31, 2026
Politik

Presiden Federasi Prancis Minta Kontroversi Mbappe Disudahi

Kylian Mbappe menjadi kecaman di China gara-gara meledek Mao Zedong. Presiden Federasi Prancis, Philippe Diallo, meminta kontroversinya dihentikan.]]>

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Minta Kontroversi Mbappe Disudahi

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, secara resmi meminta agar kontroversi yang melibatkan kapten timnas Kylian Mbappé segera diakhiri. Pernyataan ini disampaikan setelah sejumlah pihak mengkritik sikap Mbappé terkait penunjukan Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis.

Diallo mengakui bahwa situasi saat ini tidak menguntungkan bagi sepak bola Prancis. Menurutnya, semua pihak harus berusaha untuk menyelesaikan masalah ini sebelum timnas memulai persiapan untuk turnamen besar mendatang.

"Saya meminta agar semua pihak menahan diri dan menghindari pernyataan yang dapat memperburuk situasi," ujar Diallo dalam konfersi pers yang diadakan di markas FFF, Paris, pada hari Rabu.

Kontroversi bermula ketika Mbappé secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas keputusan FFF mempertahankan Deschamps sebagai pelatih usai Piala Dunia 2022. Pemain berusia 24 tahun tersebut berpendapat bahwa Prancis membutuhkan arahan baru untuk dapat kembali menjadi juara dunia.

Reaksi dari berbagai pihak tidak kalah tajam. Sejumlah legenda sepak bola Prancis, termasuk Zinedine Zidane dan Thierry Henry, mendukung posisi Deschamps. Sementara itu, mantan presiden FFF, Noel Le Graet, mengkritik keras sikap Mbappé yang dianggap tidak menghormati aturan hierarki.

Kronologi Konflik

Konflik antara Mbappé dan FFF memanas sejak Januari lalu ketika Mbappé memberikan wawancara eksklusif di mana ia menyatakan keinginannya untuk "perubahan" dalam timnas. Ia mengungkapkan bahwa dirinya merasa frustrasi dengan performa tim di bawah asuhan Deschamps.

Deschamps, yang telah melatih Prancis sejak 2012, berhasil membawa timnas menjadi juara dunia pada 2018 dan runner-up pada 2022. Namun, performa tim di kompetisi lain seperti Liga Negara dan kualifikasi Euro 2024 dianggap memuaskan oleh sebagian pihak.

Fedération Française de Football (FFF) pun menggelar rapat darurat pada Senin lalu untuk membahas masalah ini. Dalam rapat tersebut, MbappÉ diminta untuk memberikan klarifikasi resmi mengenai pernyataannya yang dianggap menyerang federasi.

Posisi FFF dan Deschamps

FFF secara tegas menyatakan bahwa Deschamps tetap menjadi pelatih timnas hingga setidaknya Piala Eropa 2024. Presiden Diallo menegaskan bahwa keputusan ini telah diambil setelah melihat catatan Deschamps yang gemilang selama ini.

"Didier telah membawa Prancis ke puncak dunia. Ia adalah pelatih yang dihormati dan memiliki komitmen penuh terhadap timnas. Kita percaya ia adalah orang yang tepat untuk memimpin Prancis ke Euro 2024," kata Diallo.

Deschamps sendiri memilih untuk tidak memberikan komentar langsung mengenai pernyataan Mbappé. Namun, sumber dekat pelatih berusia 54 tahun itu mengungkapkan bahwa ia merasa "kecewa" dengan sikap sang kapten.

Tanggapan Publik dan Media

Kontroversi ini memicu berbagai reaksi dari publik dan media Prancis. Sebagian besar media mendukung posisi FFF, dengan menyebut tindakan Mbappé sebagai "tidak profesional" dan "mengganggu persatuan tim."

Sementara itu, sebagian penggemar membagi pendapat. Ada yang mendukung MbappÉ dengan alasan bahwa sang pemain hanya ingin yang terbaik untuk timnas. Namun, ada juga yang menganggap tindakannya sebagai bentuk ketidak hormatan.

Ekspert sepak bola juga memberikan analisis berbeda. mantan pemain internasional Prancis, Patrice Evra, mengatakan bahwa Mbappé perlu belajar cara berkomunikasi dengan lebih baik. "Kylian adalah pemain hebat, tetapi ia harus memahami bahwa ada cara yang tepat untuk menyampaikan kritik," ujar Evra.

Dampak pada Persiapan Euro 2024

Kontroversi ini terjadi di tengah persiapan timnas Prancis untuk Piala Eropa 2024 yang akan dihelat di Jerman Juni mendatang. Prancis, sebagai juara bertahan Euro 2016 dan juara dunia 2018, dianggap sebagai salah satu favorit juara.

Federaasi khawatir konflik ini dapat memengaruhi performa tim di turnamen penting tersebut. Prancis telah ditetapkan dalam grup D bersama Austria, Belanda, dan Polandia dalam undian Euro 2024 yang diadarkan di Hamburg pada November 2023.

Untuk mengatasi masalah ini, FFF telah mengumumkan akan mengadakan pertemuan langsung antara Mbappé, Deschamps, dan perwakilan pemain lainnya minggu depan. Tujuannya adalah untuk mencari titik temu dan memastikan semua pihak dapat bekerja sama demi kebaikan timnas.

Diallo menutup konferensi persnya dengan menyatakan harapan agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan dewasa. "Kita semua ingin Prancis sukses di Euro 2024. Untuk itu, kita harus bersatu dan fokus pada tujuan bersama," kata Diallo.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter