Kabut Asap Karhutla Selimuti Kapuas, Jarak Pandang Turun hingga 100 Meter
Kabut asap pekat hasil kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang turun drastis hingga hanya mencapai 100 meter, mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi di wilayah tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, kabut asap mulai melanda kawasan Kuala Kapuas sejak akhir pekan lalu dan semakin pekat pada Senin (25/10/2022). Kondisi ini membuat sejumlah aktivitas di kota terpaksa dihentikan sementara, terutama kegiatan yang membutuhkan visibilitas yang jelas.
Dampak Terhadap Kehidupan Masyarakat
Kehidupan masyarakat di Kabupaten Kapuas terganggu serius akibat kabut asap pekat. Sejumlah sekolah di wilayah tersebut memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dan beralih ke sistem daring untuk mengantisipasi dampak buruk kualitas udara bagi kesehatan siswa.
"Kami memutuskan untuk menghentikan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka selama seminggu ke depan karena jarak pandang yang sangat terbatas. Ini demi keselamatan dan kesehatan siswa serta guru," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas, Ahmad Yani.
Selain sektor pendidikan, sektor kesehatan juga mulai merasakan dampaknya. RSUD Tumbang Nusa di Kuala Kapuas melaporkan peningkatan pasien dengan keluhan gangguan pernafasan sejak seminggu terakhir.
"Kami melaporkan ada peningkatan pasien dengan keluhan batuk, sesak napas, dan iritasi mata. Mayoritas adalah anak-anak dan lansia yang rentan terhadap polusi udara. Kami sudah menyiapkan ruang isolasi khusus jika diperlukan," kata Kepala RSUD Tumbang Nusa, dr. Siti Aminah.
Upaya Penanganan Kabut Asap
Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas bersama Satuan Tugas Penanggulangan Karhutla telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi masalah kabut asak ini. Salah satunya adalah dengan melakukan penyiraman air di titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan yang berada di sekitar wilayah tersebut.
"Kami sudah mengirimkan tim gabungan dari BPBD, Dinas Kehutanan, dan Satpol PP untuk melakukan penyiraman di titik-titik panas di sejumlah kecamatan. Selain itu, kami juga membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan," jelas Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Budi Santoso.
Untuk mengatasi masalah jarak pandang yang rendah, pihak kepolisian juga telah mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat berkendara. Beberapa ruas jalan utama di kawasan tersebut dilengkapi dengan pemberitahuan tentang bahaya kabut asak.
"Kami mengimbau pengendara untuk menggunakan lampu depan meski siang hari dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain. Jika memungkinkan, lebih baik menghindari berkendara saat kabut asak sangat pekat," ujar Kapolsek Kuala Kapuas, AKP Hendra.
Pencegahan dan Solusi Jangka Panjang
Dalam jangka panjang, Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas berencana untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara lebih komprehensif. Salah satunya adalah dengan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait dan meningkatkan pengawasan terhadap lahan-lahan yang rawan terbakar.
"Kami akan meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI/Polri untuk melakukan patroli rutin di daerah-daerah rawan kebakaran. Selain itu, kami juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan," jelas Bupati Kapuas, H. Rusman Ali.
Kondisi kabut asak di Kabupaten Kapuas diperkirakan akan terus berlangsung beberapa hari ke depan mengingat masih adanya titik-titik panas di sekitar wilayah tersebut. Pemerintah daerah terus berupaya untuk mengatasi masalah ini dan meminta kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari pihak berwenang terkait penanganan kabut asak. Selain itu, mereka juga diminta untuk melaporkan langsung jika menemukan adanya kebakaran hutan atau lahan di sekitar tempat tinggalnya.
Komentar (0)