Prabowo Panggil Menkeu hingga Bos Danantara ke Istana
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Presiden Direktur PT Danantara (Persero) Andi Fachry dilaporkan telah menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan ini dilangsungkan setelah Presiden Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024. Kedatangan pejabat tinggi ini menandai serangkaian pertemuan awal antara pemerintah baru dengan berbagai sektor kunci dalam ekonomi dan industri nasional.
Agenda Pertemuan dengan Menkeu Sri Mulyani
Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Menkeu Sri Mulyani berlangsung selama kurang lebih satu jam di ruang kerja Presiden. Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membahas berbagai isu ekonomi yang menjadi prioritas pemerintahan baru. Beberapa topik yang disampaikan Sri Mulyani meliputi kebijakan fiskal, reformasi perpajakan, serta strategi mempertahankan stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Sri Mulyani dalam keterangannya menyatakan bahwa pemerintah akan terus menjaga kehati-hatian dalam mengelola keuangan negara. "Kami akan memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal yang diambil bertujuan untuk memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," ujarnya setelah pertemuan.
Presiden Prabowo menegaskan pentingnya sinergi antara kementerian keuangan dengan visi pemerintah dalam membangun ekonomi yang kuat dan berdaya saing. "Ekonomi adalah fondasi utama bagi kemajuan bangsa. Kita perlu memastikan setiap keputusan yang diambil dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Prabowo.
Kunjungan dari Danantara
Sehari setelah pertemuan dengan Menkeu, Presiden Prabowo juga menerima audiens dari Andi Fachry, Presiden Direktur PT Danantara (Persero). Perusahaan BUMN ini baru saja dibentuk oleh pemerintah sebelumnya untuk mengembangkan industri dirgantara nasional. Dalam pertemuannya, Andi Fachry menyampaikan rencana strategis perusahaan untuk lima tahun ke depan.
"Danantara hadir untuk mewujudkan impiannya bangsa dalam memiliki industri dirgantara yang mandiri dan berdaya saing global. Kami telah menyiapkan roadmap yang komprehensif mulai dari pengembangan teknologi hingga peningkatan kapasitas industri dalam negeri," jelas Andi Fachry.
Presiden Prabowo menyoroti pentingnya peran Danantara dalam mendukung program pemerintah dalam mengembangkan teknologi pertahanan dan industri kritis. "Industri dirgantara bukan hanya soal pertahanan, tetapi juga tentang kemampuan teknologi dan inovasi yang bisa menjadi pendorong ekonomi kreatif," ujarnya.
Respon Pasca Pertemuan
Pasca kedua pertemuan tersebut, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan bahwa pemerintah akan segera menyusun program kerja yang konkret berdasarkan arahan dari Presiden. "Kita akan memastikan semua visi yang telah disampaikan Presiden dapat diwujudkan melalui program-program yang terukur dan memiliki target yang jelas," kata Gibran.
Di sisi lain, para analis ekonomi menilai pertemuan awal antara Presiden dengan Menkeu menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan kelancaran perekonomian. "Langkah Prabowo dengan segera bertemu Sri Mulyani menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas utama meski ada perubahan kepemimpinan," kata Ahmad Zaki, ekonom senior dari sebuah lembaga riset.
Pemerintah sendiri telah menyatakan akan segera menggelar rapat koordinasi dengan seluruh menteri untuk menyelaraskan visi dan program kerja. "Kita perlu memastikan semua kementerian dan lembaga berjalan sejalan dengan visi Presiden untuk mencapai Indonesia maju dan sejahtera," tutur Sekretaris Kabinet Pratikno.
Seiring dengan itu, berbagai kalangan menanti kebijakan konkret yang akan dikeluarkan pemerintah baru terkait isu-isu ekonomi yang menjadi perhatian publik. Pertemuan awal ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi implementasi program pemerintahan dalam lima tahun ke depan.
Komentar (0)