27, 2026
Nasional

Gempa M 4,7 Terjadi di Pulau Doi Malut

Gempa magnitudo 4,7 mengguncang Pulau Doi, Maluku Utara, pada 27 Oktober 2026. Pusat gempa berada di laut, kedalaman 90 km. Belum ada laporan dampak.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa M 4,7 Terjadi di Pulau Doi Malut

Gempa M 4,7 Terjadi di Pulau Doi Malut

Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4,7 terjadi di Pulau Doi Malut, Maluku Utara, pada Sabtu (25/3) sekitar pukul 10.45 WIT. Gempa yang berpusat di laut dangkal tersebut tidak berpotensi tsunami namun menyebabkan getaran yang dirasakan oleh masyarakat sekitar wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di kedalaman 10 kilometer dengan episentrum berada di koordinat 1.50 lintang utara dan 127.30 bujur timur. Titik episentrumnya terletak sekitar 130 kilometer barat laut dari Ternate, Maluku Utara.

Kondisi Setelah Gempa

Sesaat setelah gempa terjadi, masyarakat di sekitar Pulau Doi Malut dan beberapa wilayah di Maluku Utara merasakan getaran yang cukup kuat. Beberapa warga sempat panik dan bergegas meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih aman.

"Saya sedang duduk di rumah tiba-tiba terasa guncangan yang cukup kuat. Langsung saya lari keluar bersama keluarga karena takut terjadi sesuatu yang buruk," ujar salah satu warga setempat, Ahmad (45), kepada wartawan melalui telepon.

Pemerintah Daerah Maluku Utara langsung melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan pengecekan kerusakan akibat gempa. Hingga berita ini disusun, belum ada laporan adanya korban jiwa atau kerusakan signifikan akibat gempa tersebut.

Tanggapan Pemerintah

Gubernur Maluku Utara, Muhammad Thaib, mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas. Pemerintah daerah telah menyiapkan tim untuk melakukan pengecekan langsung di beberapa titik yang diyakini menjadi area paling terdampak gempa.

"Kita sudah menginstruksikan BPBD dan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Daerah untuk segera melakukan pengecekan di lapangan. Alhamdulillah, hingga saat ini belum ada laporan adanya korban jiwa atau kerusakan yang berarti," jelas Gubernur Thaib.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan tenda darurat dan bantuan lainnya jika diperlukan. "Kami siap memberikan bantuan apapun yang dibutuhkan oleh masyarakat akibat bencana ini," tambahnya.

Kondisi Geografis dan Sejarah Gempa di Maluku Utara

Pulau Doi Malut merupakan bagian dari Kepulauan Maluku yang secara geografis berada di jalur patahan aktif. Wilayah ini termasuk dalam zona rawan gempa bumi di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa Maluku Utara pernah beberapa kali diguncang gempa dengan kekuatan bervariasi, namun jarang menyebabkan korban jiwa karena kepadatan penduduknya yang relatif rendah.

Kepala BMKG Maluku Utara, Dr. Hendra Gunawan, menjelaskan bahwa gempa di wilayah tersebut terjadi karena aktivitas tektonik yang masih aktif. "Wilayah Maluku Utara berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik, sehingga aktivitas gempa di sini cukup tinggi," ujar Dr. Hendra.

Ia menambahkan bahwa gempa dengan magnitudo di bawah 5.0 seperti yang terjadi di Pulau Doi Malut umumnya tidak berpotensi tsunami, terutama jika terjadi di darat atau laut dangkal. Namun, ia tetap mengimbau masyarakat untuk selalu waspada.

Langkah Pencegahan dan Kesiapsiagaan

Dalam situasi seperti ini, BMKG terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut. "Kita akan terus mengawasi aktivitas gempa di sekitar Pulau Doi Malut dan sekitarnya. Jika ada aktivitas yang meningkat, kita akan segera memberikan informasi kepada masyarakat," kata Dr. Hendra.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi bencana alam. Hal ini termasuk menyiapkan paket darurat, mengetahui lokasi evakuasi terdekat, dan tetap tenang saat gempa terjadi.

Di sisi lain, pemerintah daerah berencana untuk melakukan sosialisasi penanggulangan bencana kepada masyarakat, terutama di wilayah yang rawan gempa. "Kita akan meningkatkan sosialisasi agar masyarakat lebih paham cara bertindak saat gempa terjadi," ujar Kepala BPBD Maluku Utara, Budi Santoso.

Kondisi Saat Ini

Hingga berita ini disusun, kondisi di Pulau Doi Malut sudah mulai normal. Masyarakat telah kembali ke aktivitasnya seperti biasa, meski masih sedikit waspada. Pemerintah daerah terus melakukan monitoring dan akan memberikan update jika ada perkembangan baru terkait dampak gempa tersebut.

Gempa bumi yang terjadi di Pulau Doi Malut ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk selalu siap menghadapi bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter