Onic Akui Kesalahan di FFWS SEA Fall, Siap Tebus di FFWS Global Finals
Tim esports Onic Esports secara terbuka mengakui performa mereka di Free Fire World Series (FFWS) Southeast Asia Fall yang tidak memuaskan. Menurut para pemain dan manajemen tim, ada beberapa kesalahan strategis dan eksekusi yang menjadi penyebab kegagalan mereka meraih gelar juara dalam turnamen regional yang berlangsung pada bulan Oktober lalu.
Kegagalan ini terjadi meskipun Onic Esports termasuk salah satu tim favorit untuk memenangkan turnamen, mengingat catatan impresif mereka di ajang-ajang sebelumnya. Tim ini sebelumnya berhasil meraih posisi runner-up di FFWS Summer 2022 dan beberapa gelar di turnamen regional lainnya.
Analisis Kekalahan di FFWS SEA Fall
Dalam sesi wawancara usai turnamen, kapten tim Onic Esports, Leo "Leo" Saputra, mengakui bahwa timnya tidak menunjukkan performa terbaiknya selama kompetisi. "Kita tidak bisa menyalakan orang lain. Performa kita di FFWS SEA Fall memang tidak sesuai ekspektasi. Ada beberapa kesalahan dalam pengambilan keputusan dan eksekusi yang membuat kita kesulitan," ujar Leo.
Salah satu momen krusial yang menjadi bahan kritik adalah keputusan tim untuk melakukan zona push di tengah pertandingan saat kondisi masih tidak stabil. Menurut analis, langkah ini terlalu berisiko dan mengakibatkan tim kehilangan beberapa pemain kunci di tengah jalan.
Strategi tim yang cenderung terburu-buru juga menjadi sorotan. Beberapa analis berpendapat bahwa Onic Esports terlalu fokus pada aksi agresif daripada membangun posisi yang lebih aman. Pendekatan ini berhasil di beberapa turnamen sebelumnya, namun ternyata tidak efektif di FFWS SEA Fall yang memiliki meta permainan yang berbeda.
Langkah Perbaikan Menuju Global Finals
Setelah kekalahan di FFWS SEA Fall, Onic Esports langsung melakukan evaluasi mendalam. Tim ini telah melakukan perubahan dalam strategi permainan dan pola komunikasi antar anggota tim. "Kita sudah melakukan review mendalam setiap pertandingan. Ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki, terutama dalam membaca meta permainan dan pengambilan keputusan di bawah tekanan," jelas Leo.
Salah satu perubahan signifikan adalah penyesuaian dalam memilih karakter dan peralatan. Tim ini sekarang lebih selektif dalam memilih setup karakter dan memprioritaskan perlindungan daripada serangan murni. "Kita belajar dari kesalahan. Di turnamen berikutnya, kita akan lebih fokus bertahan dan mencari momen yang tepat untuk serangan," tambarnya.
Onic Esports juga memperkuat latihan dengan melakukan scrimmage melawan tim-tim internasional. Mereka telah mengadakan beberapa pertandingan persahabatan dengan tim dari Brasil dan Amerika Latin yang dikenal memiliki gaya bermain yang agresif. "Melawan tim-tim tersebut membuat kita bisa beradaptasi dengan gaya bermain yang berbeda dan meningkatkan kemampuan kita dalam situasi yang tidak terduga," jelas sang pelatih, Budi "Budi" Santoso.
Target di FFWS Global Finals
Dengan kekalahan di FFWS SEA Fall, Onic Esports mendapatkan tiket langsung ke FFWS Global Finals yang akan diselenggarakan di bulan Desember mendatang. Turnamen ini akan diikuti oleh 12 tim terbaik dari seluruh dunia, termasuk juara dari enam regional.
"Kegagalan di SEA Fall bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, itu menjadi pelajaran berharga bagi kami sebelum menuju panggung global. Kami punya waktu sekitar sebulan untuk mempersiapkan diri dengan maksimal," ujar manajer tim Onic Esports, Rizki "Rizki" Pratama.
Tim ini menargetkan bisa meraih posisi tiga besar di FFWS Global Finals. "Target kami tidak berubah. Kami datang untuk menjadi yang terbaik. Kekalahan di SEA Fall hanya akan membuat kami semakin termotivasi untuk menunjukkan performa terbaik kami di panggung global," pungkas Leo dengan percaya diri.
Dengan persiapan yang matang dan evaluasi mendalam, Onic Esports berharap bisa memperbaiki kelemahan mereka dan membawa pulang gelar juara untuk Indonesia di ajang internasional yang bergengsi ini. Tantangan pasti akan semakin besar di level global, namun tim ini percaya mereka memiliki modal yang cukup untuk bersaing dengan tim-tim top dunia.
Komentar (0)