28, 2026
Nasional

Pelaku Pembunuhan Bobotoh Persib Ditangkap, Umuh Muchtar Apresiasi Polresta Bogor

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pelaku Pembunuhan Bobotoh Persib Ditangkap, Umuh Muchtar Apresiasi Polresta Bogor

Polresta Bogor berhasil mengungkap kasus pembunuhan yang menewaskan seorang bobotoh Persib, Budi Santoso (32). Pelaku pembunuhan yang diketahui bernama Ahmad Rizki (28) berhasil diamankan oleh aparat kepolisian setelah melalui proses penyelidikan yang intensif. Penangkapan ini dilakukan di sebuah kos-kosan di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Bogor, pada Rabu (15/3) dini hari.

Kasus pembunuhan yang menimpa Budi Santoso terjadi pada Sabtu (11/3) malam di sekitar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Korban yang dikenal sebagai pendukung setia Persib itu tewas ditusuk beberapa kali oleh pelaku akibat perselisihan yang terjadi saat pertandingan sepak bola antara Persib melawan Persija Jakarta.

Kronologi Kejadian dan Penangkapan Pelaku

Kepala Polresta Bogor, Kombes Pol Umuh Muchtar, menjelaskan kronologi lengkap kejadian tersebut. Menurutnya, perselisihan antara korban dan pelaku bermula saat kedua kelompok suporter bertemu di sekitar stadion. "Kedua belah pihak saling provokasi dan akhirnya buntu pada saat pertandingan berlangsung," jelas Umuh saat konferensi pers di Mapolresta Bogor, Kamis (16/3).

Setelah pertandingan usai, Budi Santoso dan beberapa temannya berjalan menuju tempat parkir sepeda motor. Di tengah perjalanan, mereka bertemu kembali dengan Ahmad Rizki dan rekan-rekannya yang sebelumnya sudah terlibat adu mulut. Konflik pun kembali pecah dan berujung pada tindakan kekerasan.

"Ahmad Rizki menghunus senjata tajam dari dalam bajunya dan menusuk korban di bagian dada dan perut. Korban sempat dibawa ke rumah sakit tetapi nyawa tidak bisa diselamatkan," tutur Umuh menambahkan.

Setelah kejadian, Ahmad Rizki melarikan diri. Polisi langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi yang melihat kejadian tersebut. "Kita mengumpulkan bukti-bukti forensik, termasuk rekaman CCTV yang menangkap aksi pelaku, serta keterangan dari sejumlah saksi mata," beber Umuh.

Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil mengetahui identitas dan lokasi persembunyian pelaku. Tim gabungan dari Satreskrim Polresta Bogor kemudian melakukan pengejaran dan berhasil menangkap Ahmad Rizki di tempat persembunyiannya. "Pelaku diamankan tanpa perlawanan saat kita melakukan penggerebekan di kos-kosan tersebut," jelas Kasat Reskrim Polresta Bogor, AKBP Budi Santoso.

Motif dan Penyidikan Lanjutan

Dari pengakuan pelaku, motif pembunuhan dilatarbelakangi oleh dendam pribadi dan permusuhan antara kelompok suporter. "Pelaku mengaku dendam karena korban pernah melukai saudaranya dalam sebuah bentrokan antar suporter beberapa waktu lalu," ungkap Budi Santoso.

Polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam yang digunakan dalam pembunuhan, yakni sebilang pisau ukuran 20 cm. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan aksi pembunuhan.

Ahmad Rizki kini telah ditahan di Mapolresta Bogor dan akan menjalani proses hukum lebih lanjut. "Pelaku akan kita jerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," tegas Umuh Muchtar.

Respon Umuh Muchtar dan Komitmen Polisi

Kepala Polresta Bogor menunjukkan apresiasinya kepada seluruh jajaran yang terlibat dalam penyelidikan kasus ini. "Saya mengapresiasi kerja keras tim yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini dalam waktu singkat," ujar Umuh.

Menurutnya, penangkapan pelaku ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberantas tindak kekerasan, terutama yang dilakukan oleh oknum suporter. "Kami tidak akan toleransi tindak kekerasan dalam sepak bola. Setiap pelaku pasti akan kita tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Umuh juga meminta kepada seluruh pihak, terutama para suporter, untuk tetap menjaga sportivitas dan tidak terpancarkan emosi saat menyaksikan pertandingan. "Sepak bola adalah sarana hiburan positif. Jangan sampai sebuah pertandingan berujung pada kekerasan dan kehilangan nyawa," pungkasnya.

Kasus pembunuhan Budi Santoso ini kembali menyoroti masalah kekerasan yang masih sering terjadi dalam laga sepak bola di Indonesia. Pihak kepolisian berjanji akan terus melakukan upaya preventif dan reaktif untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter