Kualitas Rumput Stadion JIS Tetap Buruk, Rizky Ridho: Masalah Sejak Tahun Lalu
Kualitas rumput di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, yang menjadi venue utama Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, masih menjadi perhatian serius. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Mochamad Iriawan, mengakui bahwa kondisi rumput di Stadion Utama GBK belum memenuhi standar internasional. Namun, masalah kualitas rumput tidak hanya terjadi di GBK, tetapi juga di Stadion Jakabaring (JIS) Palembang yang digunakan sebagai salah satu venue utama PON XX.
Ketua Umum Asosiasi Klub Sepak Bola Indonesia (ACSI), Rizky Ridho, menyatakan bahwa kualitas rumput di Stadion Jakabaring Palembang sudah buruk sejak tahun lalu dan hingga kini belum menunjukkan perbaikan yang signifikan. Menurutnya, masalah ini telah lama terjadi dan tidak ditangani dengan baik oleh pihak terkait.
"Kualitas rumput di Stadion Jakabaring ini sudah buruk sejak tahun lalu. Saya sudah menyampaikan hal ini ke pihak PON dan juga kepada pengelola stadion, namun hingga kini belum ada perubahan yang signifikan," ujar Rizky Ridho dalam keterangannya, Kamis (15/9).
Keluhan dari Atlet dan Pelatih
Rizky Ridho menambahkan bahwa keluhan mengenai kondisi rumput di Stadion JIS tidak hanya datang dari pihaknya, tetapi juga dari berbagai atlet dan pelatih yang telah menggunakan fasilitas tersebut. Menurutnya, rumput yang tidak merata dan keras menjadi ancaman bagi keamanan para atlet.
"Banyak atlet dan pelatih yang mengeluhkan kondisi rumput ini. Bahkan beberapa di antaranya sudah mengalami cedera karena terpeleset atau terjatuh di area yang rumputnya tidak bagus. Ini tentu sangat berbahaya, apalagi untuk pertandingan tingkat nasional seperti PON," jelasnya.
Ia mencontohkan beberapa cabang olahraga seperti sepak bola, rugby, dan hoki yang sangat bergantung pada kualitas permukaan lapangan. Kondisi rumput yang buruk, menurutnya, dapat memengaruhi performa atlet dan bahkan menimbulkan cedera serius.
Upaya Perbaikan yang Kurang Maksimal
Menurut Rizky Ridho, pihak pengelola Stadion JIS telah melakukan beberapa upaya perbaikan namun hasilnya belum memuaskan. Ia menyebutkan bahwa perawatan rutin dilakukan namun tidak sesuai standar yang dibutuhkan untuk event skala nasional.
"Mereka melakukan penyiraman dan pemotongan rumput secara rutin, tapi ternyata tidak cukup. Rumput butuh perawatan yang lebih komprehensif, termasuk pemupukan, pengendalian hama, dan penataan drainase yang baik. Tanpa itu, kualitas rumput tidak akan membaik," paparnya.
Ia menambahkan bahwa ACSI telah menyediakan tenaga ahli untuk membantu mengatasi masalah ini namun terkendala oleh anggaran yang tidak memadai. "Kami sudah menawarkan bantuan, tapi ternyata biaya perawatan rumput ini sangat mahal. Padahal untuk event PON ini, seharusnya dana sudah tersedia," ujarnya.
Harapan untuk PON XX Papua
Rizky Ridho berharap agar masalah kualitas rumput di Stadion JIS dapat segera diselesaikan agar tidak mengganggu jalannya PON XX Papua. Menurutnya, sebagai tuan rumah, Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam menyelenggarakan event olahraga skala nasional dengan fasilitas yang memadai.
"PON adalah ajang untuk menunjukkan kemampuan kita. Jika fasilitasnya tidak bagus, tentu akan menurunkan citra Indonesia di mata peserta dan penonton. Oleh karena itu, saya harap pihak terkait segera mengambil tindakan nyata untuk memperbaiki kualitas rumput di Stadion JIS," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Palembang, Ahmad Yani, mengakui bahwa kondisi rumput di Stadion JIS memang masih memerlukan perbaikan. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya sedang berupaya maksimal untuk memastikan semua fasilitas siap digunakan saat PON dimulai.
Dengan PON XX Papua yang akan digunakan sebagai ajang kualifikasi untuk PON 2024 di Papua, kualitas fasilitas termasuk rumput stadion menjadi sangat penting. Para atlet membutuhkan lapangan dalam kondisi optimal agar dapat menunjukkan performa terbaik mereka.
Komentar (0)