26, 2026
Nasional

Persib Berduka, Bobotoh Bogor Meninggal Dunia setelah Laga Kontra Garudayaksa FC

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Persib Berduka, Bobotoh Bogor Meninggal Dunia setelah Laga Kontra Garudayaksa FC

Dunia sepak bola Indonesia diguncang kabar duka. Sebobotoh setia Persib Bandung, asal Bogor, dikabarkan telah meninggal dunia usai menyaksikan tim kebanggaan Kota Kembang bertanding melawan Garudayaksa FC dalam lanjutan Liga 3 2023. Kehilangan ini membuat seluruh keluarga besar Persib dan komunitas bobotoh berduka cita.

Korban yang diketahui bernama Ahmad Fauzi (32), warga Bogor, Jawa Barat, ditemukan tidak sadar di dalam mobilnya yang parkir di sekitar Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, seusai pertandingan yang berlangsung pada Minggu (15/10/2023). Fauzi diketahui hadir di stadion untuk mendukung tim kesayangannya tersebut.

Kronologi Kehilangan

Menurut keterangan dari pihak keluarga dan saksi mata, Fauzi tiba di lokasi pertandingan sekitar dua jam sebelum kick-off. Ia terlihat antusias dan bersemangat menyaksikan langsung pertandingan Persib melawan Garudayaksa FC. Setelah pertandingan usai, dengan skor kemenangan 3-2 untuk Persib, Fauzi sempat bergabung dengan sesama bobotoh di sekitar stadion untuk merayakan kemenangan tim.

Sekitar pukul 20.30 WIB, Fauzi mengucapkan selamat tinggal kepada teman-temannya dan bergegas pulang menggunakan mobil pribadinya. Namun, hingga tengah malam, Fauzi tidak juga pulang ke rumahnya dan tidak mengabari keluarganya. Hal ini membuat keluarga khawatir dan akhirnya melaporkan kehilangan kepada pihak kepolisian.

Keesokan harinya, Senin (16/10/2023), jenazah Fauzi ditemukan di dalam mobilnya yang parkir di sebuah jalan di dekat Stadion Si Jalak Harupat. Diduga, Fauzi mengalami serangan jantung mendadak saat berada di dalam mobil. Tim medis yang tiba di lokasi langsung memberikan pertolongan pertama, tetapi nyawa korban tidak bisa diselamatkan lagi.

Respons dari Pihak Terkait

Ketua Umum Persib Bandung, Umuh Muhtar, menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya seorang bobotoh. "Kami dari Persib Bandung turut berduka cita atas kepergian saudara Ahmad Fauzi. Ia adalah bagian dari keluarga besar Persib. Semoga Allah SWT menerima amal baiknya dan memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Umuh dalam keterangannya.

Demikian juga disampaikan oleh Ketua Komite Bobotoh (Kombo) Bandung, Asep Mulyana. "Kehilangan saudara kita sangat menyakitkan. Kami akan membantu keluarga dalam proses pemakaman dan doa untuknya. Fauzi adalah sosok yang selalu aktif mendukung Persib baik menang maupun kalah," tuturnya.

Pihak kepolisian yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan awal. "Kami menduga korban mengalami serangan jantung mendadak. Tidak ada tanda-tanda kekerasan atau bekas cedera di tubuh korban. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian," kata Kapolsek Setiabudi AKP Budi Santoso.

Dukungan dari Komunitas Sepak Bola

Kabar duka ini juga mendapat respons dari berbagai komunitas suporter sepak bola di Indonesia. Komunitas suporter dari klub lain seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, hingga PSM Makassar turut menyampaikan belasungkawa atas kepergian Fauzi.

"Kami dari Arema FC turut berduka atas kepergian saudara kita. Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap menjaga kesehatan, terutama saat menyaksikan pertandingan sepak bola," tulis akun resmi Aremania dalam cuitannya.

Kondisi Kesehatan dan Peringatan

Dokter spesialis jantung dari RS Santo Borromeus Bandung, dr. Rudi Hendrawan, mengingatkan bagi para penonton sepak bola, terutama mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, hipertensi, atau diabetes, untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan sebelum dan selama menyaksikan pertandingan.

Meninggalnya Ahmad Fauzi menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk lebih memperhatikan aspek kesehatan dan keselamannya para suporter saat menikmati pertandingan sepak bola. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali dan jadi pelajaran bagi semua pihak.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter