28, 2026
Teknologi

Lebih Cepat dari Target, WIKA Rampungkan Underpass Inul di Kutai Timur

Wijaya Karya menyelesaikan Underpass Inul di Kutai Timur 2 bulan lebih cepat. Proyek ini mendukung infrastruktur dan ekonomi daerah, memisahkan jalur kendaraan.]]>

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Lebih Cepat dari Target, WIKA Rampungkan Underpass Inul di Kutai Timur

Lebih Cepat dari Target, WIKA Rampungkan Underpass Inul di Kutai Timur

Proyek underpass atau jembatan layang yang dibangun di sekitar pertigaan Jalan Inul Nasution, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, akhirnya rampung tepat waktu bahkan lebih cepat dari target yang ditetapkan. Proyek yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengatasi masalah kemacetan di kawasan tersebut yang sering terjadi selama ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutai Timur, H. Sofyan, mengatakan bahwa proyek underpass ini sebenarnya rencananya akan rampung pada akhir tahun 2023. Namun, berkat kerja keras dan sinergi antara pihak kontraktor, pemerintah daerah, serta para pihak terkait, proyek ini bisa diselesaikan lebih cepat.

"Alhamdulillah, proyek underpass di Jalan Inul ini bisa kita selesaikan lebih cepat dari target awal yang ditetapkan. Awalnya rencananya akan selesai pada Desember 2023, tapi berkat kerja sama yang baik, akhirnya bisa kita rampungkan pada Oktober 2023," ujar Sofyan saat dihubungi, Kamis (26/10/2023).

Proyek Berkualitas dengan Biaya yang Terjangkau

Proyek underpass ini memiliki panjang total sekitar 450 meter dengan lebar 12 meter. Konstruksi underpass terdiri dari dua jalur lalu lintas dengan tiga bentang utama yang menyeberangi Jalan Inul Nasution. Selain itu, proyek ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti trotoar, sistem drainase, serta penataan taman di sekitar underpass.

Dari segi biaya, proyek ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 150 miliar yang bersumber dari APBD Kutai Timur. Menurut Sofyan, meskipun anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit, namun pihaknya yakin bahwa kualitas proyek ini sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Kami memastikan bahwa proyek ini memenuhi standar mutu dan keamanan. Semua material yang digunakan telah melalui serangkaian uji lab untuk memastikan kekuatan dan daya tahan. Selain itu, proses pelaksanaan proyek juga diawasi oleh tim dari pemerintah daerah untuk memastikan tidak ada penyimpangan," jelasnya.

Manfaat Underpass untuk Mengurangi Kemacetan

Salah satu masalah utama yang menjadi latar belakang dibangunnya underpass ini adalah tingginya tingkat kemacetan di pertigaan Jalan Inul Nasution, terutama pada jam sibuk. Pertigaan ini menjadi akses utama bagi warga menuju kawasan pertambangan, perkantoran, serta pusat perbelanjaan di Sangatta.

Dengan adanya underpass ini, diharapkan kemacetan yang sering terjadi dapat diminimalisir. Warga tidak lagi perlu menunggu lampu merah yang lama karena lalu lintas dapat berjalan secara terpisah antara arah horizontal dan vertikal.

"Underpass ini dirancang khusus untuk memisahkan arus lalu lintas dari arah Sangatta menuju Sangatta Utara dan sebaliknya. Dengan begitu, tidak lagi terjadi penumpukan kendaraan di pertigaan, terutama pada saat jam sibuk pagi dan sore hari," terang Sofyan.

Tanggapan Warga dan Masa Depan

Keberadaan underpass ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Banyak warga yang menyatakan apresiasi atas pembangunan infrastruktur ini karena dinilai dapat mempermudah akses transportasi sehari-hari.

"Sebelumnya, setiap jam pulang kerja, selalu macet di pertigaan ini. Kadang bisa sampai satu jam lebih baru bisa melintasi pertigaan ini. Dengan adanya underpass, harapannya kemacetan bisa berkurang dan waktu tempuh juga lebih singkat," ujar Ahmad, salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi proyek.

Sementara itu, Bupati Kutai Timur, H. Rahman Bando, menyatakan bahwa pihaknya akan terus berupaya membangun infrastruktur lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain underpass, pemerintah daerah juga sedang merencanakan beberapa proyek lain seperti pembangunan flyover di beberapa titik kritis dan penataan jalan arteri.

"Kami akan terus berupaya membangun infrastruktur yang memadai untuk masyarakat Kutai Timur. Underpass ini hanya awal dari banyaknya perbaikan infrastruktur yang akan kami lakukan ke depannya. Semoga dengan adanya infrastruktur yang baik, kesejahteraan masyarakat juga dapat tercapai," pungkas Bupati Rahman.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter