31, 2026
Ekonomi

KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru di APCONF6 Bali

Kementerian Kelautan dan Perikanan dorong riset dan pemetaan untuk melindungi warisan maritim bawah laut Indonesia, mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir.]]>

Melati Handayani
Melati Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru di APCONF6 Bali

KKP Perkuat Pelestarian Warisan Maritim dan Ekonomi Biru di APCONF6 Bali

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengambil peran aktif dalam Konferensi Asia Pasifik tentang Perikanan (APCONF6) yang diselenggarakan di Bali. KKP menekankan pentingnya pelestarian warisan maritim dan pengembangan ekonomi biru sebagai fondasi bagi pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Kepala KKP, Sakti Trenggono, dalam pidatonya menyoroti bahwa kelautan bukan hanya sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga warisan budaya yang perlu dilestarikan bagi generasi mendatang.

Warisan Maritim sebagai Aset Nasional

Dalam forum internasional ini, KKP menegaskan bahwa warisan maritim Indonesia merupakan aset strategis yang perlu dipertahankan. Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki sejarah panjang dalam mengelola sumber daya kelautan secara berkelanjutan. Berbagai tradisi dan pengetahuan lokal tentang pengelolaan perikanan dan konservasi laut telah diwariskan dari generasi ke generasi.

"Kita harus menjaga warisan leluhur ini. Tradisi nelayan kita yang mengikuti siklus musim dan menggunakan metode penangkapan yang ramah lingkungan adalah contoh nyata bagaimana manusia dapat hidung harmonis dengan alam," ujar Sakti Trenggono dalam konferensi yang dihadiri oleh perwakilan dari 50 negara anggota Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

Pengembangan Ekonomi Biru Berkelanjutan

KKP juga memaparkan strategi pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia. Ekonomi biru merupakan konsep pengembangan ekonomi yang berorientasi pada kelautan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan lingkungan. Indonesia telah mengembangkan berbagai program untuk mewujudkan hal ini, termasuk budidaya perikanan skala besar yang berkelanjutan, pengolahan hasil perikanan berkualitas tinggi, dan pengembangan pariwisata berbasis kelautan.

"Ekonomi biru bukan hanya tentang mengekstraksi sumber daya, tetapi juga tentang menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Kita sedang mengembangkan industri perikanan yang tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat pesisir," jelas Deputi Bidang Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud.

Kerja Sama Internasional untuk Konservasi Laut

Salah satu fokus utama APCONF6 adalah memperkuat kerja sama regional dalam konservasi laut dan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. KKP mengajak negara-negara di kawasan Asia Pasifik untuk bersama-sama mengatasi tantangan seperti penangkapan ikan yang berlebihan, degradasi habitat laut, dan perubahan iklim.

Dalam konferensi ini, Indonesia menandatangani beberapa perjanjian kerja sama bilateral dan multilateral untuk melindungi area laut yang kaya keanekaragaman hayati. Salah satu yang menjadi sorotan adalah upaya perlindungan terumbu karang yang menjadi habitat penting bagi banyak spesies ikan.

"Kita tidak dapat mengelola sumber daya kelautan secara sendirian. Kebutuhan untuk kerja sama lintas batas adalah esensial bagi masa depan kelautan kita," tambah Sakti Trenggono.

Inovasi Teknologi dalam Kelautan

KKP juga memamerkan berbagai inovasi teknologi yang dikembangkan untuk mendukung pengelolaan kelautan yang berkelanjutan. Teknologi seperti pemantauan satelit untuk mendeteksi aktivitas penangkapan ikan illegal, sistem budidaya terkontrol, dan pengolahan hasil perikanan menggunakan metode modern menjadi sorotan dalam konferensi ini.

"Teknologi adalah kunci kita untuk mengelola kelautan secara efisien dan berkelanjutan. Dengan teknologi yang tepat, kita dapat memastikan bahwa sumber daya kelautan dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengancam kelestarian ekosistem laut," jelas Kepala Pusat Data dan Informasi Kelautan dan Perikanan KKP.

Peran Masyarakat Pesisir dalam Pengelolaan Kelautan

Salah satu pilar utama dalam strategi KKP adalah melibatkan masyarakat pesisir dalam pengelolaan kelautan. Berbagai program telah diimplementasikan untuk memberdayakan nelayan dan masyarakat pesisir, termasuk pelatihan keterampilan, pendanaan usaha mikro, dan pembentukan kelompok penangkap ihan yang berkelanjutan.

Konferensi APCONF6 di Bali diharapkan menjadi tonggak penting dalam mendorong kolaborasi regional untuk pengelolaan kelautan dan perikanan yang berkelanjutan. Dengan komitmen yang kuat dari semua pihak, Asia Pasifik dapat menjadi contoh global dalam mengintegrasikan pelestarian warisan maritim dengan pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Melati Handayani

Peliput olahraga nasional dan perkembangan liga domestik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter