31, 2026
Nasional

Mobil Lawan Arah di GT Ciledug Hampir Tabrakan gegara Ikuti Google Maps

Seorang pengendara mobil melawan arah di Gerbang Tol Ciledug, akibat salah membaca Google Maps. Petugas keamanan mengarahkan kembali ke jalur normal.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Mobil Lawan Arah di GT Ciledug Hampir Tabrakan gegara Ikuti Google Maps

Mobil Lawan Arah di GT Ciledug Hampir Tabrakan Gegara Ikuti Google Maps

Sebuah insiden hampir terjadi di ruas Jalan Tol Grande Ciledug (GT) Ciledug, Jakarta. Sebuah mobil yang sedang melaju di jalur tol tersebut hampir saja bertabrakan dengan mobil lain yang datang dari arah berlawanan. Diduga, pengemudi mobil tersebut tersesat dan mengikuti petunjuk arah dari aplikasi Google Maps yang salah. Insiden yang terjadi pada Rabu (15/3) ini menimbulkan kepanikan di tengah arus lalu lintas yang padat.

Menurut informasi yang dihimpun, mobil tersebut sedang melaju dari arah Jakarta menuju Tangerang. Namun, karena kurang familiar dengan jalur, pengemudi memutuskan untuk mengandalkan navigasi Google Maps. Aplikasi tersebut ternyata memberikan arah yang salah, yang mengakibatkan mobil tersebut melaju di jalur lawan arah di sekitar Gerbang Tol (GT) Ciledug.

Kronologi Insiden

Kronologi insiden dimulai ketika mobil berwarna silver tersebut masuk ke GT Cileduh dari arah Jakarta. Menurut saksi mata, mobil tersebut sempat terlihat melaju dengan kecepatan normal di jalur yang benar. Namun, di sekitaran titik kilometer 18+500, mobil tersebut tiba-tiba belok ke kiri dan memasuki jalur yang seharusnya digunakan untuk arah berlawanan.

"Saya sedang melaju di jalur normal untuk arah Jakarta-Tangerang. Tiba-tiba ada mobil silver dari arah berlawanan yang melaju sangat cepat. Awalnya saya kira itu mobil polisi atau ambulans, tapi ternyata bukan," ujar Ahmad, salah satu saksi mata yang juga pengendara di lokasi kejadian.

Pengendara lain, Budi, menceritakan bahwa mobil tersebut sempat menabraki pembatas jalan (median) beberapa kali sebelum akhirnya berhenti di tengah jalur. "Mobil itu terlihat bingung. Pengemudinya mungkin baru sadar kalau dia lagi di jalur salah. Waktu itu arus lalu lintas sedang macet, jadi mobil itu bisa berhenti tanpa menimbulkan tabrakan," tambah Budi.

Reaksi Pengemudi

Setelah mobil berhenti, pengemudi, seorang pria paruh baya tampak panik. Ia segera keluar dari mobil dan meminta maaf kepada para pengendara lain yang ada di sekitar lokasi. "Maaf, saya tersesat. Saya ikutan Google Maps, ternyata salah arah," ucap pengemudi kepada seorang petugas keamanan tol yang datang ke lokasi.

Petugas keamanan tol tersebut segera membantu mengarahkan mobil untuk kembali ke jalur yang benar. Mobil tersebut kemudian dibawa ke pos polisi terdekat untuk diperiksa lebih lanjut. "Kita sudah membawa mobil dan pengemudinya ke pos polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga akan melacak riwayat navigasi yang digunakan oleh pengemudi tersebut," kata Kepala Seksi Penyelenggaraan Jalan Tol Wilayah Jakarta, Muhammad Ridwan.

Dampak Insiden

Insiden ini menyebabkan beberapa kendaraan lain harus menghentikan laju mereka secara mendadak. Beberapa pengendara lain juga terpaksa menyalip ke jalur sebelah untuk menghindari tabrakan. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar GT Ciledug sempat macet selama sekitar 30 menit sebelum normal kembali.

"Insiden seperti ini sangat berbahaya. Tol adalah jalanan satu arah, dan melawan arah bisa menyebabkan kecelakaan parah yang melibatkan banyak korban," kata Komisaris Polisi (Kompol) Eko Susilo, Juru Bicara Polres Metro Tangerang.

Peringatan dari Pihak Berwenang

Pihak berwenang mengingatkan para pengendara untuk selalu waspada saat menggunakan navigasi digital. Menurut mereka, aplikasi navigasi seperti Google Maps tidak selalu akurat, terutama di ruas tol yang kompleks.

"Kami mengimbau para pengendara untuk tidak sepenuhnya mengandalkan aplikasi navigasi. Selalu periksa arah sebelum memasuki tol dan perhatikan tanda-tanda lalu lintas. Jika tersesat, lebih baik berhenti di bahu jalan dan bertanya kepada petugas tol atau masyarakat sekitar," tambah Kompol Eko.

Insiden di GT Ciledug ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, beberapa kasus serupa juga pernah terjadi di beberapa ruas tol lain di Jakarta dan sekitarnya. Pihak pengelola tol berencana untuk menambah papan peringatan tentang bahaya melawan arah di beberapa titik yang rawan insiden.

Sementara itu, Google Maps belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini. Namun, pihak aplikasi navigasi tersebut dikenal memiliki sistem pembaruan dan perbaikan berkala untuk memastikan akurasi petunjuk arah yang diberikan kepada pengguna.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter