Polisi Amankan Sopir GWM Tank Pemicu Kecelakaan Beruntun di Palmerah
Polisi telah mengamankan sopir mobil GWM Tank yang diduga menjadi pemicu kecelakaan beruntun di Jalan Palmerah, Jakarta Barat, pada Rabu (15/3) siang. Kecelakaan yang melibatkan empat kendaraan ini menimbulkan luka-luka pada beberapa orang dan mengakibatkan macet parah di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Jakarta Barat, Komisaris Ahmad Yani, mengatakan bahwa sopir mobil GWM Tank bernama Aries (32) diamankan di Mapolres Jakarta Barat untuk dimintai keterangan. "Sopir telah kita amankan untuk dimintai keterangan terkait kejadian kecelakaan beruntun di Jalan Palmerah," ujar Yani saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat.
Kronologi Kecelakaan
Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan bermula ketika mobil GWM Tank yang dikemudikan Aries menabrak sepeda motor yang berhenti di lampu merah. Tabrakan tersebut membuat sepeda motor terdorong hingga menabrak mobil Toyota Avanza yang sedang berhingga di depannya.
"Sopir GWM Tank tidak mengendalikan kecepatan dan menabrak sepeda motor yang berhenti di lampu merah. Akibatnya, sepeda motor tersebut terpental dan menabrak mobil Avanza yang ada di depannya," jelas Yani.
Tidak berhenti sampai di situ, mobil GWM Tank kemudian menabrak mobil lain, yaitu Honda Mobilio yang sedang melaju dari arah berlawanan. Dampak tabrakan beruntun ini membuat empat kendaraan mengalami kerusakan berat dan beberapa orang luka-luka.
Korban Luka-Luka
Dalam kecelakaan ini, tiga orang mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit. Korban berinisial R (25), pengendara sepeda motor, mengalami patah tangan dan luka memar di bagian tubuhnya. Sementara itu, dua korban lainnya adalah penumpang mobil Avanza yang mengalami gegar otak dan luka lecet.
"Kami sudah membawa tiga korban ke RS Pertamina Jalan Kyai Tapa untuk perawatan lebih lanjut. Saat ini kondisi mereka sudah stabil," ujar Yani.
Proses Penyelidikan
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk menentukan secara pasti penyebab kecelakaan. Tim penyidik sudah mengamankan beberapa saksi mata dan rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengetahui kronologi lengkap kecelakaan.
"Kami juga akan mengambil keterangan sopir GWM Tank yang sudah diamankan. Kami sedang memeriksa apakah ada faktor kelalaian atau kelelahan yang menjadi penyebab kecelakaan ini," tambah Yani.
Tanggung Jawab
Polisi akan menetapkan status hukum dari kejadian ini setelah mendapatkan keterangan lengkap dari semua saksi dan hasil pemeriksaan teknis kendaraan. Jika terbukti bersalah, Aies bisa dijerat pasal tentang penganiayaan atau perbuatan tidak menyertakan akibat luka-luka.
"Kami ingatkan kepada para pengendara untuk selalu waspada dan mematuhi aturan lalu lintas. Jangan terburu-buru dan selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan," pesan Yani.
Dampak Lalu Lintas
Kecelakaan beruntun ini mengakibatkan macet parah di Jalan Palmerah hingga beberapa jam. Lalu lintas dari arah Slipi menuju Jalan S. Parman terhambat, begitu juga sebaliknya. Petugas keamanan lalu lintas (linmas) dan polisi turun untuk mengatur arus lalu lintas dan membersihkan lokasi kejadian.
"Setelah kendaraan berhasil ditarik dari lokasi kejadian, arus lalu lintas perlahan normal kembali. Kami meminta maaf atas gangguan ini," tutup Yani.
Komentar (0)