27, 2026
Nasional

Imbas Abu Anak Krakatau, Penjualan Air Purifier Sharp Naik 3 Kali Lipat

Sharp mencatat peningkatan penjualan air purifier hingga tiga kali lipat setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5 September lalu.]]>

Rizki Setiawan
Rizki Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Imbas Abu Anak Krakatau, Penjualan Air Purifier Sharp Naik 3 Kali Lipat

Imbas Abu Anak Krakatau, Penjualan Air Purifier Sharp Naik 3 Kali Lipat

Letusan Anak Krakatau pada akhir Desember lalu ternyata memberikan dampak signifikan terhadap penjualan alat kesehatan di pasaran. Salah satunya adalah produk air purifier atau alat penyaring udara dari Sharp yang mengalami lonjakan penjualan hingga tiga kali lipat dalam periode singkat. Fenomena ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat akan kualitas udara setelah bencana alam terjadi.

Menurut data dari distributor resmi Sharp di Indonesia, penjualan unit air purifier mengalami peningkatan drastis sejak minggu pertama Januari 2023. Peningkatan ini terjadi sesudah sejumlah daerah di Jawa dan Sumatera dilanda kabut abu vulkanik akibat erupsi Anak Krakatau. Konsumen, terutama yang berada di wilayah terdampak, membanjiri toko elektronik untuk membeli alat ini demi menjaga kesehatan pernafasan.

Lonjakan Permintaan di Wilayah Terdampak

Wilayah seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) menjadi pasar utama yang mengalami lonjakan permintaan. Data penjualan menunjukkan bahwa area ini menyumbang hingga 70% total penjualan nasional untuk produk Sharp dalam periode tersebut. "Kami melihat peningkatan pesat, bahkan ada hari-hari tertentu di mana penjualan melonjak hingga 300% dibandingkan hari biasa," ujar salah seku distributor resmi Sharp.

Lonjakan permintaan ini tidak hanya terjadi di toko fisik, namun juga melalui platform e-commerce. Beberapa marketplace online melaporkan bahwa stok air purifier Sharp ludes dalam hitungan jam setelah dipasarkan. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan alat ini secara mendadak.

Reaksi Masyarakat Terhadap Kualitas Udara

Abu vulkanik dari letusan Anak Krakatau menyebabkan kualitas udara di berbagai wilayah menurun drastis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa Indeks Pencemar Udara (IPU) di beberapa titik mencapai tingkat tidak sehat. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk mencari solusi efektif untuk membersihkan udara di ruangan mereka.

"Setelah melaporkan kualitas udara yang buruk, kami menerima banyak pertanyaan tentang cara melindungi diri dari dampak abu vulkanik. Air purifier menjadi solusi yang paling banyak dicari karena mampu menangkap partikel-partikel halus di udara," jelas seorang ahli kesehatan paru-paru dari Rumah Sakit Siloam.

Strategi Sharp Menghadapi Lonjakan Permintaan

Hadapi lonjakan permintaan yang tidak terduga, Sharp Indonesia segera mengambil langkah strategis. Pihaknya memastikan pasokan produk tetap stabil dengan mempercepat proses distribusi dari pabrik. "Kami bekerja sama dengan distributor dan ritel untuk memastikan stok tersedia di pasaran. Kami juga menambah shift produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar juru bicara Sharp Indonesia.

Selain itu, Sharp juga memberikan edukasi kepada konsumen tentang cara penggunaan air purifier yang tepat untuk menghadapi kondisi abu vulkanik. Melalui media sosial dan situs resmi, perusahaan membagikan tips tentang pengaturan kecepatan kipas dan frekuensi pergantian filter agar alat bekerja secara optimal dalam menangkap partikel-partikel halus.

Tren Kenaikan Penjualan Alat Kesehatan

Fenomena peningkatan penjualan air purifier ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, saat terjadi bencana asap di Kalimantan dan Sumatera pada 2019, serupa terjadi lonjakan permintaan alat serupa. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan kualitas udara semakin meningkat, terutama setelah terjadi bencana alam.

"Tren ini menunjukkan bahwa masyarakat semawa sadar akan pentingnya kualitas udara dalam kehidupan sehari-hari. Alat kesehatan seperti air purifier kini bukan lagi barang mewah, tetkan kebutuhan primer bagi keluarga, terutama di daerah yang sering terkena pencemaran udara," ujar analis pasar dari sebuah lembaga riset.

Dampak Jangka Panjang bagi Industri

Lonjakan penjualan air purifier di tengah bencana alam memberikan peluang bagi industri elektronik kesehatan untuk berkembang. Produsen diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif dan terjangkau.

Sementara itu, pemerintah juga diharapkan dapat memperhatikan isu kualitas udara dengan memberikan kebijakan yang lebih ketat terkait pencemaran udara. Hal ini tidak hanya akan membantu mengurangi risiko kesehatan masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri alat kesehatan di negeri ini.

Dengan adanya insiden ini, diharapkan masyarakat akan terus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kualitas udara, baik melalui upaya pencegahan maupun dengan menggunakan teknologi yang dapat membantu menciptakan lingkungan hidup yang lebih sehat.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizki Setiawan

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter