27, 2026
Olahraga

Pertamina Perkuat Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur

Pertamina perkuat energi berkelanjutan melalui pengolahan minyak jelantah menjadi bioavtur]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pertamina Perkuat Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur

Pertamina Perkuat Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Bioavtur

Pertamina terus mengembangkan inovasi dalam bidang energi terbarukan, khususnya melalui pengolahan minyak jelantah menjadi bioavtur. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi energi menuju keberlanjutan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Melalui teknologi canggih dan pendekatan berkelanjutan, Pertamina berhasil mengubah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tinggi yang dapat digunakan di sektor penerbangan.

Teknologi Pengolahan Inovatif

Teknologi yang dikembangkan oleh Pertamina dalam mengolah minyak jelantah menjadi bioavtur merupakan hasil riset intensif tim ahli perusahaan. Proses ini melibatkan beberapa tahapan penting, termasuk pemisahan komponen-komponen tidak diinginkan, proses esterifikasi, dan distilasi fraksional. Minyak jelantah yang biasanya dianggap sebagai limbah berbahaya berhasil diolah menjadi bahan bakar terbarukan yang memenuhi standar internasional.

"Kami telah mengembangkan teknologi paten yang memungkinkan konversi minyak jelantah menjadi bioavtur dengan efisiensi tinggi dan emisi rendah," ujar Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, dalam sebuah pernyataan resmi. Teknologi ini tidak hanya mengurusi limbah minyak jelantah, tetapi juga menghasilkan produk energi yang ramah lingkungan.

Manfaik Ganda bagi Lingkungan dan Ekonomi

Pengolahan minyak jelantah menjadi bioavtur memberikan manfaak ganda bagi lingkungan dan perekonomian. Secara lingkungan, program ini membantu mengurusi limbah minyak jelantah yang seringkali dibuang sembarangan ke perairan atau tanah, sehingga mengurangi pencemaran lingkungan. Sementara itu, secara ekonomi, program ini menciptakan nilai tambah dari limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

"Minyak jelantah yang diolah menjadi bioavtur membantu mengurangi emisi karbon di sektor penerbangan sekitar 80% dibandingkan dengan avtur biasa," tambah Kepala Divisi Pengembangan Bisnis Energi Terbarukan Pertamina. Selain itu, bioavtur juga memiliki kandungan sulfur yang jauh lebih rendah, sehingga mengurangi dampak buruk terhadap kualitas udara.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Pelaksanaan program ini tidak dilakukan sendiri oleh Pertamina, melainkan melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Pemerintah, lembaga penelitian, dan industri penerbangan turut terlibat dalam mendukung pengembangan dan implementasi bioavtur. Kolaborasi ini penting untuk memastikan kualitas bioavtur memenuhi standar yang diperlukan dan dapat diterima di pasar global.

Pertamina bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk merumuskan kebijakan yang mendukung penggunaan bioavtur di Indonesia. Sementara itu, kolaborasi dengan lembaga penelitian seperti Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) membantu pengembangan teknologi yang lebih canggih dan efisien.

Tantangan dan Masa Depan

Meski telah mencapai kemajuan signifikan, pengembangan bioavtur masih dihadapkan pada beberapa tantangan. Ketersediaan minyak jelantah dalam jumlah yang cukup merata di seluruh Indonesia menjadi salah satu kendala utama. Selain itu, biaya produksi bioavtur masih relatif tinggi dibandingkan dengan avtur konvensional.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan efisiensi produksi dan menurunkan biaya agar bioavtur dapat bersaing di pasar," ujar sepekan pekerja Pertamina yang terlibat dalam proyek ini. Pertamina juga berencana untuk memperluas jaringan pengumpulan minyak jelantah dari berbagai sumber, termasuk restoran, hotel, dan industri pengolahan makanan.

Dampak bagi Sektor Penerbangan Indonesia

Pengembangan bioavtur memiliki dampak signifikan bagi sektor penerbangan Indonesia. Dengan adanya bioavtur, maskapai-maskapai nasional dapat mengurangi ketergantungan pada impor avtur dan menurunkan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan target pemerintah dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030.

Beberapa maskapai di Indonesia telah menunjukkan minat untuk menggunakan bioavtur dalam penerbangan mereka. Pelaksanaan uji coba penerbangan menggunakan bioavtur telah dilakukan oleh beberapa maskapai dengan hasil yang positif. Bioavtur tidak hanya aman digunakan, tetapi juga memberikan performa yang setara dengan avtur konvensional.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan

Pengembangan bioavtur merupakan bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung keberlanjutan energi di Indonesia. Melalui berbagai inovasi dan program serupa, Pertamina berupaya untuk menjadi perusahaan energi terintegrasi yang berkelanjutan. Perusahaan juga berencana untuk terus mengembangkan berbagai bentuk energi terbarukan lainnya, seperti energi surya, angin, dan listrik.

"Transformasi energi adalah kunci masa depan yang berkelanjutan. Kami di Pertamina berkomitmen untuk memimpin perubahan ini melalui inovasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," ujar Nicke Widyawati. Dengan pengembangan bioavtur, Pertamina tidak hanya mengurusi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter