03, 2026
Teknologi

Menko Yusril: Presiden Disadap Itu Masalah Serius bagi Negara

Menko Kumham Yusril Ihza Mahendra menilai penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto oleh mantan Kapolri adalah masalah serius.]]>

Julia Halim
Julia Halim Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menko Yusril: Presiden Disadap Itu Masalah Serius bagi Negara

Menko Yusril: Presiden Disadap Itu Masalah Serius bagi Negara

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa dugaan penyadapan terhadap Presiden Joko Widodo merupakan masalah serius yang perlu ditindaklanjuti secara tegas. Pernyataan ini disampaikan Yusril usai rapat koordinasi internal terkait isu penyadapan yang mewarnai politik nasional beberapa waktu terakhir.

Status Hukis Dugaan Penyadapan Presiden

Yusril menekankan bahwa jika dugaan penyadapan terhadap presiden benar-benar terjadi, maka hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang sangat berat. Menurutnya, Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) maupun Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia melarang keras setiap bentuk penyadapan terhadap komunikasi pribadi.

"Jika benar ada penyadapan terhadap komunikasi presiden, ini adalah tindakan yang sangat serius. Karena presiden adalah kepala negara yang dilindungi hukum," ujar Yusril dalam jumpa pers usai rapat koordinasi di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Rabu (15/3).

Tindakan Hukum yang Perlu Dilakukan

Menurut Yusril, pihak berwenang segera harus melakukan investigasi mendalam atas dugaan ini. Ia menyoroti bahwa penyadapan terhadap presiden tidak hanya melanggar privasi individu, tetapi juga mengancam keamanan nasional dan stabilitas negara.

"Saya meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk segera menindaklanjuti dugaan ini dengan investigasi yang transparan dan objektif," tambahnya.

Yusril juga menyebutkan bahwa jika penyadapan terbukti benar, maka pelakunya harus dijerat dengan sanksi hukum paling berat. Menurutnya, tindakan semacam ini mengancam integritas negara dan merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Reaksi dari Berbagai Pihak

Deklarasi Yusril ini menuai berbagai respons dari berbagai kalangan. Beberapa pihak mendukung sikap tegas Menko Polhukam, sementara ada pula yang mempertanyakan timing pernyataan tersebut yang dianggap terlalu politis.

Fraksi Partai Demokrat di DPR misalnya, menyambut baik sikap Yusril. "Kami mendukung langkah Menko Polhukam yang menegaskan bahwa penyadapan terhadap presiden adalah hal yang tidak dapat ditoleransi," ujar Anggota DPR Fraksi Demokrat, Ahmad Riza Patria.

Sementara itu, Koordinator Jaringan Advokat untuk Demokrasi (JARD) Ray Rangkayo menilai dugaan penyadapan ini perlu diselidiki secara independen. "Kami mendesak agar investigasi dilakukan oleh tim independen, bukan oleh aparat yang mungkin memiliki kepentingan politik," kata Ray.

Dampak Politik Terhadap Pemerintahan

Dugaan penyadapan terhadap presiden ini memunculkan berbagai spekulasi di kalangan politisi. Beberapa pihak khawatir isu ini akan digunakan sebagai alat untuk menyerang pemerintahan atau memecah belah koalisi.

"Kami meminta semua pihak untuk tidak memanfaatkan isu ini untuk kepentingan politik semata. Fokus harus pada penegakan hukum dan kepastian hukum," tegas Yusril.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjalankan roda pemerintahan dengan baik meskipun dihadapkan pada isu yang sensitif ini. "Kami tidak akan biarkan isu ini mengganggu stabilitas nasional," tambahnya.

Masa Depan Investigasi

Polri hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi mengenai dugaan penyadapan ini. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Ahmad Ramadhan, hanya menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk sesuai prosedur hukum.

"Jika ada laporan resmi, Polri akan melakukan penyelidikan sesuai hukum yang berlaku," kata Ahmad Ramadhan singkatnya.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, menegaskan bahwa pihak kepresidenan akan fokus pada program-program pemerintahan dan tidak akan terpancing oleh isu yang dianggap tidak berdasar.

"Presiden dan timnya akan terus bekerja untuk kemajuan bangsa. Isu-isu yang muncul tidak akan menghentikan kami untuk melayani rakyat," ujar Ali.

Yusril dalam kesempatan yang sama juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing dengan berbagai informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. "Mari kita tunggu hasil investigasi yang objektif dan profesional," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Julia Halim

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter