29, 2026
Teknologi

Jelang Nataru 2026-2027, Bobby Nasution Waspadai Distribusi BBM di Nias Terganggu

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/28/6ae2227a25cc5-bobby-nasution-meninjau-fuel-terminal-gunungsitoli-untuk-mengantisipasi-gangguan-distribusi-bbm-di-nias-jelang-nataru_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Jelang Nataru 2026-2027, Bobby Nasution Waspadai Distribusi BBM di Nias Terganggu

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menunjukkan kewaspadaan tinggi menghadapi musim tanam padi dan panen (Nataru) tahun 2026-2027. Salah satu perhatian utamanya adalah kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Pulau Nias. Melalui kunjungan kerjanya ke Pulau Nias, Bobby secara langsung meninjau fasilitas terminal pengisian bahan bakar (fuel terminal) di Gunungsitoli untuk memastikan pasokan BBM tidak terganggu selama periode krusial pertanian.

Dalam kunjungan tersebut, Bobby Nasution menekankan pentingnya persiapan matang menjelang Nataru. Menurutnya, kelancaran distribusi BBM sangat krusial karena berdampak langsung pada aktivitas pertanian, terutama operasional alat berat seperti traktor dan mesin-mesin pertanian lainnya yang membutuhkan bahan bakar untuk memproduksi beras bagi kebutuhan masyarakat.

"Kita harus memastikan pasokan BBM di Nias tetap stabil dan lancut selama Nataru. Jangan sampai ada gangguan yang bisa menghambat produksi beras," ujar Bobby Nasution seusai meninjau fasilitas fuel terminal.

Kunjungan Langsung ke Fuel Terminal Gunungsitoli

Dalam kunjungan yang dilakukan pada aktober 2026 lalu, Bobby Nasution didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara dan jajaran PT Pertamina Patra Niaga. Gubernur tersebut secara mendalam memeriksa kondisi infrastruktur, kapasitas penyimpanan, serta rencana logistik distribusi BBM ke seluruh pelosok Nias.

"Saya lihat di sini sudah ada persiapan yang cukup baik. Namun kita tidak boleh lengah. Kita harus memastikan tidak ada hambatan apa pun dalam distribusi, terutama saat Nataru tiba," jelas Bobby.

Pihak Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa telah mempersiapkan skenario khusus untuk menjaga kelancaran distribusi BBM di Nias. Rencananya, pasokan BBM akan ditingkatkan sebelum Nataru tiba dan disiapkan cadangan cadangan di beberapa titik strategis di pulau tersebut.

Upaya Mencegah Potensi Gangguan Distribusi

Salah satu potensi gangguan yang menjadi perhatian adalah kondisi transportasi laut yang seringkali tidak menentu di sekitar Nias. Menanggapi hal ini, Bobby Nasution meminta sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan BBM dapat terdistribusi dengan baik meskipun cuaca tidak bersahabat.

"Kita harus memastikan armada kapal tangki siap operasional dan memiliki rute alternatif jika diperlukan. Selain itu, komunikasi antara pihak-pihak terkait harus tetap intensif," tambah Bobby.

Untuk mendukung kelancaran distribusi, pemerintah daerah juga akan memfasilitasi pembukaan akses jalan menuju titik-titik distribusi BBM yang berlokasi di daerah terpencil. Selain itu, akan dibentuk tim khusus yang akan melakukan monitoring rutin selama periode Nataru.

Dampak bagi Ketahanan Pangan

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan Nataru sebagai prioritas utama dalam program ketahanan pangan. Produksi beras yang optimal sangat bergantung pada kelancaran operasional pertanian, dimana BBM menjadi salah satu komponen krusialnya.

"Kita tidak ingin produksi beras terganggu karena masalah logistik BBM. Itu akan berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kesejahteraan petani," jelas Bobby.

Data Dinas Pertanian Sumatera Utara menunjukkan bahwa Pulau Nias menjadi salah satu sentra produksi padi di wilayah tersebut. Potensi produksi beras di Nias mencapai ratusan ton per musim tanam, dengan ribuan hektar lahan sawah yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat setempat.

Komitmen Sinergi Antar Pihak

Untuk mewujudkan kelancaran distribusi BBM selama Nataru 2026-2027, Bobby Nasution menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Pertamina, serta pihak terkait lainnya. Menurutnya, kolaborasi ini adalah kunci kesuksesan dalam menjaga ketahanan pangan di Sumatera Utara.

"Kita harus bekerja sama secara komprehensif. Tidak ada individu atau instansi yang bisa bekerja sendiri dalam menghadapi tantangan seperti ini. Semua pihak harus turut andal dalam memastikan BBM tersedia dengan lancar," pungkas Bobby.

Dengan persiapan yang matang dan sinergi yang kuat, pemerintah daerah berharap dapat memastikan kelancaran distribusi BBM di Nias selama periode Nataru 2026-2027, sehingga produksi beras dapat berjalan optimal dan ketahanan pangan di Sumatera Utara terjamin.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter