Beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah Buka 300 Kuota untuk Mahasiswa Indonesia
Program beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah tahun 2026 kembali dibuka dengan menyediakan 300 kuota bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di negara-negara Timur Tengah. Program beasiswa ini diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bekerja sama dengan beberapa universitas ternama di kawasan tersebut.
Kepala Divisi Pendidikan Baznas, Dr. Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada calon-calon pemimpin masa depan Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan pengalaman budaya di tengah perkembangan global yang semakin pesat. "Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk mencetak generasi yang berkualitas dan berwawasan luas. Dengan beasiswa ini, kami ingin membantu mahasiswa Indonesia mengakses pendidikan berkualitas di Timur Tengah," ujar Ahmad Fauzi dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Kamis (28/10/2025).
Target Penerima Beasiswa
Program beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah 2026 ini ditujukan bagi mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan S1, S2, dan S3 di berbagai bidang studi. Kuota tersebut terbagi menjadi 150 untuk jenjang S1, 100 untuk jenjang S2, dan 50 untuk jenjang S3. "Prioritas diberikan pada program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia, seperti teknologi, kesehatan, pertanian, dan ilmu sosial," tambah Ahmad Fauzi.
Beasiswa ini mencakup biaya kuliah selama masa studi, biaya hidup, tiket pesawat pulang-pergi, asuransi kesehatan, dan biaya akomodasi. Selain itu, penerima beasiswa juga akan mendapatkan bimbingan akademik dan budaya selama menempuh pendidikan di Timur Tengah.
Persyaratan yang Harus Dipenuhi
Untuk dapat mendaftar, calon penerima beasiswa harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh Baznas. Persyaratan utama meliputi:
- Warga Negara Indonesia yang berusia maksimal 35 tahun untuk jenjang S1, 40 tahun untuk S2, dan 45 tahun untuk S3.
- Berkelakuan baik dan tidak pernah terlibat dalam tindak pidana.
- Memiliki prestasi akademik yang memu dengan IPK minimal 3,00 untuk jenjang S1, 3,25 untuk S2, dan 3,50 untuk S3.
- Berminat untuk mengembangkan diri dan berkontribusi bagi bangsa setelah menyelesaikan pendidikan.
- Mampu berbahasa Arab atau Inggris sesuai dengan persyaratan universitas tujuan.
Selain persyaratan umum, calon penerima beasiswa juga diwajibkan mengikuti seleksi yang meliputi tes akademik, wawancara, dan presentasi rencana studi. "Kami mencari calon yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki dedikasi dan komitmen untuk menjadi agen perubah bagi bangsa," jelas Ahmad Fauzi.
Universitas Mitra dan Jurusan Tersedia
Program beasiswa ini bekerja sama dengan 10 universitas ternama di Timur Tengah, antara lain Universitas Al-Azhar (Mesir), Universitas King Saud (Arab Saudi), Universitas Jordan (Yordania), dan Universitas Lebanon. Universitas-universitas ini menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Indonesia.
Beberapa jurusan yang menjadi prioritas meliputi Teknik Informatika, Kedokteran, Hukum Internasional, Ekonomi Islam, dan Ilmu Komunikasi. "Kami berupaya menyediakan beragam pilihan jurusan agar calon mahasiswa dapat memilih program yang sesuai dengan minat dan bakat mereka," tambah Ahmad Fauzi.
Jadwal Pendaftaran dan Seleksi
Pendaftaran untuk beasiswa Cendekia Baznas Timur Tengah 2026 dibuka mulai tanggal 1 November 2025 hingga 31 Januari 2026. Calon penerima dapat mendaftar melalui situs resmi Baznas di www.baznas.go.id/cendekia-timur-tengah.
Seleksi akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah penilaian administrasi yang akan dilakukan pada bulan Februari 2026. Tahap kedua adalah tes akademik dan wawancara yang akan dilakukan secara online pada bulan Maret 2026. Tahap terakhir adalah presentasi rencana studi yang akan dilakukan pada bulan April 2026. Pengumuman penerima beasiswa akan dilakukan pada bulan Mei 2026.
Kesempatan Emas untuk Generasi Muda Indonesia
Program beasiswa ini dianggap sebagai kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia untuk menimba ilmu di lembaga pendidikan bergengsi di Timur Tengah. "Timur Tengah memiliki tradisi keilmuan yang kaya dan menjadi pusat peradaban dunia selama berabad-abad. Kami harap mahasiswa Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu dan pengalaman berharga," ujar Ahmad Fauzi.
Para penerima beasiswa diharapkan dapat menjadi duta baik Indonesia di Timur Tengah dan sebaliknya. "Mereka tidak hanya akan membawa pulang ilmu pengetahuan, tetapi juga akan menjadi jembatan persahabatan antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah," tambahnya.
Bagi calon penerima yang berminat, Baznas menyediakan layanan konsultasi melalui email dan telepon. "Tim kami siap membantu menjawab pertanyaan dan memberikan panduan selama proses pendaftaran," tutup Ahmad Fauzi.
Komentar (0)