29, 2026
Nasional

Percasi Tuntas Gelar Kejurnas Catur 2026, Jakarta Hat-trick Juara Umum

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ke-51 telah tuntas. DKI Jakarta berhasil meraih status juara umum dengan torehan medali 6 emas, 4 perak, dan 7 perunggu.]]>

Hesti Kusuma
Hesti Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Percasi Tuntas Gelar Kejurnas Catur 2026, Jakarta Hat-trick Juara Umum

Percasi Tuntas Gelar Kejurnas Catur 2026, Jakarta Hat-trick Juara Umum

PERTANDINGAN catur nasional bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2026 telah tuntas digelar di Jakarta dengan sukses. Komite Catur Seluruh Indonesia (Percasi) menutup acara yang berlangsung selama sepuluh hari ini dengan meriah. Jakarta kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih gelar juara umum untuk ketiga kalinya secara berturut-turut sejak 2024.

Tinjauan Umum Kejurnas

Kejurnas Catur 2026 yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 November lalu diikuti oleh 350 peserta dari 34 provinsi se-Indonesia. Pertandingan ini diselenggarakan di Hotel Grand Indonesia, Jakarta Pusat, dengan mempertandingkan enam kategori, yaitu putra terbuka, putri terbuka, putra junior, putri junior, putra senior, dan putri senior.

Acara dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Bapak Zudhi Natawidjaja, yang menekankan pentingnya catur sebagai olahraga pikiran dalam mengasah kemampuan intelektual anak bangsa. "Catur bukan sekadar permainan, tetapi sarana untuk melatih disiplin, strategi, dan ketekunan. Kejuaraan seperti ini sangat penting untuk menemukan bibit-bibit atlet catur berbakat di Indonesia," ujarnya dalam sambutannya.

Hasil Pertandingan dan Prestasi Jakarta

Dalam klasemen final, Jakarta berhasil mengamankan posisi teratas dengan total 45 poin, mengungguli Jawa Barat yang menempati peringkat kedua dengan 38 poin, dan Jawa Timur di posisi ketiga dengan 35 poin. Prestasi ini membuat Jakarta berhasil meraih hat-trick juara umum Kejurnas Catur untuk ketiga kalinya berturut-turut sejak 2024.

Dalam kategori terbuka putra, atlet Jakarta, Muhammad Rizki Fahmi, berhasil mempertahankan gelar juaranya setelah mengalahkan rivalnya dari Jawa Barat, Ahmad Fauzi, dengan skor 3.5-2.5 dalam pertandingan final yang sengit. Sementara itu, di kategori putri terbuka, Siti Nurhaliza dari Jawa Timur berhasil merebut gelar juara setelah mengalahkan juara bertahan dari Jakarta, Dewi Lestari, dengan skor 3-2 dalam match drama yang berlangsung hingga tie-break.

Pertumbuhan Catur di Indonesia

Ketua Umum Percasi, Bapak Hendro Sutiono, menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan Kejurnas Catur 2026. "Kejuaraan ini menunjukkan perkembangan positif catur di Indonesia. Jumlah peserta yang meningkat dari tahun sebelumnya dan kualitas permainan yang semakin kompetitif membuktikan bahwa minat terhadap catur semakin besar," ujar Hendro.

Ia menambahkan bahwa Percasi terus berupaya untuk mengembangkan catur di tingkat dasar melalui program pelatihan dan turnamen di berbagai daerah. "Kami berencana untuk membuka 100 sekolah catur baru di seluruh Indonesia tahun depan. Tujuannya adalah untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda sejak dini," jelasnya.

Kehadiran Tokoh Internasional

Kejurnas Catur 2026 juga dihadiri oleh beberapa tokoh catur internasional, termasuk Grandmaster (GM) dari Malaysia, Tan Chin Nam, dan International Master (IM) dari Singapura, Wong Meng Kong. Mereka diundang sebagai pembina dan memberikan seminar kepada para peserta sebelum pertandingan dimulai.

"Saya terkesan dengan tingkat kompetisi di Kejurnas ini. Para pemain Indonesia memiliki potensi besar, dan dengan dukungan yang tepat, mereka akan mampu bersaing di level internasional," kata Tan Chin Nam dalam sesi wawancara usai seminar.

Reaksi Para Pemain

Para peserta yang hadir memberikan respons positif terhadap penyelenggaraan Kejurnas Catur 2026. Rizki Fahmi, juara putra terbuka, mengungkapkan kebahagiaannya dapat mempertahankan gelarnya. "Juara kali ini lebih berarti karena persaingannya sangat ketat. Saya harus bekerja keras di babak final. Ini adalah motivasi tambahan untuk persiapan ke kejuaraan internasional mendatang," ujarnya.

Sementara itu, Siti Nurhaliza mengakui kesulitan meraih gelar juara putri terbuka. "Dewi Lestari adalah lawan yang tangguh. Saya harus bermain maksimal di setiap langkah. Pertandingan ini membuat saya semakin percaya diri untuk menghadapi tantangan di tingkat Asia," katanya.

Rencana Masa Depan

Dengan kesuksesan Kejurnas Catur 2026, Percasi merencanakan untuk meningkatkan frekuensi penyelenggaraan turnamen nasional. "Kami akan mengadakan Kejurnas dua tahun sekali dengan format yang lebih besar dan kompetitif. Selain itu, kami juga akan mengirimkan lebih banyak atlet untuk berpartisipasi dalam kejuaraan internasional," kata Sekretaris Umum Percasi, Bapak Ahmad Yani.

Penyelenggaraan Kejurnas Catur 2026 ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah dan organisasi terkait dalam mengembangkan olahraga catur di Indonesia. Dengan prestasi yang diraih Jakarta dan potensi talenta muda yang terus berkembang, masa depan catur Indonesia terlihat cerah dan penuh harapan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hesti Kusuma

Peneliti muda yang tertarik pada data, inflasi, dan daya beli masyarakat.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter