28, 2026
Nasional

Kenapa Persib Belum Lolos ke Babak 16 Besar ACL 2 Meski Puncaki Klasemen dan Kalahkan Melbourne? Ini Sebabnya

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/10/28/6ae20c71f2414-balsa-sekulic_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Pratama
Galih Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persib Gagal Lolos ke Babak 16 Besar ACL Meski Menang dan Memimpin Klasemen

Persib Bandung harus puas hanya menjadi juara Grup G Liga Champions Asia (ACL) 2023-2024 meski berhasil mengalahkannya Melbourne Victory dengan skor 2-0 dalam laga pamungkas di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (25/10/2023). Kemenangan tersebut membuat Maung Bandung mengumpulkan total 12 poin dari enam pertandingan, menjadi tertinggi di klasemen sementara grup. Anehnya, Persib gagal melangkah ke babak 16 besar sebagai juara grup.

Situasi ini terjadi karena regulasi khusus dari Asian Football Confederation (AFC) yang mengharuskan setiap tim untuk memiliki minimal jumlah pemain asing yang memenuhi syarat untuk bermain di setiap pertandingan. Persib gagal memenuhi syarat ini meski unggul di puncak klasemen grup.

Aturan AFC Jadi Penyebab Utama

Menurut regulasi AFC, setiap tim wajib mendaftarkan minimal empat pemain asing dalam skuad utama untuk setiap pertandingan Liga Champions Asia. Dari empat pemain asing tersebut, minimal tiga di antaranya harus bermain sebagai starter dalam 90 menit pertandingan. Persib gagal memenuhi syarat ini karena hanya memiliki tiga pemain asing yang memenuhi kualifikasi untuk bermain, sementara keempatnya sedang menjalani sanksi atau cedera.

Dalam laga kontra Melbourne Victory, Persib hanya bisa menurunkan tiga pemain asing yang memenuhi syarat: Ezechiel N'Douassel, Vladimir Vujovic, dan Achmad Jufriyanto. Pemain asing keempat, Balsa Sekulic, masih menjalani sanksi kartu merah sebelumnya. Kondisi ini membuat Persib secara teknis gagal memenuhi syarat jumlah pemain asing yang wajib diturunkan.

Kritik Aturan AFC

Kegagalan Persib lolos sebagai juara grup menuai berbagai kritik terhadap aturan AFC yang dianggap terlalu kaku. Banyak pihak, termasuk manajemen Persib, menganggap aturan ini tidak mempertimbangkan situasi yang mungkin terjadi pada tim, seperti cedera atau sanksi yang dialami pemain asing.

"Kami frustrasi dengan situasi ini. Kami menjadi juara grup tetapi tidak bisa lolos karena aturan yang tidak fleksibel," ujar manajer Persib, Addie MS, dalam konferensi pers usai pertandingan. "AFC seharusnya mempertimbangkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan. Ini tidak adil bagi kami dan juga bagi penggemar yang telah mendukung tim dengan penuh antusiasme."

Reaksi dari Pemain dan Pelatih

Pelatih Persib, Robert Alberts, juga menunjukkan kekecewaannya meski merasa bangga dengan performa timnya. "Saya bangga dengan para pemain yang telah bekerja keras dan berhasil menjadi juara grup. Namun, saya kecewa dengan aturan yang tidak memberikan ruang bagi tim untuk beradaptasi dengan situasi yang tidak terduga. Ini adalah pengalaman berharga bagi kami untuk lebih mempersiapkan strategi ke depan," ujarnya.

Sementara itu, pemain kunci Persib, Ezechiel N'Douassel, mengaku sedih namun tetap bersyukur. "Saya sedih karena tidak bisa lolos ke babak selanjutnya, tetapi kami tetap menjadi juara grup. Ini adalah pencapaian yang membanggakan. Kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk klub dan penggemar," ujarnya.

Tantangan di Hadapan Persib

Meski gagal lolos ke babak 16 besar, Persib tetap menjadi tim pertama Indonesia yang berhasil menjadi juara grup di ajang Liga Champions Asia. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kualitas sepak bola Indonesia terus meningkat dan mampu bersaing di level Asia.

Timnas Indonesia sendiri masih memiliki peluang untuk bersaing di ajang Piala Asia 2023. Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan penggemar, harapan semakin besar bagi Indonesia untuk menunjukkan performa terbaiknya di pentas Asia.

Untuk ke depannya, Persib dan klub Indonesia lainnya perlu lebih mempersiapkan strategi dalam menghadapi regulasi AFC, terutama terkait pemain asing. Manajemen klub juga perlu lebih proaktif dalam mencari pemain asing berkualitas yang mampu memenuhi syarat dan tetap andal meski dalam situasi sulit.

Meski kecewa dengan hasil ini, Persib tetap memiliki banyak kesempatan untuk membuktikan kualitasnya di kompetisi domestik dan internasional. Dengan pengalaman ini, diharapkan Maung Bandung dapat semakin matang dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Pratama

Menulis tentang kesehatan lingkungan, polusi, dan gaya hidup hijau.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter