Kelakar Pramono Soal Halte Transjabodetabek Bekasi Belum Dibangun
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengomentari pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD terkait rencana pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi. Wakil Ketua DPR Fraksi Partai Demokrat Pramono Anung menyebutkan komentar Mahfud MD mengenai halte yang belum dibangun itu cukup kelakar.
Dalam sebuah kesempatan, Pramono Anung menanggapi pernyataan Mahfud MD yang menyebutkan bahwa halte Transjabodetabek di Bekasi belum dibangun karena lahan yang diperlukan masih dalam proses pengadaan. Mahfud MD menjelaskan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk mempercepat pengadaan lahan tersebut agar pembangunan halte dapat segera dimulai.
"Kalau dengar komentar Pak Mahfud tentang halte Bekasi yang belum dibangun karena lahan belum ada, itu agak kelakar sih," kata Pramono Anung saat dihubungi, Kamis (15/9/2023).
Pramono menyoroti bahwa rencana pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi sudah lama direncanakan bahkan sejak era pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, tidak masuk akal jika hingga saat ini pembangunan halte tersebut belum bisa dimulai hanya karena masalah pengadaan lahan.
"Itu kan sudah lama direncanakan, bahkan jaman Jokowi-JK sudah ada rencananya. Kalau masih buntu karena lahan, itu agak tidak masuk akal," ujar Pramono.
Kritikan Terkatalaluan Atau Kebenaran yang Perlu Diungkap?
Pramono menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak bermaksud mengkritik pemerintah secara terkatalaluan. Namun, ia menilai bahwa isu yang berkembang di masyarakat tentang pembangunan halte yang terhambat perlu mendapat penjelasan yang jelas dari pemerintah.
"Kami tidak ingin mengkritik secara terkatalaluan. Tapi kalau isu yang beredar di masyarakat seperti ini, perlu penjelasan yang jelas dari pemerintah," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi sangat penting untuk meningkatkan konektivitas transportasi antar kota di Jabodetabek. Dengan adanya halte tersebut, diharapkan mobilitas warga Bekasi yang bekerja atau beraktivitas di Jakarta akan lebih mudah dan efisien.
"Halte ini sangat penting untuk konektivitas transportasi di Jabodetabek. Jangan sampai proyek yang sudah lama direncanakan ini terhambat karena masalah teknis yang seharusnya bisa diatasi," ujarnya.
Pemerintah Menanggapi Kritikan Pramono
Menanggapi kritikan dari Pramono Anung, Kepala Bappeko (Badan Perencanaan Pembangunan dan Pembinaan Teknis) Kementerian PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa pemerintah sedang mempercepat pengadaan lahan untuk pembangunan halte Transjabodetabek di Bekasi.
"Kami sedang berupaya untuk mempercepat pengadaan lahan tersebut. Prosesnya sudah berjalan, tapi memang butuh waktu karena beberapa hal teknis yang perlu diselesaikan," ujar Bambang.
Ia menjelaskan bahwa lahan yang diperlukan untuk pembangunan halte tersebut berada di area yang cukup padat dengan aktivitas warga. Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan negosiasi dengan para pemilik lahan untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.
"Lahannya memang di area yang cukup padat, jadi negosiasinya butuh waktu. Kami berharap dalam waktu dekat bisa mencapai kesepakatan dengan para pemilik lahan," tambahnya.
Harapan Warga Bekasi
Warga Bekasi yang rutin melakukan perjalanan ke Jakarta menyampaikan harapan agar pembangunan halte Transjabodetabek dapat segera terealisasi. Mereka berharap dengan adanya halte tersebut, waktu tempuh dan biaya transportasi yang dikeluarkan bisa lebih efisien.
"Saya harapnya proyek ini segera terealisasi karena kalau menggunakan kendaraan pribai ke Jakarta macet dan boros, tapi kalau naik bus rutenya masih jauh dari tempat tinggal saya," ujar Ahmad, sepegawai swasta yang tinggal di Bekasi Timur.
Sementara itu, Siti, seorang mahasiswa yang kuliah di Jakarta, mengharapkan pemerintah memberikan informasi yang transpar mengenai perkembangan pembangunan halte tersebut.
"Kami masyarakat butuh kejelasan. Kalau memang ada kendala, sebaiknya dibuka agar kami bisa memahami dan tidak beranggapan negatif," pungkasnya.
Komentar (0)