Pasar Saham Naik-Turun, Rosan Sebut Investasi Justru Aman
Pasar modal Indonesia mengalami fluktuasi yang cukup signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat bergerak naik-turun, mencerminkan ketidakpastian global yang masih melanda. Meski demikian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, melalui pernyataan Wakil Menteri (Wamenko) Perekonomian, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa investasi di pasar saham tetap aman dan menjanjikan jika dilakukan dengan strategi yang tepat.
Volatilitas Pasar Modal Global Masih Berdampak
Volatilitas yang terjadi di pasar modal Indonesia tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih belum stabil. Beberapa faktor iklim internasional, seperti kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed), konfek geopolitik, serta ketidakpastian pemulihan ekonomi pasca-pandemi, menjadi pemicu utama pergerakan pasar yang tidak menentu. Rosan Roeslani mengakui bahwa kondisi ini tentunya mempengaruhi sentimen investor, baik lokal maupun asing.
"Kita lihat bahwa volatilitas itu ada, tetapi itu bukan berarti investasi saham tidak aman. Sebaliknya, kondisi seperti ini seringkali menjadi peluang bagi investor yang cerdas untuk membeli saham pada harga yang lebih murah," ujar Rosan dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (15/9).
Strategi Jangka Panjang Tetap Pilihan Tepat
Menurut Rosan, investasi jangka panjang tetap menjadi strategi yang paling aman dan menguntungkan di tengah fluktuasi pasar. Ia menekankan bahwa investor tidak perlu panik saat pasar mengalami penurunan, melainkan memanfaatkan momentum tersebut untuk melakukan averaging atau membeli saham pada harga yang lebih rendah.
"Kita harus ingat bahwa pasar saham memiliki siklus naik turun. Yang penting adalah memilih saham perusahaan yang fundamentalnya kuat dan prospeknya jelas ke depannya. Dengan pendekatan seperti itu, risiko bisa diminimalisir," jelas Rosan.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui berbagai kebijakan ekonomi. Beberapa di antaranya adalah pembenahan infrastruktur, peningkatan kemudahan berusaha, serta stabilisasi makroekonomi yang terus dipertahankan.
Potensi Pertumbuhan Ekonomi Tetap Menyenangkan
Menurut data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 mencapai 3.66% (year on year/yoy). Meski masih di bawah target awal pemerintah yang sebesar 5.3%, angka ini menunjukkan tren positif yang berkelanjutan. Rosan optimistis bahwa dengan berbagai program yang telah dijalankan, perekonomian Indonesia akan semakin membaik di semester kedua tahun ini.
"Kita melihat ada beberapa sektor yang tumbuh signifikan, seperti sektor manufaktur, pertanian, dan juga sektor digital. Pertumbuhan di sektor-sektor ini akan menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk lebih giat belajar mengenai investasi sebelum memasukkan modal ke pasar modal. Dengan pengetahuan yang memadai, investor bisa membuat keputusan yang lebih bijak dan menghindari risiko kerugian yang tidak perlu.
Regulasi Terus Diperkuat untuk Melindungi Investor
Untuk memastikan keamanan investasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat regulasi dan pengawasan di pasar modal. Beberapa langkah yang telah diambil antara lain adalah penerapan sistem e-KYC (electronic-Know Your Customer) yang lebih ketat, serta peningkatan supervisi terhadap perusahaan publik.
"Kami bersama OJK terus berupaya untuk melindungi hak-hak investor dan menjaga kepercayaan publik terhadap pasar modal. Dengan regulasi yang kuat, investor bisa merasa lebih aman dalam berinvestasi," tambah Rosan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam menghadapi volatilitas pasar. Berbagai langkah preventif dan proaktif telah dan akan terus diambil untuk menjaga stabilitas pasar modal Indonesia. Dengan demikian, potensi investasi di Tanah Air tetap menjanjikan bagi para investor jangka panjang.
Kesimpulan
Meski pasar saham mengalami fluktuasi, Rosan Roeslani meyakini bahwa investasi tetap menjadi pilihan yang aman dan menguntungkan jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat. Dengan strategi jangka panjang, pemilihan saham yang fundamental kuat, serta dukungan dari pemerintah dan regulator, investor bisa menghadapi volatilitas pasar dengan lebih percaya diri. Potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap positif menjadi fondasi utama bagi kelangsungan investasi di Tanah Air.
Komentar (0)