Kartika Cyber Hackathon 2026 Digelar: Hadiah Total Rp 100 Juta
Kompetisi hacking etis terbesar di Indonesia, Kartika Cyber Hackathon 2026, resmi digelar oleh pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan siber nasional ini menawarkan total hadiah sebesar Rp 100 juta untuk para pemenang.
Kartika Cyber Hackathon merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan sejak 2018. Kominfo menegaskan bahwa kompetisi ini menjadi wadah penting bagi para profesional dan mahasiswa di bidang keamanan siber untuk mengasah kemampuan mereka dalam mengidentifikasi celah keamanan sistem (vulnerability) secara etis.
Tema dan Kategori Kompetisi
Pada tahun ini, Kartika Cyber Hackathon 2026 mengusung tema "Membangun Ekosistem Keamanan Siber Nasional yang Tangguh". Kompetisi ini dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain Web Application Security, Mobile Application Security, IoT Security, dan CTF (Capture The Flag) yang disesuaikan dengan tren ancaman siber terkini.
Kepala Pusat Data dan Informasi Keamanan Siber Kominfo, Budi Santoso, menjelaskan bahwa setiap kategori dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam bidang spesifik sesuai perkembangan teknologi. "Kita melihat ancaman siber terus berkembang, terutama di sektor IoT dan aplikasi mobile. Melalui kategori ini, kita ingin mempersiapkan talenta Indonesia yang siap menghadapi tantangan tersebut," ujar Budi dalam konferensi pers pembukaan.
Mekanisme dan Jadwal Kompetisi
Kartika Cyber Hackathon 2026 akan berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari pendaftaran pada Januari hingga final pada Maret 2026. Kominfo bekerja sama dengan Asosasi Keamanan Siber Indonesia (AKSI) dan beberapa perusahaan teknologi ternama sebagai penyelenggara.
Tahapan kompetisi terdiri dari pendaftaran online, seleksi administrasi, babak penyisihan yang dilaksanakan secara online, dan babak final yang digelar secara tatap muka di Jakarta. Pada babak final, para finalis akan diberikan tantangan praktis untuk menemukan celah keamanan pada sistem yang disediakan panitia.
Kominfo menegaskan bahwa seluruh sistem yang digunakan dalam kompetisi adalah simulasi lingkungan yang telah disiapkan khusus dan tidak berisiko bagi infrastruktur kritis nasional. "Semua peserta diwajibkan menandatangani pernyataan etika yang menjamin tidak akan ada aktivitas ilegal selama kompetisi berlangsung," tambah Budi.
Hadiah dan Peluang Karir
Total hadiah sebesar Rp 100 juta akan dibagi untuk pemenang di setiap kategori. Pemenang pertama akan menerima uang tunai Rp 25 juta, pemenang kedua Rp 15 juta, dan pemenang ketiga Rp 10 juta. Selain hadiah uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan peluang magang dan kerja di perusahaan-perusahaan mitra Kominfo.
"Kartika Cyber Hackathon bukan hanya sekadar kompetisi, tapi juga jembatan untuk menghubungkan talenta Indonesia dengan industri keamanan siber. Banyak peserta tahun lalu yang berhasil meraih karir gemilang setelah menjuarai kompetisi ini," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo, Ahmad Ramli.
Tanggapan Peserta dan Industri
Kartika Cyber Hackathon telah menerima antusiasme tinggi dari kalangan akademisi dan industri. Sebanyak 1.500 tim telah mendaftar dalam seminggu sejak pendaftaran dibuka, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 1.200 tim.
Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Muhammad Anis, menyambut baik diselenggarakannya kompetisi ini. "UI mendukung sepenuhnya upaya Kominfo dalam mengembangkan talenta keamanan siber. Melalui program seperti ini, kita bisa mempersiapkan generasi muda Indonesia yang tidak hanya konsumen teknologi, tapi juga pencipta dan pelindungnya," ujar Anis.
Sementara itu, beberapa perusahaan teknologi seperti Telkom, GoTo, dan Bukalapak menyatakan keterlibatannya sebagai sponsor dan pemberi tantangan praktis bagi peserta. Direktur Keamanan Informasi Telkom, Siti Nurhaliza, menjelaskan bahwa perusahaan membutuhkan talenta keamanan siber berkualitas. "Kartika Cyber Hackathon menjadi sumber talenta yang potensial bagi kami. Banyak pemenang tahun lalu yang sekarang menjadi bagian dari tim keamanan informasi Telkom," tambahnya.
Kementerian Kominfo menegarkan bahwa Kartika Cyber Hackathon memiliki dampak signifikan bagi peningkatan keamanan siber nasional. "Dengan mengasah talenta lokal, kita mengurangi ketergantungan pada asing dalam mengatasi ancaman siber. Selain itu, banyak celah keamanan yang ditemukan peserta selama kompetisi menjadi masukan berharga bagi pengembangan sistem keamanan di Indonesia," kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate.
Pemerintah berencana memperluas jangkauan Kartika Cyber Hackatron ke tingkat regional pada tahun 2027 dengan melibatkan peserta dari negara-negara ASEAN. "Keamanan siber adalah isu global yang membutuhkan kerja sama internasional. Melalui ekspansi ini, kita berharap dapat membangun jaringan profesional keamanan siber yang lebih kuat di kawasan," tambah Johnny.
Komentar (0)