02, 2026
Nasional

Kapolda Metro Sambangi SMAN 82 Jakarta, Ajak Siswa Bijak Bermedsos

Kapolda Metro Komjen Dadang Hartanto, mengunjungi SMAN 82 Jakarta untuk program 'Polisi Peduli Pendidikan', mengajak siswa bijak bermedia sosial dan belajar.]]>

Taufik Syahputra
Taufik Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kapolda Metro Sambangi SMAN 82 Jakarta, Ajak Siswa Bijak Bermedsos

Kapolda Metro Kunjungi SMAN 82 Jakarta, Ajak Siswa Manfaatkan Media Sosial Secara Bijak

Sebuah kunjungan kerja dilakukan oleh Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya, Irjen Pol. Fadil Imran, ke SMA Negeri 82 Jakarta. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan arahan dan edukasi kepada para siswa mengenai penggunaan media sosial yang sehat dan positif. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya menekankan pentingnya kesadaran diri dalam berinteraksi di dunia maya.

Kegiatan yang berlangsung di aula sekolah tersebut dihadiri oleh ratusan siswa SMA Negeri 82 Jakarta beserta para guru dan pengurus OSIS. Kapolda Metro Jaya dalam sambutannya menyampaikan bahwa media sosial saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan remaja, namun perlu digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

Pentingnya Literasi Digital bagi Generasi Muda

Dalam pidatonya, Kapolda Metro Jaya menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda. Menurutnya, siswa harus mampu membedakan antara informasi yang valid dengan hoaks atau berita bohong yang sering menyebar di platform media sosial. "Kita harus cerdas dalam mengonsumsi informasi. Jangan mudah percaya dengan konten yang tidak jelas sumbernya," ujarnya.

Irjen Pol. Fadil Imran juga mengingatkan siswa untuk tidak terjebak dalam isu provokatif dan ujaran kebencian yang sering muncul di dunia maya. "Media sosial seharusnya menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan ide kreatif, bukan untuk menyebar kebencian atau mencemarkan nama baik orang lain," tambahnya.

Langkah-langkah Pencegahan Cyberbullying

Salah satu topik penting yang dibahas adalah mengenai cyberbullying atau perundungan melalui media digital. Kapolda Metro Jaya menjelaskan bahwa aksi cyberbullying dapat merusak mental psikologis korban bahkan hingga menyebabkan trauma berkepanjangan. Ia memberikan beberapa tips untuk menghindari menjadi korban atau pelaku cyberbullying.

Pertama, siswa diimbau untuk tidak membagikan informasi pribadi secara sembarangan di media sosial. Kedua, hindari menanggapi atau membalas konten negatif agar tidak memperdalam konflik. Ketiga, segera melapor kepada pihak berwenang jika merasa menjadi korbul cyberbullying. "Polri siap menerima laporan terkait tindak pidana cyberbullying. Jangan segan-segan melapor," jelas Kapolda.

Peran Penting Orang Tua dan Guru

Selain memberikan arahan kepada siswa, Kapolda Metro Jaya juga menekankan peranan penting orang tua dan guru dalam mengawasi aktivitas digital anak dan muridnya. Ia mengimbau orang tua untuk terlibat aktif dalam kehidupan digital anak-anaknya tanpa melanggar privasi yang ada.

"Orang tua perlu mengetahui apa yang dilakukan anak di dunia maya, tetapi tetap memberikan ruang privasi yang sehat. Sama seperti guru, harus menjadi panutan dan membimbing siswa menggunakan media sosial untuk tujuan positif," ujarnya.

Komitmen Polri dalam Membangun Digital yang Sehat

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Metro Jaya juga menjelaskan komitmen Polri dalam membangun ekosistem digital yang sehat dan aman. Ia menyebutkan bahwa Satuan Reserse Siber dan Narkotika (Reskrim) Polri terus berupaya memberantas tindak pidana di dunia maya termasuk penyebaran hoaks, pencemaran nama baik, dan tindak kejahatan lainnya.

Untuk itu, Kapolda meminta para siswa untuk menjadi agen perubahan dalam dunia digital. "Jadilah generasi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama menciptakan lingkungan digital yang sehat dan produktif," pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung sekitar dua jam ini ditutup dengan sesi tanya jawab antara siswa dengan Kapolda Metro Jaya. Beberapa siswa menanyakan berbagai hal mengenai keamanan di dunia maya dan cara melindungi diri dari potensi ancaman digital. Kunjungan ini dianggap sangat bermanfaat bagi siswa SMA Negeri 82 Jakarta sebagai upaya penguatan literasi digital di kalangan generasi muda.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Taufik Syahputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter