Perdana Ikut Namu Balai Kota, Warga Sunter Senang Anak Jajal Jadi Reporter
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan "Namu Balai Kota" untuk pertama kalinya di wilayah Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (15/7/2023). Acara yang berlangsung di Lapangan Pemda Sunter ini dihadiri oleh ratusan warga, terutama anak-anak sekolah dasar yang antusias untuk berpartisipasi sebagai "reporter muda" dalam rangkaian kegiatan ini.
Kegiatan Edukatif dan Menyenangkan
Namu Balai Kota merupakan inovasi Pemprov DKI Jakarta untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai fungsi dan layanan yang tersedia di Balai Kota Jakarta. Kali ini, kegiatan diselenggarakan secara berbeda dengan melibatkan anak-anak sebagai partisipan aktif, bukan hanya sebagai penonton.
"Kita ingin anak-anak sejak dini memahami bagaimana pemerintah bekerja, terutama pemerintah provinsi yang ada di Balai Kota. Mereka adalah calon pemimpin masa depan, jadi penting mereka tahu dan terlibat," ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Rizki Ramadhan, saat membuka acara.
Kegiatan ini dirancang interaktif dengan berbagai stand edukatif yang mengajarkan anak-anak tentang pemerintahan, jurnalistik, dan kewarganegaraan. Salah satu daya tarik utamanya adalah sesi jurnalistik di mana anak-anak diberikan kesempatan untuk menjadi reporter junior dan menanyakan pertanyaan langsung kepada pejabat terkait.
Anak-Anak Reporter Junior
Sebanyak 30 anak dari SDN Sunter 01 dan SDN Sunter 02 terpilih sebagai reporter junior. Mereka dilatih dasar-dasar jurnalistik oleh wartawan profesional dari sejumlah media sebelum mempraktikkannya langsung di lapangan. Anak-anak tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing mendapatkan tema berbeda untuk diteliti dan ditanyakan kepada narasumber.
"Saya senang sekali bisa jadi reporter. Saya tanya ke Bapak Wali Kota soal rencana untuk membuat taman bermain baru di Sunter," kata Fajar, siswa kelas 5 SDN Sunter 01 yang terlihat antusias saat wawancaranya.
Para pejabat yang diwawancarai pun memberikan respons positif terhadap pertanyaan-pertanyaan dari anak-anak tersebut. Wali Kota Jakarta, Heru Budi Hartono, mengaku terkesan dengan kualitas pertanyaan yang diajukan oleh para reporter junior.
"Anak-anak ini memiliki pertanyaan yang sangat tajam dan relevan. Mereka tidak hanya bertanya tentang sekolah, tetapi juga tentang lingkungan dan infrastruktur. Ini menunjukkan mereka peduli dengan perkembangan kota," ujar Heru Budi Hartono.
Peserta Aktif dan Respons Positif
Selain sesi jurnalistik, kegiatan ini juga menampilkan berbagai hiburan dan edukasi lainnya seperti lomba menggambar tema Jakarta, pameran hasil karya anak-anak, serta edukasi tentang daur ulang sampah. Para orang tua yang mengantar anaknya ke acara ini pun merasa terbantu dengan adanya kegiatan serupa.
"Saya senang anak bisa ikut kegiatan seperti ini. Selain bisa belajar banyak, anak juga jalan-jalan keluar rumah. Biasanya anak cuma di rumah main gadget, sekarang ada aktivitas positif," kata Bapak Ahmad, salah satu warga Sunter yang mengajak anaknya berpartisipasi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Eri Surya Putra, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dinas pendidikan dengan dinas komunikasi untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi anak-anak.
"Kita ingin menciptakan pembelajaran yang tidak terbatas di dalam kelas. Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak bisa mengembangkan minat bakat dan keterampilan komunikasinya," jelas Eri.
Rekomendasi untuk Masa Depan
Kegiatan "Namu Balai Kota" di Sunter ini direncanakan akan digelar di beberapa wilayah lainnya di Jakarta dengan format serupa. Pemprov DKI berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat, terutama generasi muda.
"Kita akan evaluasi kegiatan ini dan lihat respons dari masyarakat. Jika positif, kita akan kembangkan ke wilayah lainnya. Tujuan utamanya adalah membuat pemerintah lebih dekat dengan rakyat, terutama anak-anak yang merupakan aset masa depan Jakarta," tutup Ahmad Rizki Ramadhan.
Dengan kesuksesan kegiatan di Sunter, diharapkan program ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan anak-anak, dalam memahami dan terlibat dalam pemerintahan kota.
Komentar (0)