Gudang Snack Terbakar di Bengkulu Malah Dijarah Warga, 12 Orang Ditangkap
Sebuah insiden kebakaran gudang snack di Bengkulu berujung ricuh saat warga beramai-ramai menjarah barang-barang yang berhasil diselamatkan dari api. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (15/3) malam ini memicu kepanikan dan tindakan penjarahan yang melibatkan puluhan warga. Polisi akhirnya menangkap 12 orang terkait insiden tersebut.
Kebakaran bermula sekitar pukul 21.30 WIB di sebuah gudang penyimpanan snack yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Sungai Serut, Kecamatan Ratu Samban. Gudang milik pribadi ini menyimpan berbagai macam snack khas Bengkulu yang akan diedarkan ke beberapa pasar di kota tersebut.
Api Mengamuk
Saksi mata, Ahmad (45), mengatakan api pertama kali terlihat menyembur dari bagian belakang gudang. "Api tiba-tiba besar dan cepat menjalar. Warga sekitar langsung berusaha memadamkannya, tapi api sudah terlalu besar," ujar Ahmad kepada wartawan.
Diketahui, gudang tersebut terbuat dari material ringan dan sebagian besar barang-barangnya termasuk bahan baku snack yang mudah terbakar. Api dengan cepat menghanguskan seluruh isi gudang. Tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Bengkulu tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah laporan diterima.
"Kita mendapat laporan sekitar pukul 21.45. Tim langsung diterjunkan dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 23.00 WIB," jelas Kepala DPKP Bengkulu, Budi Santoso.
Warga Beramai-ramai Menjarah
Saat proses pemadaman berlangsung, sejumlah warga yang berkumpul di lokasi kejadian mulai mendekati reruntuhan gudang. Beberapa di antaranya terlihat mengambil barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari api.
"Awalnya hanya beberapa orang yang mengambil snack yang masih terbungkus rapat. Tapi kemudian semakin banyak warga yang ikut terlibat hingga berubah menjadi kerumunan besar," cerita seorang warga setempat, Maya (32).
Sikap warga yang semakin tidak terkendali ini membuat kondisi semakin kacau. Beberapa warga bahkan nekat masuk ke dalam area yang masih berbahaya akibat bangunan yang runtuh dan panasnya sisa api. Tim pemadam kebakaran dan polisi kesulit mengendalikan kerumunan yang semakin membesar.
Penangkapan 12 Orang
Melihat situasi semakin tidak terkendali, aparat kepolisian dari Polsek Ratu Samban dan Polresta Bengkulu Kota melakukan intervensi. Mereka berusaha membubarkan kerumunan dan menghentikan aksi penjarahan yang sedang terjadi.
"Kami sudah berulang kali meminta warga untuk tidak melakukan penjarahan. Tapi karena mereka tidak mematuhi, akhirnya kami melakukan penangkapan terhadap 12 orang yang paling aktif melakukan tindakan pidana," ujar Kapolsek Ratu Samban, Kompol Hendra.
Para tersangka diamankan di Mapolsek Ratu Samban untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diduga terlibat dalam aksi penjarahan yang merugikan pemilik gudang. Barang bukti berupa snack dan bahan baku snack yang berhasil diselamatkan juga disita oleh polisi.
Korban dan Kerugian
Dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa namun satu pemadam kebakaran mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berupaya memadamkan api. Pemilik gudang, Heri (40), mengaku kehilangan harta benda senilai ratusan juta rupiah.
"Seluruh isi gudang hangus. Kita rugi sekitar Rp 300 juta. Itu belum termasuk kerugian karena pesanan yang sudah kita terima tapi tidak bisa kami kirim karena kebakaran ini," keluh Heri saat ditemui di lokasi kejadian.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Beberapa kemungkinan masih menjadi dugaan sementara, seperti hubungan arus pendek atau kelalaian saat menyiapkan bahan baku. Pihak kepolisian berjanji akan segera menyelesaikan penyelidikan ini dan menindak tegas pelaku penjarahan.
Untuk mencegah insiden serupa di masa depan, pihak berwenang mengimbau para pengelola usaha untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dalam penyimpanan barang, terutama barang-barang yang mudah terbakar.
Komentar (0)