatas. Ini perlu diperbaiki agar seluruh peserta dan official dapat bergerak dengan mudah," jelasnya.
Selain itu, ketersediaan akomodasi yang memadai juga menjadi perhatian. "Kita membutuhkan hotel dan penginapan yang memenuhi standar untuk ribuan atlet, official, dan tamu yang akan datang. Mungkin perlu dibangun beberapa fasilitas sementara," tambah Pramono.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengajak seluruh elemen masyarakat NTB dan NTT untuk turut serta dalam persiapan PON 2028. "Ini adalah event nasional yang membanggakan. Mari kita bersama-sama memastikan penyelenggaraannya berjalan sukses," tutupnya.
Komentar (0)