Konvoi Suporter Futsal di Banyuwangi Tabrak Pemotor, 1 Orang Tewas
Sebuah insiden tragis terjadi di Jalan Raya Desa Glagah, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu malam. Konvoi suporter tim futsal menabrak seorang pemotor hingga tewas di tempat. Korban tewas identik sebagai Ahmad Fauzi (25), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Kalipuro.
Kepala Polres Banyuwangi Ajun Komisaris Besar (AKBP) Eko Purnomo mengatakan, kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Beat tanpa plat nomor dari arah kota menuju arah Desa Glagah. Pada saat yang sama, ada konvoi sepeda motor yang membawa atribut suporter tim futsal sedang melaju dari arah berlawanan.
Kronologi Kejadian
"Sekitar pukul 21.00 WIB, korban sedang melaju dengan kecepatan konstan. Sementara itu, konvoi sepeda motor yang terdiri sekitar 15 unit itu melaju dengan kecepatan tinggi dan melakukan aksi balapan liar," jelas Eko Purnomo dalam konferensi pers di Mapolres Banyuwangi, Kamis (15/6).
Tak lama kemudian, salah satu pengendara konvoi yang tidak diketahui identitasnya kehilangan kendali dan menabrak sepeda motor yang dikendarai Ahmad Fauzi. Tabrakan berat tersebut membuat korban terlempar sejauh sekitar 5 meter dan mengenai badan jalan.
Penduduk setempat yang mendengar suara tabrakan keras segera mendatangi lokasi dan menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa. Warga sekitar pun segera menghubungi unit kepolisian dan layanan kesehatan.
Korban Meninggal Dunia di Tempat
Sementara itu, pengendara konvoi yang menabrak korban berhasil kabur bersama rekan-rekannya. Hingga kini, pihak kepolisian masih dalam prosus pencarian identitas dan penangkapan pengendara yang diduga menjadi pelaku utama kejadian.
Polisi Amankan Beberapa Saksi
Menurut keterangan saksi, konvoi tersebut sedang berangkat untuk menyaksikan pertandingan futsal antara dua tim lokal di Banyuwangi. Konvoi terdiri dari sekitar 15 sepeda motor yang semuanya menggunakan atribut suporter dengan warna seragam.
Tindakan Tegas bagi Pelaku Balapan Liar
Insiden ini menimbulkan kecaman dari berbagai pihak. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan prihatin dengan kejadian yang menewasinya Ahmad Fauzi ini.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Budi Santoso, menambahkan bahwa pihaknya akan menggencarkan razia terhadap pengendara yang melakukan balapan liar dan melanggar aturan lalu lintas.
Meningkatnya Kasus Balapan Liar di Banyuwangi
Insiden ini bukan kali pertama terjadi balapan liar di Banyuwangi. Sejak awal tahun ini, sudah tercatat setidaknya 5 kasus balapan liar yang melibatkan puluhan pengendara sepeda motor.
Menurut Sutrisno, mayoritas pelaku balapan liar adalah remaja usia 15-20 tahun yang tergabung dalam kelompok suporter tim futsal atau klub motor.
Komentar (0)