Kepala Kepolisian Daerah Banten yang baru dilantik, Inspektur Jenderal Polisi Hendra Kurniawan, menyatakan komitmennya untuk membuka ruang kritik bagi masyarakat dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Pernyataan tersebut disampaikan Hendra saat menghadiri sejumlah agenda perkenalan diri dengan berbagai elemen masyarakat dan forum komunikasi pimpinan daerah di wilayah hukum Polda Banten.
Komitmen Terbuka terhadap Kritik Publik
Dalam keterangannya kepada awak media, Hendra menegaskan bahwa jabatan yang diembannya merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada institusi maupun kepada masyarakat. Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dari proses perbaikan institusi kepolisian dan menjadi sarana bagi publik untuk ikut mengawasi kinerja aparat di lapangan.
Ia menyatakan tidak akan menutup diri terhadap masukan, termasuk kritik yang disampaikan secara terbuka oleh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, akademisi, maupun media massa. Hendra memandang kritik sebagai bentuk partisipasi publik yang konstruktif selama disampaikan melalui cara-cara yang santun dan berbasis pada data atau fakta di lapangan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam awal masa jabatannya sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian wilayah Provinsi Banten. Ia berjanji akan menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi internal, terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat, penanganan laporan, serta perilaku personel di lapangan.
Fokus pada Pelayanan Masyarakat dan Reformasi Internal
Dalam sejumlah pertemuan dengan jajaran pejabat utama Polda Banten, Hendra menekankan pentingnya reformasi internal yang menyentuh aspek pelayanan publik. Ia menyebut beberapa prioritas utama, antara lain peningkatan respons terhadap laporan masyarakat, transparansi dalam proses penegakan hukum, serta penguatan pengawasan terhadap personel agar tidak melakukan pelanggaran.
Hendra juga mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi kepolisian. Tanpa kepercayaan tersebut, kata dia, setiap program dan kebijakan kepolisian akan sulit dijalankan secara efektif, terutama yang berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia mendorong jajaran di tingkat polres hingga polsek untuk lebih aktif berdialog dengan warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok pemuda. Pendekatan yang bersifat humanis dinilai lebih efektif dalam mencegah potensi konflik di tengah masyarakat dibandingkan tindakan yang bersifat represif.
Penguatan Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Sebagai kepala daerah kepolisian di wilayah Banten, Hendra juga menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah kota. Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menangani berbagai persoalan daerah, mulai dari persoalan ketertiban umum, peredaran narkoba, hingga potensi gangguan keamanan menjelang agenda politik dan hari besar keagamaan.
Dalam forum komunikasi pimpinan daerah, ia menyampaikan kesiapan Polda Banten untuk mendukung program pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan keamanan investasi dan iklim usaha. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pelaku usaha serta masyarakat yang beraktivitas di wilayah tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya penanganan masalah sosial seperti kenakalan remaja, tawuran, dan peredaran minuman keras yang kerap menjadi pemicu gangguan keamanan. Pendekatan pencegahan melalui pembinaan dan edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu strategi yang akan diperkuat selama masa kepemimpinannya.
Penegakan Hukum dan Pengawasan Personel
Pada aspek penegakan hukum, Hendra menegaskan komitmen untuk mendorong proses yang profesional dan akuntabel. Setiap penanganan perkara diharapkan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta transparan kepada publik, terutama pada kasus-kasus yang menjadi perhatian luas.
Ia juga tidak menutup kemungkinan memberikan sanksi tegas kepada personel yang terbukti melanggar aturan, prosedur, maupun kode etik kepolisian. Menurutnya, penegakan disiplin internal merupakan bagian dari upaya menjaga martabat institusi di mata masyarakat.
Pengawasan melekat terhadap seluruh satuan kerja menjadi salah satu instruksi yang ditekankan kepada para pejabat utama. Ia berharap jajarannya dapat bekerja dengan mengedepankan integritas, sehingga setiap tindakan aparat dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan etika.
Tanggapan Berbagai Kalangan
Sejumlah kalangan menyambut baik pernyataan terbuka Hendra terkait kritik publik. Akademisi dan pengamat kepolisian menilai komitmen tersebut perlu diikuti dengan langkah nyata agar tidak sekadar menjadi retorika awal masa jabatan. Mereka mendorong publik untuk tetap mengawasi kinerja kepolisian melalui mekanisme yang tersedia, termasuk menyampaikan aduan secara resmi apabila menemukan dugaan pelanggaran.
Organisasi masyarakat sipil di Banten juga berharap kepemimpinan baru di Polda Banten mampu membawa perbaikan dalam hal pelayanan, terutama bagi kelompok rentan yang sering berhadapan dengan aparat. Mereka menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan gaya kepemimpinan yang menjanjikan keterbukaan, publik Banten kini menantikan bagaimana komitmen tersebut diwujudkan dalam kebijakan dan tindakan konkret di lapangan selama masa jabatan Hendra Kurniawan sebagai Kapolda Banten.
Komentar (0)