Ilham Habibie Kenang BJ Habibie, Ada Kaitan Teknologi dan Demokrasi
Ilham Habibie, putra sulung dari mendiang Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie, mengenang jasa dan pemikiran almarhum ayahnya yang memiliki kaitan erat antara teknologi dan demokrasi. Dalam berbagai kesempatan, Ilham menyoroti bagaimana BJ Habibie memandang teknologi sebagai alat untuk membangun bangsa yang lebih demokratis dan maju.
Menurut Ilham, ayahnya memiliki visi jauh tentang pentingnya teknologi bagi kemajuan Indonesia. "Bagi Bapak, teknologi bukan sekadar alat, tetapi adalah sarana untuk membangun masyarakat yang lebih adil dan demokratis," ujar Ilham saat menghadiri acara peringatan hari ulang tahun BJ Habibie yang ke-84.
Visi Teknologi untuk Kemajuan Bangsa
BJ Habibie, yang dikenal sebagai bapak teknologi Indonesia, memiliki filosofi bahwa kemajuan teknologi harus sejalan dengan peningkatan kualitas manusia. Ia percaya bahwa teknologi yang dikembangkan harus bermanfaat untuk masyarakat luas dan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang.
Ilham menjelaskan bahwa ayahnya sering menekankan pentingnya kemandirian teknologi bagi Indonesia. "Bapak selalu mengatakan bahwa Indonesia harus memiliki keahlian teknologi sendiri. Itulah mengapa ia mendorong pengembangan industri pesawat terbang, kapal selam, dan berbagai bidang teknologi lainnya," tuturnya.
Salah warisan pemikiran BJ Habibie yang masih relevan hingga kini adalah konsep "ilmu dasar" yang harus menjadi dasar bagi pengembangan teknologi. Menurutnya, tanpa pemahaman yang kuat terhadap ilmu dasar, pengembangan teknologi akan menjadi dangkal dan tidak berkelanjutan.
Demokrasi Sebagai Landasan Pembangunan Teknologi
Menariknya, BJ Habibie memandang demokrasi sebagai landasan yang tak terpisahkan dari pengembangan teknologi. Ia yakin bahwa hanya dalam kerangka demokrasi yang sehat, pengembangan teknologi bisa berjalan secara merata dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Bapak percaya bahwa demokrasi dan teknologi saling memperkuat. Demokrasi memberi ruang bagi gagasan-gagasan inovatif berkembang, sementara teknologi memberi alat bagi masyarakat untuk berpartisipasi lebih aktif dalam kehidupan bernegara," papar Ilham.
Pemahaman ini tercermin dalam berbagai kebijakan yang diterapkan saat BJ Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi serta Presiden RI. Ia mendorong terbukanya ruang bagi para peneliti dan inovator untuk mengembangkan ide-ide mereka, sekaligus memastikan bahwa hasil inovasi tersebut bisa dinikmati oleh masyarakat.
Warisan yang Terus Dijaga
Ilham Habibie menekankan bahwa warisan pemikiran ayahnya tentang kaitan antara teknologi dan demokrasi perlu terus dijaga dan dikembangkan. Ia mengajak generasi muda Indonesia untuk terus berinovasi dan berpartisipasi aktif dalam membangun negera melalui teknologi.
"Teknologi yang demokratis adalah teknologi yang memberdayakan. Itulah warisan Bapak yang ingin kami sampaikan kepada generasi muda," ujar Ilham.
Untuk menjaga warisan tersebut, Ilham bersama Yayasan Habibie Center terus aktif memfasilitasi berbagai program pengembangan teknologi dan pendidikan yang bertujuang meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui berbagai inisiatif tersebut, mereka berupaya merealisasikan mimpi BJ Habibie tentang Indonesia yang maju melalui teknologi yang berlandaskan nilai demokrasi.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham juga mengingatkan bahwa pengembangan teknologi harus selalu diimbangi dengan pertanggungjawaban moral dan etika. "Bapak selalu menekankan bahwa teknologi harus digunakan untuk kebaikan, bukan untuk keburukan. Itulah prinsip yang harus kita pegang teguh," pungkasnya.
Komentar (0)