30, 2026
Nasional

KPK Telusuri Jejak Suami Fadia Arafiq dalam Kasus TPPU Pekalongan

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

KPK Telusuri Jejak Suami Fadia Arafiq dalam Kasus TPPU Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan pemeriksaan intensif terkait dugaan korupsi dalam pengadaan Tanah untuk Pembangunan Umum (TPPU) di Pekalongan. Fokus penyelidikan kini beralih ke jejak suami Fadia Arafiq, seorang pejabat terkait kasus tersebut. KPK menunjukkan bahwa ada aliran dana mencurigakan yang melibatkan orang terdekat korban dalam kasus ini.

Jejak Dalam Rangkaian Penyidikan

Menurut informasi yang dihimpun KPK, suami Fadia Arafiq diduga terlibat dalam jaringan pengalihan dana yang terkait dengan proyek TPPU Pekalongan. Proyek yang bernilai puluhan miliar rupiah ini menjadi sorotan setelah ditemukan indikasi mark-up harga dan penyimpangan dalam proses pengadaan. KPK telah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap peran suami Fadia dalam kasus ini.

Sumber dekat penyidik mengungkapkan bahwa KPK menemukan beberapa aliran dana yang mengarah ke rekening milik suami Fadia. Dana tersebut diduga merupakan hasil dari komisi yang diberikan oleh pihak kontraktor dalam proyek TPPU tersebut. "KPK sedang memverifikasi setiap transaksi mencurigakan yang terkait dengan kasus ini," kata sumber tersebut.

Peran Fadia Arafiq dalam Kasus TPPU

Fadia Arafiq sendiri sebelumnya telah menjadi tersangka dalam kasus TPPU Pekalongan. Ia diduga terlibat dalam penyelewengan dana sebesar Rp15 miliar dalam proyek pembangunan gedung serbaguna di Pekalongan. Sebagai pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR) setempat, Fadia memiliki kewenangan dalam mengawasi proses pengadaan.

Dalam pengakuannya, Fadia mengak telah menerima uang dari kontraktor sebagai imbalan untuk memudahkan proses pengadaan. Namun, ia menyangkal tudingan bahwa korupsi tersebut dilakukan secara sistematis. "Saya hanya menerima uang karena kontraktor itu minta tolong," ujar Fadia saat diperiksa KPK.

Pelaporan ke Penyidik dan Pengembangan Kasus

KPK telah menerima laporan dari sejumlah pihak mengenai dugaan korupsi dalam proyek TPPU Pekalongan. Laporan tersebut menyebutkan adanya praktik mark-up harga pada anggaran proyek yang mencapai 30% dari nilai awal. Setelah menerima laporan, KPK langsung melakukan penyelidikan dan menemukan bukti-bukti awal yang mengarah pada adanya tindak pidana korupsi.

Penyidik KPK juga telah menggeledah kantor DPU PR Pekalongan dan mengamankan sejumlah dokumen terkait proyek TPPU. Dokumen-dokumen tersebut dijadikan bukti dalam penyelidikan kasus ini. "Kami sedang mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan yang lebih luas," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Reaksi dari Pemerintah Daerah

Pemerintah Daerah (Pemda) Pekalongan menegaskan akan mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi dalam proyek TPPU. Wakil Wali Kota Pekalongan, M. Isnaini, mengatakan bahwa pihaknya siap memberikan keterangan kepada KPK jika diperlukan. "Kami tidak akan mengalihkan kasus ini. Kami mendukung tuntasnya kasus ini," ujar Isnaini.

Pemda juga telah membentuk tim internal untuk mengawasi proyek-proyek infrastruktur di daerah guna mencegah praktik korupsi di kemudian hari. Tim ini akan bekerja sama dengan KPK dalam memantau setiap pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemda Pekalongan.

Dampak terhadap Pembangunan di Pekalongan

Kasus TPPU Pekalongan ini tentu memberikan dampak terhadap pembangunan di daerah tersebut. Proyek yang seharusnya berdampak positif bagi masyarakat jadi terhambat karena adanya penyimpangan. Beberapa proyek infrastruktur lainnya juga menjadi terhambat karena adanya pengetatan dalam pengadaan barang dan jasa.

Masyarakat Pekalongan berharap kasus ini segera tuntas agar pembangunan di daerah dapat berjalan lancar dan sesuai dengan rencana. "Kami berharap tidak ada lagi praktik korupsi yang merugikan negara dan masyarakat," uji seorang warga setempat.

Sementara itu, KPK terus mengembangkan penyelidikan kasus ini. Pihak berencana memanggil lebih banyak saksi untuk mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas dalam proyek TPPU Pekalongan. "Kami akan terus bekerja keras memberantas korupsi di segala sektor," kata Febri Diansyah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter