02, 2026
Politik

Gunung Karangetang Kembali Erupsi, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2023/07/06/64a639d83b545-badan-geologi-kementerian-esdm-dalam-evaluasi-gunung-karangetang_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Budi Santoso
Budi Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gunung Karangetang Kembali Erupsi, Lava Pijar Meluncur hingga 1 Kilometer

Gunung Karangetang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu (5/7/2023). Erupsi ini mengakibatkan aliran lava pijar meluncur sejauh hampir 1 kilometer dari puncak gunung. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat aktivitas vulkanik di gunung berapi ini meningkat sejak beberapa pekan terakhir.

Menurut informasi yang diterima dari Pos Pengamatan Gunung Berapi (PPGB) Karangetang, erupsi berlangsung selama 38 detik pada pukul 05.51 WITA. Awan abu dinyatakan bergerak ke arah barat laut dengan ketinggian sekitar 700 meter dari puncak gunung. Aliran lava pijar teramati mengalir ke arah lembah Beha dan Batuawang di sebelah barat daya gunung.

Kondisi Saat Ini dan Potensi Bahaya

Kepala PPGB Karangetang, Jhonny Simanjuntak, mengatakan bahwa aktivitas gunung saat ini masih dalam tahawul. "Kami terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Karangetang secara real-time. Saat ini, tingkat aktivitas masih pada level II (Waspada)," ujarnya, Rabu (5/7/2023).

Simanjuntak menambahkan bahwa selain aliran lava pijar, tercatat juga gempa tektonik dan gempa vulkanik yang terus terjadi. "Gempa vulkanik dangkal terus berlangsung dengan frekuensi antara 5-15 kali per hari. Ini menunjukkan adanya aktivitas magma yang masih terus bergerak di dalam kamar magma gunung," jelasnya.

Badan Geologi telah menetapkan zona bahaya sejauh 3 kilometer dari puncak gunung di sektor barat daya dan selatan, serta 2 kilometer di sektor utara dan timur laut. Warga yang tinggal di zona tersebut diminta tetap waspada dan mematuhi arahan pihak berwenang.

Evakuasi dan Siaga Darurat

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas Gunung Karangetang, Pemerintah Daerah Kabupaten Sitaro telah mengaktifkan posko darurat di beberapa titik. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro, Herianto, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan warga di sekitar kawasan gunung.

"Kami telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap waspada. Jika terjadi peningkatan aktivitas yang signifikan, kita siap melakukan evakuasi," ujar Herianto. Pihaknya telah menyiapkan beberapa posko pengungsian di Deses Ongkaw, Deses Mahenua, dan Deses Tumpaan.

Herianto menambahkan bahwa saat ini belum ada warga yang dievakuasi. Namun, BPBD telah meminta warga untuk tidak mendekati kawasan zona bahaya, terutama untuk aktivitas pertanian atau memungut hasil hutan.

Riwayat Aktivitas Karangetang

Gunung Karangetang, yang memiliki ketinggian 1.831 meter di atas permukaan laut, telah mengalami sejumlah erupsi sepanjang sejarahnya. Gunung ini termasuk dalam jenis gunung berapi stratovulkanik dengan aktivitas yang relatif tinggi.

Sejak Januari 2023, aktivitas Gunung Karangetang sudah mulai meningkat. Pada bulan Mei, tercatat adanya guguran lava di puncak gunung. Kemudian pada Juni, aktivitas semakin meningkat dengan frekuensi gempa vulkanik yang lebih tinggi.

Erupsi terbesar dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2019, ketika awan panas meluncur sejauh 3,5 kilometer dan menewaskan seorang penduduk. Sejak insiden tersebut, pihak berwenang meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas gunung.

Upaya Mitigasi Bencana

Untuk mengantisipasi dampak dari erupsi Gunung Karangetang, pemerintah pusat dan daerah telah berkoordinasi dalam mengantisipasi potensi bencana. Kementerian ESDM melalui Badan Geologi terus memantau aktivitas gunung secara intensif.

"Kami melakukan pemantauan visual, instrumental, dan satelit untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Karangetang. Data yang kami kumpulkan akan menjadi acuan untuk menentikan langkah-langkah selanjutnya," kata Juru Bicara Badan Geologi, Devy Kamil Syahbana.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan pengembangan sistem peringatan dini gunung berapi dan peningkatan kapasitas SDM di lapangan. "Kami juga bekerja sama dengan BPBD setempat untuk memastikan informasi dapat disampaikan dengan cepat dan akurat kepada masyarakat," tambah Devy.

Warga di sekitar Gunung Karangetang diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah panik. Informasi terkait perkembangan aktivitas gunung dapat diakses melalui aplikasi "Gunung Berkuaca" yang dikembangkan oleh Badan Geologi atau melalui media sosial resmi BPBD Sitaro.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Santoso

Penulis kesehatan pria dan pencegahan penyakit degeneratif.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter