31, 2026
Nasional

Kantor Bupati Intan Jaya Dibobol 4 Kali dalam Setahun, Polisi Ungkap Kendala Mengejutkan

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/31/6ae5d9038d15e-jajaran-polres-intan-jaya-saat-melakukan-olah-tkp-kasus-perusakan-di-kantor-bupati-intan-jaya-kamis-291026_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kantor Bupati Intan Jaya Dibobol Empat Kali, Polisi Hadapi Kendala Mengejutkan

Intan Jaya - Kantor Bupati Intan Jaya menjadi sasaran perampasan empat kali dalam setahun terakhir. Kejadian ini menimbulkan kecemasan di kalangan pegawai pemerintah daerah serta masyarakat setempat. Kepolisian Resor Intan Jaya tengah menyelidiki serangkaian insiden pencurian yang terjadi di kantor pemda tersebut.

Insiden Terjadi Berulang kali

Menurut informasi yang diperoleh, serangkaian perampasan pertama kali terjadi pada bulan Maret lalu. Pelaku berhasil membobol ruang arsip dan mengambil beberapa dokumen penting serta peralatan kantor. Kasus ini sempat menjadi perbincangan di kalangan pegawai namun belum tuntas ditangani.

Insiden kedua terjadi sebulan kemudian, tepatnya pada bulan April. Kali ini pelaku lebih berani masuk ke ruangan kerja pejabat setempat. Mereka berhasil membawa kabur beberapa laptop dan uang tunai yang disimpan di dalam laci meja.

Pada bulan Juni, kantor bupati kembali dibobol oleh orang tidak dikenal. Pelaku kali ini menargetkan ruang gudang alat tulis kantor dan mengambil sejumlah barang elektronik serta furnitur kantor. Kejadian ini membuat pihak pengelola kantor meningkatkan sistem keamanan meski belum maksimal.

Terbaru, pada bulan Oktober kemarin, kantor bupati kembali menjadi sasaran perampasan. Pelaku yang diduga berjumlah lebih dari tiga orang ini berhasil masuk ke ruangan komputer dan menghapus beberapa data penting selain membawa kabur sejumlah peralatan elektronik.

Kendala yang Dihadapi Polisi

Kepala Polres Intan Jaya, AKBP Budi Santoso mengatakan pihaknya menghadapi beberapa kendala dalam menangani serangkaian kasus pencurian di kantor bupati. Kendala utama adalah minimnya saksi mata yang mau bersaksi.

Selain itu, polisi juga kesulitan karena kurangnya bukti fisik yang ditinggalkan pelaku. Lokasi kejadian yang kurang memadai sistem pengawasan CCTV juga menjadi hambatan utama dalam proses penyelidikan.

"Kantor bupati memang belum dilengkapi dengan sistem CCTV yang memadai. Kondisi ini memang menjadi tantangan bagi kami dalam mengungkap kasus ini," jelasnya.

Respon Pemerintah Daerah

Bupati Intan Jaya, Yulianus Wonda, mengaku prihatin dengan serangkaian perampasan yang terjadi di kantornya. Ia mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk segera meningkatkan sistem keamanan di kantor.

Pihaknya juga berencana untuk melakukan rapat koordinasi dengan pihak kepolisian untuk membentuk satuan tugas khusus yang akan mengawal keamanan di sejumlah gedung pemerintahan daerah.

Dampak terhadap Pelayanan Publik

Insiden pencurian berulang kali ini berdampak langsung terhadap kelancaran pelayanan publik. Beberapa dokumen penting yang hilang akibat perampasan membuat beberapa proses administrasi menjadi terhambat.

Sementara itu, anggota DPRD Intan Jaya, Petrus Murib, menilai pemerintah daerah perlu segera mengambil langkah tegas untuk mengatasi masalah keamanan ini. Ia menilai adanya indikasi kelalaian dari pihak pengelola gedung.

Upaya Penangkapan Pelaku

Kepolisian Resor Intan Jaya mengaku tengah melakukan penyelidikan intensif untuk menangkap pelaku serangkaian pencurian di kantor bupati. Tim khusus telah dibentuk untuk mengungkap kasus ini.

Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kasus ini segera melapor ke pihak kepolisian. Setiap informasi yang dianggap relevan akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan.

Hingga kini, kasus pencurian di kantor bupati Intan Jaya masih dalam tahap penyelidikan. Polisi berjanji akan segera menangkap pelaku dan memberikan hukuman yang sepadan sesuai dengan perbuatannya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter